Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Prince


__ADS_3

Radja terus saja mengembangkan senyumnya, kala melihat sosok pangeran kecil, yang tengah dibersihkan oleh salah satu suster.


Persalinan Berliana berjalan lancar, dengan dua kali mengejan, sang Ratu mampu melahirkan penerus Dewangga.


"Terimakasih, sayang." ucap tulus Radja, bahkan saat ini dia sudah tidak merasakan apa pun diperut serta pinggangnya. Rasa sakit itu hilang begitu saja, setelah sang pangeran berhasil dilahirkan.


"Dia tampan." lirih Berliana, kala melihat sang putra yang tengah di bedong oleh suster.


"Kenapa mukanya mirip kamu semua?" lanjutnya lagi.


Radja terkekeh, kala melihat wajah melas Berliana. Wanita cantik itu merasa ini tidak adil, selama 9 bulan lebih dia yang mengandung, kenapa wajah sang putra, lebih banyak mengambil alih gen Radja.


"Ya tidak apa apa, dia kan memang putraku," ujar santai Radja, ada rasa bangga karena dia bisa lebih mendominasi.


"Tapikan, aku yang hamil." sahut Berliana masih tidak terima. Sebenarnya dia sudah membayangkan kalau, si calon pangerannya akan lebih mirip dengannya. Namun ternyata, kenyataan tidak sesuai ekspetasi.


"Sudah tidak apa apa, besok kita bikin lagi, yang mirip sama kamu. Semuanya, dari wajah, rambut, sikap bahkan hatinya juga." bujuk Radja lembut, dia tahu kalau saat ini, emosi Berliana masih belum stabil.


Berliana menghela napas kasar, perlahan namun pasti dia menganggukkan kepala pelan. Senyum perlahan terbit dari kedua sudut bibirnya, bahkan Berliana yang hanya menggunakan br*a, sudah dipeluk erat oleh Radja.


🍌

__ADS_1


🍌


🍌


"Cucu Opa ganteng banget sih," ujar Bara.


Pria paruh baya itu terlihat sangat bahagia, saat menggendong cucu pertamanya. Senyuman Bara tidak luntur sedikit pun, bahkan dengan gemas dia mengecupi pipi gembul sang bayi.


"Jangan di ciumi terus, bisa kempes pipi cucuku nanti." protes Rajasa, pria yang tengah menatap Bara, terlihat sangat iri. Dia juga ingin menggendong Sang Cucu.


Soraya dan Agatha memijit pangkal hidung, masing masing. Kedua pria tua itu, memang tidak pernah akur, ada saja yang mereka ributkan kala bertemu.


"Kalian sudah memberinya nama?" tanya Soraya.


"Prince Aryan Dewangga." ucap mereka serempak.


Nama yang sudah mereka siapkan, dari beberapa bulan yang lalu. Sang putra akan menjadi pangeran bagi seluruh anggota keluarga Prayoga dan Dewangga.


"Malik!" ucap seseorang yang baru saja tiba disana, membuat seluruh anggota keluarga Prayoga dan Dewangga menoleh.


Disana, diambang pintu itu ternyata sudah ada Rohid serta Rayhan dan Tiara. Ketiga orang itu, menampilkan senyuman tipis pada Radja dan Berliana. Tatapan Rohid beralih pada Rajasa, sang putra yang sudah lama tidak dia temui.

__ADS_1


"Kalian tidak mau memberikan nama Malik dibelakang nama buyut, Kakek?" tanya Rohid.


Pria tua bertongkat itu, terlihat melangkah mendekat pada Bara dan Rajasa, yang tengah duduk bersebelahan.


"Kau benar benar sudah membuang, nama Ayah dari keluargamu, Nak?"  tanya Rohid pada sang putra.


Pria tua itu menatap sendu dan maklum pada Rajasa, sang putra terlihat mengalihkan pandangan kearah lain. Seakan enggan untuk menatap Ayah kandungnya sendiri, yang beberapa tahun ini menjadi musuhnya.


"Bukankah kau sendiri yang sudah membuang kami, Tuan Malik? maaf, aku bukan manusia yang gila gelar, nama belakang Ibuku lebih cocok untuk aku sandang, berikan saja nama Malik itu hanya pada putra kesayanganmu." ucap pelan Rajasa namun begitu menusuk.


Bahkan Rajasa segera bangkit, meninggalkan semua orang yang ada di ruangan rawat Berliana. Soraya yang melihat sang suami keluar, berinisiatif untuk mengejarnya.


"Silahkan duduk Tuan Malik, jangan biarkan kedua kakimu pegal karena terlalu lama berdiri." ucap santai Damar, pria berbuyut satu itu tersenyum tipis pada Rohid.


"Benar kata Ayahku, jangan biarkan encokmu kambuh, ayo silahkan duduk." tambah Bara, bahkan pria itu to the point tanpa ingin berbasa basi. Jujur dia masih menaruh dendam pada keluarga Malik, apa lagi dengan Arjuna.


Namun, Bara mengenyahkan semua dendamnya, karena tidak baik, hanya bisa merusak hati serta otak nanti.



PRINCE ARYAN DEWANGGA(MALIK)

__ADS_1



HOTZ PAPA


__ADS_2