Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Pemaksaan Dengan Gaya


__ADS_3

Arjuna melangkah menuju sebuah cafe yang tidak jauh dari tempat meetingnya, ternyata pria itu berbohong pada Emil.


Senyuman tipis terpatri di bibirnya kala melihat orang yang dia cari, tengah menikmati minumannya.


"Kenapa si Boss botak itu selalu membuatku naik darah, selama dua tahun ini aku hampir mati karena selalu menghadapi sikapnya, yang sok itu. Astaga, rasanya aku darah tinggi, kepalaku mulai berdenyut." omel Devikha yang penuh dengan kekesalan.


"Hidup di Dubai sendiri, dan sekarang aku menjadi pengangguran? oh good, beruntung sekali nasibmu Devikha." lanjutnya lagi.


Wanita itu kembali meneguk kopi pahit, yang menjadi kesukaannya. Bahkan rasanya, kopi pahit itu tidak sepahit nasibnya hari ini.


"Bahkan nasibku lebih pahit dari kopi ini." gerutunya lagi.


Devikha tidak sadar, kalau dibelakang tubuhnya sudah ada seseorang, yang sedari tadi mendengar ocehan serta kekesalannya pada pria botak, yang saat ini tengah berbicara panjang lebar diruang meeting.


"Ikut aku!" titahnya tanpa mau dibantah. Bahkan orang itu segera meraih lengan Devikha tanpa izin.


Devikha yang mendapat gerakan tiba tiba, hanya bisa terbengong. Kedua matanya mengerejab, kala melihat siapa yang tengah menarik lengannya. Bahkan Devikha sampai melupakan blazernya, yang tertinggal di Cafe.


"Tu-tunggu! hei kenapa kau menarikku, Tuan?" pekik Devikha kala Arjuna terus saja menarik lengannya, tanpa peduli dengan dia yang begitu kesulitan berjalan, karena heels yang Devikha pakai saat ini.


"Astaga! kau mau membuatku lumpuh,huh!" pekikan Devikha semakin menjadi, kala merasakan kedua kakinya mulai kebas.

__ADS_1


Hingga tanpa diduga, tiba tiba saja tubuh Devikha melayang di udara, kala Arjuna mengangkat tubuhnya tanpa izin.


Semua mata yang melihat interaksi mereka memekik heboh, mereka kira kedua anak manusia itu adalah sepasang kekasih yang sedang bertengkar.


Bahkan Devikha pun tidak bisa berucap apa pun lagi, secara reflek wanita itu mengalungkan kedua tangannya dileher pria gila, yang secara tiba tiba membawanya tanpa izin.


Sedangkan Arjuna, pria itu masih tetap dengan tatapan coolnya, tanpa mau menoleh sedikit pun pada wanita yang saat ini, tengah dia gendong ala pengantin.


'Apa aku mulai gila? kenapa pria gila ini terlihat begitu tampan? fokus Devikha! pria gila ini sedang menculikmu, berontak! ayo berontak bodoh!' pekik hati Devikha, yang mulai tersadar akan kebodohannya.


"Kalau kau berontak, aku akan melemparkan mu!" ancaman Arjuna, sukses membuat niat Devikha urung dilakukan.


"K-kau, kau mau membawaku kemana?" akhinya Devikha memberanikan diri untuk bertanya. Dia tidak ingin menjadi wanita bodoh, yang hanya diam saja tanpa melakukan perlawanan.


Kali ini Arjuna menoleh, pada wanita yang tengah berada didalam gendongannya, perlahan salah satu sudut bibirnya terangkat.


"Mulai sekarang, kau akan menjadi asisten pribadiku. Mengurus semua kebutuhanku, mulai dari jadwal kerja, pakaian, makanan, hingga keperluan pribadiku." ucap Arjuna santai, namun tidak bagi Devikha.


Wanita itu membuka mulutnya lebar, kala mendengar ucapan pria yang baru saja dia kenal ini. Tidak, bahkan dia belum berkenalan, namun masih ingat namanya saat si botak memanggilnya diruang meeting tadi.


"Apa maksudmu, Tuan? kau mau menjadikan aku babysitter mu? begitu huh?" tanya Devikha yang masih belum percaya dengan ucapan pria yang tengah tersenyum smirk padanya.

__ADS_1


"Kau pikir aku mau! turunkan aku sialan! kau pikir almarhum Ayahku yang sudah menyekolahkan ku tinggi tinggi, akan rela melihat putrinya jadi seorang kacung? apa lagi menjadi kacung pria gila sepertimu!" pekik Devikha, bahkan wanita itu meronta didalam gendongan Arjuna, membuat pria itu sedikit kewalahan.


"Diam! atau kau mau aku menaikan jabatanmu, yang tadinya asisten pribadi, menjadi seorang istri." ucapam Arjuna sukses membungkam Devikha.


Kedua matanya melotot horor, pada pria yang tengah membawanya kesebuah mobil sedan mewah. Bahkan saat Arjuna menurunkan Devikha ditempat duduk, kedua mata wanita itu terus saja menatap horor pada pria yang entah sejak kapan, sudah duduk disisinya.


Namun Devika tidak menyerah, wanita itu segera meraih handle pintu mobil, namun sebelum dia berhasil melakukannya, Arjuna sudah lebih dahulu mencegahnya.


"Menurutlah, aku jamin akan baik baik saja," ujar Arjuna dalam dan penuh makna.




DEVIKHA MURAD SALIM


**HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


JANGAN LUPA DUKUNGANYA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2