Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Tunggu Aku


__ADS_3

Didalam kamar sang Adik, Radja tengah menggerutu sendiri. Bagaimana tidak, saat ini Ambar dan beberapa saudaranya dari sang Ibu tengah memakaikannya masker berwarna kuning dan miliki bau yang tidak sedap baginya.


"Masker apa yang kalian pakai? kenapa baunya, astaga lebih busuk dari sayur basi." Radja sudah tidak kuat lagi untuk menahan siksaan keempat remaja serta satu wanita setengah dewasa yang tengah memegangi kepalanya.


"Kak Radja diam deh, ini masker yang dibuat khusus oleh Bibi Puja. Katanya dari, dari apa ya? Ambar juga lupa. Udahlah Kak Radja menurut saja kenapa sih, nanti pas hari H kita yakin kalau wajah Kak Radja akan bercahaya bagaikan neon baru." oceh Ambar yang kembali mengoleskan benda kuning itu diwajah Radja.


"Astaga kenapa Kakak yang menjadi bahan percobaan Bibi Puja." Radja menggerang frustasi.


Kelima wanita muda itu terkikik geli melihat betapa frustasinya Radja saat ini, bahkan Lora yang sedang bermain diatas karpet ikut tertawa sembari bertepuk tangan melihat wajah sang Papa.


"Lihat Lora saja tertawa, yakan keponakan Bibi yang cantik suka lihat Papa kayak gini." ucap gemas Ambar sembari mencolek pipi gembul Lora, hingga benda becek berwarna kuning itu ikut menempel dipipi gembul Lora.


"Papa," celotehnya


Radja tersenyum tipis mendengar Lora memanggilnya, kedua sudut bibirnya terangkat kala membayangkan bagaimana kehidupannya bersama Berliana nanti setelah mereka menikah. Akan ada banyak bocah kecil yang memanggilnya dengan panggilan Papa.


Bahkan Radja sudah memikirkan akan berapa banyak anak yang mereka produksi nanti. 2, 3 atau 4 tidak buruk juga. Semakin banyak semakin ramai, Lora akan memiliki banyak saudara nanti.


"Kak!" panggil Ambar ketika melihat sang Kakak tersenyum sendiri tidak jelas.


"Ya!" sahut Radja cepat

__ADS_1


"Pasti lagi mikirin kakak ipar ya, hayo ngaku." tebak Amberesa membuat Radja tersenyum malu malu.


"Ciee yang udah gak sabar untuk bertemu, sabar masih ada waktu 4 hari lagi Kak. Tahan sedikit oke, ingat ponsel laptop masih Ambar sita sesuai perintah baginda Raja." ucap jahil Ambar pada Radja


Pria itu menghela napasnya pelan, Radja tidak bisa berbuat apa apa lagi saat ini selain menurut pada sang Ibu dan Ayahnya.


'Tunggu aku My Queen!' ucap yakin Radja didalam hati


💝


💝


💝


"Bukan, itu Oma Anin sama Mak Cik Tata yang masak." jawab Elira seadanya tanpa berani untuk menatap Raga, lalu wanita itu kembali melangkahkan kedua kakinya.


Namun baru saja beberapa langkah Elira berhenti saat mendengar Raga kembali bersuara.


"Kenapa kamu selalu menunduk saat saya berbicara? memangnya wajah saya tidak sedap dipandang ya?" tanya Raga sembari menyunggingkan senyuman tipisnya.


Elira bingung harus menjawab apa, wanita itu meremas switer peach yang dipakainya. Rasa gugup saat ini tengah hadir didalam dirinya.

__ADS_1


"Maaf, a-aku cuma takut lihat mata Om Raga." jawaban Elira terlampau jujur, Raga bahkan hampir saja tersedak nasi yang tengah dia kunyah saat ini.


Pria itu menoleh pada wanita yang tidak jauh darinya, keningnya berkerut kala melihat Elira meremas ujung switernya. Kenapa wanita ini terlampau jujur, biasanya wanita lain akan mengatakan kalau dia tidak sanggup melihat wajah tampannya maka dari itu mereka tidak berani menatap wajah atau kedua matanya.


"Memangnya kenapa dengan mata saya hm" Raga kembali bertanya dan melanjutkan makannya dengan santai.


Raga tidak sabar menunggu jawaban yang akan dikatakan oleh wanita yang ternyata masih bersaudara dengan kakak ipar sepupunya itu.


"I-itu, itu karena mata Om Raga mirip E...," ucapan Elira terputus kala mendengar panggilan Cia


"Kak Lira, ayo kita luluran! Mace udah beliin kita lulur nih!" teriakan Cia membuat Elira bergegas pergi meninggalkan Raga yang masih santai menikmati makanannya.


"Belum dijawab sudah pergi." gerutu Raga pada Elira



**JANGAN KEBANYAKAN NGELAMUN, ENTAR AYAM TETANGGA PADA MATI


YUHUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYYYYY MUUUUAAAAACCCHHH**


__ADS_2