
"Kenapa kamu diam aja sih? kamu lagi mikirin apa yang bilang sama Opa tadi? udahlah gak usah dipikirin Opa emang suka ngawur kalo ngomong." Berliana meringis sendiri, padahal yang diucapkan oleh Opa nya itu benar adanya.
"Kamu beneran mas kawinnya mau perkebunan pisang Raja?" Radja kembali bertanya
Bolehkah Berliana menangis saat ini, kenapa si duda gondrong tercintanya ini harus membahas pisang Raja lagi saat ini. Sepertinya Radja menanggapi serius apa yang dikatakan oleh Opanya.
"Itukan Opa yang bilang bukan aku, kalau aku mah sedikasihnya kamu aja, gak mau ngeberatin kamu dan gak ngerendahin aku juga." Berliana meremas jari jarinya sendiri karena gugup. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya saat mereka membahas soal pernikahan.
"Jadi, mas kawinnya mau perkebunan pisang Raja hm?" Radja tersenyum tipis pada Berliana yang tengah menatapnya.
"Kenapa bahas pisang Raja lagi sih, aku kan udah bilang sedikasihnya kamu aja. Bukan perkebunan pisang Raja juga gak apa apa, udah ih gak usah bahas pisang pisang lagi, nanti aku bisa gagal fokus jadinya." Berliana menutup mulutnya sendiri saat kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.
"Ah iya, kamu kan mau ketemu sama Kevin, ayo aku antar!" Berliana segera mengalihkan pembicaraan mereka sebelum Radja bertanya tentang pisang Raja lagi padanya.
Berliana segera menarik lengan Radja dan membawanya menuju kolam ikan yang ada dihalaman rumahnya. Berliana berbinar kala melihat Kevin, si duda angsa sedang berenang dikolam.
"Kevin?!" suara teriakan Berliana membuat angsa itu mengepakan sayapnya berkali kali.
__ADS_1
Bahkan angsa jantan itu keluar dari dalam kolam dan mendekat kearah Berliana yang masih berada diluar pagar kolam.
"Kevin, Bell kangen banget tau sama kamu. Maaf ya Papa belum nemuin pengganti Angela, tapi tenang besok Om Talla mau bawain temen buat kamu katanya." Berliana membelai kepala angsa jantan itu dengan lembut, kepala angsa itu menjulur disela sela pagar.
"Ini yang namanya Kevin?" Radja mengerenyitkan dahinya melihat makhluk yang bernama Kevin.
"Iya, ini namanya Kevin. Ganteng kan? dia putih, ganteng, berbulu dan suka banget kalau aku peluk." Berliana mengecupi kepala angsa jantan itu dengan gemas. Radja yang melihat itu benar benar dibuat menganga, bahkan pria berwajah tampan rupawan itu mengusap kasar wajahnya. Pikiran buruk tentang makhluk yang bernama Kevin hancur seketika.
"Radja?" Berliana memegang lengan Radja saat melihat pria itu tersenyum sendiri sembari menatap kosong kearah kolam.
Berliana mendongak saat Radja tiba tiba memeluknya, Berliana tidak mengerti kenapa kekasihnya ini tiba tiba memeluknya seperti ini. Tapi perlahan senyumannya terbit, tangan Berliana perlahan naik untuk membalas pelukan kekasihnya.
Bahkan Kevin bersuara keras saat melihat kedua sejoli itu berpelukan mesra dihadapannya, mungkinkah Kevin si Dusa duda angsa itu cemburu melihat mereka berpelukan? entahlah hanya Tuhan,Kevin dan Ikan Ikan dikolam yang tahu.
"Oh ya, apa besok kamu sibuk?" Radja kembali bertanya pada Berliana yang sedang berada didalam dekapannya.
"Enggak kenapa?" Berliana kembali mendongak
__ADS_1
"Besok Ayah mau bertemu sama kamu." Radja melepaskan dekapannya, satu tangannya menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Berliana.
"Ayah? Ayah kamu?" Tanya Berliana
"Iya!" jawab Radja singkat
Berliana terdiam sejenak, namun kemudian menganggukan kepalanya semangat.
"Oke, aku mau!" Berliana tersenyum pada Radja sembari menggenggam erat telapak tangan besar kekasihnya.
"Oke besok aku jemput kamu dirumah, oh ya aku suka saat kamu memakai pakaian India tadi." Radja mengerlingkah sebelah mata pada Berliana, wanita itu menatap tidak percaya pada Radja. Kenapa pria ini tahu perihal pakaian itu, pasti sudah ada konspirasi dibelakangnya.
' Ambaresa? astaga aku lupa kalau disana tadi ada calon adik iparku.' Berliana segera berlari meninggalkan Radja yang tengah mengulum senyumanya.
"Kalau bisa besok kamu pakai itu lagi ya!" seruan Radja membuat Berliana melemparkan sandal jepit kearahnya.
__ADS_1