Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Memaafkan dan Melupakan Itu Berbeda


__ADS_3

"Apa peduliku?" sahut Elira tak acuh


Tiara yang melihat sikap tak acuh Elira, hanya menelan susah payah salivanya. Wanita paruh baya itu terlihat menggeser kursi yang dia duduki agar mendekat ada Elira.


Kedua tangan Tiara meraih salah satu tangan Elira, yang bertumpu diatas pangkuan wanita muda itu.


Tiara menggenggam erat tangan Elira, kedua sorot matanya menatap memohon pada Elira, saat ini.


"Saya mohon, tolong temui Arjuna sekejap saja, tolong maafkan segala kesalahannya selama ini padamu. Tolong bujuk putraku agar mau kembali hidup normal seperti dulu lagi. Aku sebagai seorang Ibu, tidak tega melihatnya terus menerus mengurung diri didalam kamar, dan menghabiskan banyak minuman beralkohol, setiap harinya," ujar panjang lebar Tiara pada Elira, dan hanya ditanggapi berkedip oleh sang calon Nyonya Samudera.


Perlahan Elira menarik tangannya dari genggaman Tiara, kedua matanya masih menatap datar pada wanita yang menjadi Ibu dari si pria yang telah membuat hidupnya hancur berantakan.


"Saya sudah memaafkan putra anda, Nyonya." ucap Elira tenang, dan itu membuat senyuman Tiara perlahan terbit.

__ADS_1


"Tapi maaf, kalau untuk bertemu dengannya, saya tidak akan pernah bisa. Selain ingin menghargai perasaan calon suami saya, saya juga tidak mau bertemu dengan putra anda." ucap Elira selanjutnya, dan itu membuat senyuman dibibir Tiara memudar.


Wajah Tiara yang tadinya berbinar, kini berubah mendung. Kedua sorot matanya terlihat lelah dan pasrah, bahkan wanita paruh baya yang terkenal angkuh serta sombong itu menundukkan kepalanya.


"Memaafkan, bukan berarti harus melupakan. Saya rasa pembicaraan kita sudah selesai, kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, saya permisi!" ucap tenang serta terkesan sopan Elira, membuat Tiara sedikit tersentak dari lamunannya.


Satu tangannya terulur untuk meraih lengan Elira, namun tidak berhasil. Elira sudah lebih dahulu menjauh darinya dengan tergesa. Tiara menatap penuh harap, pada punggung kecil wanita yang hati serta tubuhnya hancur, karena perbuatan sang putra.


'Aku harus apa lagi? Elira satu satunya yang bisa menyadarkan Arjuna. Namun wanita itu tidak mau menemui apa lagi berbicara dengan putraku, Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang?' lirih hati Tiara.


Tiara mendongak, kedua matanya mengerejap kala melihat wajah cantik wanita diusia tuanya saat ini. Perlahan Tiara menganggukkan kepala pelan, namun kedua matanya tidak lepas dari wanita tua yang saat ini tengah menatapnya.


"Jadi, putramu yang sudah membuat keadaan Lira, seperti sekarang ini?" tanyanya tanpa basa basi lagi

__ADS_1


Pandangan sang wanita tua itu semakin menusuk, kala melihat wanita yang usianya dua tahun lebih tua dari Bara sang putra, menganggukkan kepala pelan.


"Kalau begitu sampaikan pada Putramu, jangan pernah lagi mengganggu Elira! biarkan dia bahagia bersama suaminya nanti. Jangan menambah beban moral pada wanita malang itu, kalau memang kau, putramu serta keluarga kalian memiliki niat baik pada Elira, seharusnya dari jauh hari kalian datang, dan segera bertanggung jawab. Namun apa? kalian tidak pernah melakukan hal itu bukan, tapi saat putramu terpuruk sekarang, kamu datang kemari mengemis rasa kasihan pada Elira kami," ujar panjang lebarnya membuat Tiara membisu


Semua yang diucapkan wanita yang seusia almarhumah IbuNya itu benar adanya. Arjuna terlambat untuk memperjuangan Elira saat ini, Tiara bisa melihat kondisi kediaman keluarga Elira saat ini.


Tiara tidak bodoh, kalau lingkungan yang tengah dia injak saat ini, tengah dihias sedemikian rupa, untuk menghasilkan karya indah sebuah acara pesta pernikahan.


'Apa semuanya sudah terlambat sekarang? Arjun, maafkan Mama dan Papa serta Kakekmu Nak, maaf Sayang.' lirih hati Tiara



**YOK BISA YOK, KITA TUNGGU SIARANNYA DI MASJID😂😂😂CANDA JUN YAELAH, GITU AJA NGAMBEK, NENG KECUP NIH

__ADS_1


DUA PART LAGI AKU UP AGAK SIANG YA, SEE YOU DI DUA PART SELANJUTNYA


MUUUAAAACCCHHH**


__ADS_2