Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)

Duku Mateng(Duda Kuat Mapan Dan Ganteng)
Iya Sayang


__ADS_3

Berliana terus saja bercengkrama dengan Lora didalam mobil, kedua wanita beda usia itu tidak memperdulikan Radja yang tengah menjadi lalat buah diantara mereka.


"Kita mau makan dimana Queen?" Radja yang sudah gatal ingin bersuara akhirnya tidak sabaran lagi.


"Dirumah makan nasi padang yang ada dideket lampu merah."Β  Berliana menujukan tempat makan yang ingin dia datangi saat ini.


"Oke baiklah." Radja menjawab seadanya, dia tidak tahu harus membalas apa. Pria itu kembali fokus kearah jalanan yang mulai ramai oleh para pengendara.


"Eh gak jadi deh, kita ke restoran Jepang aja. Kalau nasi padang nanti Ola gak bisa ikut makan." Berliana membelai lembut rambut tebal balita cantik itu.


"Restoran Jepang nih, gak jadi kerestoran Padang?" Radja kembali memastikan


"Iya!" jawab Berliana singkat


"Yakin gak bakalan berubah lagi?" Radja kembali menggoda Berliana


"Iya sayang." Berliana reflek menutup mulutnya sendiri, saat kata sayang itu tiba tiba saja keluar begitu saja dari mulutnya. Lora bahkan tertawa saat melihat Berliana menutup mulutnya. Lain dengan Radja yang juga terdiam sama seperti Berliana saat ini. Namun seperdetik kemudian senyuman dikedua sudut bibirnya mengembang.


Satu tangannya terulur untuk meraih kepala Berliana, Radja mengarahkan bibirnya kearah puncak kepala Berliana dan mengecupnya lembut.


"Aku suka panggilan itu, apa tadi ya sa- sa- apa ya?" Radja melirik Berliana lewat sudut matanya setelah dia melepaskan kepala wanita itu dari dekapannya.

__ADS_1


Sedangkan Berliana semakin dibuat membatu ditempatnya saat merasakan kalau Radja baru saja mengecup puncak kepalanya.


'Astaga, baru puncak kepala saja yang di kecup sudah begini rasanya, apa lagi kalau puncak yang lain.' Berliana menjerit keras didalam hatinya.


"Queen?" Panggil Radja


"Ah iya!" Berliana segera tersadar, dia melirik pada Radja yang tengah tersenyum tipis padanya.


"Aku suka panggilan kamu tadi, apa ya kok aku lupa, sa- sa apa ya ta...," ucapan Radja terpotong


"Sayang." Berliana kembali menutup mulutnya kembali, dia kembali merutuki bibirnya yang begitu mudahnya mengucapkan sayang pada Radja, dan memang hanya untuk Radja.


"Sayang? aku suka panggilannya My Queen." Radja kembali mengembangkan senyumannya saat melihat Berliana yang terlihat mengalihkan pandangannya kearah lain.


Wanita itu mati matian untuk tidak tersenyum, baru beberapa menit bersama Radja saja hatinya yang murahan ini sudah menunjukan eksistensinya. Astaga, bisakah si hati ini lebih dimahalkan sedikit saja, walaupun memang tidak akan mungkin bisa kalau dia sudah berhubungan dengan Radja.


Tidak lama mereka bertiga sampai disalah satu restoran Jepang, Radja segera memarkirkan mobil Alphard putihnya. Pria itu segera keluar dari mobil dengan cepat, namun belum sampai dia dipintu mobil sebelahnya, Berliana sudah membukanya terlebih dahulu.


Akhirnya Radja hanya menghela napasnya pelan, maksud hati ingin membuat kesan romantis, ternyata kenyataan tidak sesuai ekspetasi.


Radja tersenyum, dia segera mendekat pada Berliana dan Lora yang sudah siap untuk segera masuk kedalam resto.

__ADS_1


"Ayo!" Radja merangkul pinggang kecil Berliana, mereka bertiga terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia. Lora pun terlihat senang didalam gendongan Berliana.


Radja membawa Berliana dan Lora dimeja dekat kolam ikan koi yang ada disana. Lora terlihat berbinar saat melihat ikan ikan cantik itu mendekat saat mereka mendekati kolam.


"Kamu mau pesan apa?" Radja membuka buku menu dan memberikannya pada Berliana.


"Chiken natshu,Β  tempura udang, sushi, sama green tea nya satu." Berliana menyebutkan semua makanan yang ingin dia makan siang ini.


"Samakan saja pesananya ya Mas, tambahan satu lagi saya mau makanan yang bisa dimakan oleh balita yang baru berusia satu tahun dua ya." Radja menyerahkan buku menu itu kembali pada pelayan resto.


"Baik ditunggu ya." pelayan itu segera pergi, kini mereka bertiga kembali antusias saat melihat ikan ikan cantik didalam kolam.


"Aku juga punya kolam dirumah, besok kalau Lora main kesana Bell bakalan bawa Lora ketemu sama Kevin ya."Β  Berliana tersenyum melihat wajah berbinar Lora saat ikan ikan berwarna warni itu mendekat padanya.


'Kevin?' Radja mengerenyitkan dahinya mendengar nama yang disebutkan oleh Berliana.


"Kevin? siapa Kevin?"Β  Radja begitu sangat penasaran



DUSA DUDA ANGSAπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ

__ADS_1


__ADS_2