Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Duda Beranak Satu


__ADS_3

Berlian dan Radja memutuskan untuk menemui Bara serta Agatha yang saat ini tengah berada diruang keluarga. Mereka saling menggenggam tangan satu sama lain, senyuman dibibir mereka terus saja mengembang.


Keduanya sepakat untuk lebih mengenal satu sama lain, dan kini status mereka adalah sepasang kekasih. Bisa dibayangkan bukan bagaimana perasaan Berliana saat ini, angan angannya selama ini ternyata menjadi kenyataan.


"Ma Pa?" Berliana segera memanggil kedua orang tuanya yang tengah menunggu kedatangnya sejak tadi.


"Sudah?" Bara membuka suara, pria paruh baya itu menggeser tubuhnya sedikit menjauh dari Agatha, karena sedari tadi pria itu terus saja menempel pada sang istri.


"Kita berdua sudah memutuskan?" kali ini Radja yang berbicara, dia menatap serius pada orang orang yang ada diruangan itu. Bahkan Radja belum pernah melihat apa lagi mengenal mereka semua.


"Jadi?" Bara kembali bertanya


"Bell udah nerima Radja sebagai calon suami Bell." ucapan Berliana membuat Radja menoleh kearahnya, dia tidak percaya apa yang dia dengar.


'Calon suami?' batin Radja ikut bersuara, namun kedua sudut bibirnya yang terangkat tidak dapat membohongi orang orang disana, kalau saat ini Radja tengah bahagia.


"Calon suami? Kalian sudah memutuskan itu semua, dan dipikirkan matang matang?" Bara kembali angkat bicara, pria paruh baya itu menatap pada sang Putri. Bukannya Bara tidak yakin pada keputusan Berliana, hanya saja dia tidak ingin Berliana terburu buru untuk mengambil sebuah keputusan.

__ADS_1


"Ya walaupun kita berdua sedang berproses mengenal lebih dalam lagi, tapikan nanti juga Radja yang bakalan jadi suami Bell Pa." Berliana memainkan ujung jas tuxedo Radja saat dia membuka suaranya.


"Oke terserah kalian, yang terpenting Papa gak mau denger kalau beberapa minggu kemudian kalian berantem atau pisah. Kalian sudah dewasa, kalau ada suatu hal yang seumpanya tidak nyaman dihati, utarakan dan bicarakan baik baik. Jangan suka mengambil keputusan disaat kita sedang emosi." Bara terdengar seperti tengah memberikan petuahnya pada Berliana dan Radja.


"Ya Pa." sahut Berliana, sedankan Radja dia hanya menganggukan kepalanya pelan. Tatapannya terarah pada keempat orang yang tengah menatapnya.


"Oh iya kenalkan, ini Gavyndra adiknya Berliana, ini nenek kakeknya dari Bengkulu dan yang Elira sepupu Berliana." Agatha segera memperkenalkan satu persatu anggota keluarganya, saat melihat wajah bingung dan penasaran Radja.


"Saya Radja, calon suaminya Queen. Salam kenal Nenek Kakek, Gavyn dan Elira." Radja memperkenalkan diri seadaanya, dan setelah itu Berliana membawa Radja duduk didekat Gavyn. Waktu sudah menunjukan pukul 9.30malam, namun karena ini malam minggu jadi keluarga Bara memutuskan untuk tidur lebih larut. Ditambah lagi ada tamu yang diundang oleh Bara, padahal tamu itu sebelumnya kena tamparan kerasnya.


"Anak? anak siapa Ta?" Rina akhirnya angkat bicara karena penasaran.


"Anaknya Radja Bu?" Agatha menanggapinya santai.


"Jadi dia duda dan punya anak satu?" Rina menatap tidak percaya pada Agatha, lalu pandangannya dia alihkan pada Radja yang terlihat tidak terusik sedikit pun.


"Memangnya kenapa kalau Radja duda, gak ada masalahkan. Yang penting bukan suami orang." Agatha kembali santai saat menanggapi ucapan sang Ibu, kenapa ibunya jadi tidak sadar diri begini sih. Bukannya dia juga menikahi duda beranak satu setelah suami pertamanya atau Ayahnya meninggal.

__ADS_1


"Ya tapikan Berlian bisa mencari per...," Ucapan Rina terpotong


"Ibu juga menikahi duda beranak satu, Ibu lupa?" Ucapan Agatha membuat Farhan menoleh kearahnya, namun pria tua itu hanya menyunggingkan senyumnya pada putri sambungnya.


"Tapikan itu beda, Ibu menikah sama Bapak kamu setelah Ayah kamu mening...," Ucapan Rina terpotong kembali.


"Sudahlah Bu, yang terpenting mereka saling mencintai. Radja juga bukan suami orang, status dia single. Maaf apa Mama boleh bertanya sama kamu?"  Agatha ingin segera mengakhiri pedebatannya bersama sang Ibu.


"Silahkan, Tante mau bertanya apa pada saya?" Radja menanggapinya dengan tenang, dia tahu betul pasti perdebatan semacam ini cepat atau lambat akan terjadi saat dia dan Berliana mengumumkan hubungan mereka keseluruh anggota keluarga.


"Maaf sebelumnya, status duda yang kamu sandang saat ini, apa itu karena perceraian atau...," Ucapan Agatha terhenti


"Istri saya meninggal, sudah hampir beberapa bulan ini." Radja segera memotong ucapan Agatha, dia tahu kemana arah pertanyaan yang akan diberikan oleh calon ibu mertuanya.


Semua orang disana terdiam tanpa terkecuali, Rina bahkan tidak bertanya lagi setelah Radja memberitahukan hal yang membuat dia bisa menyandang status duda beranak satu.


__ADS_1


__ADS_2