
"Ai?" panggil Berliana, sembari mengalungkan kedua tangannya dileher Radja. Saat ini Berliana tengah memeluk leher Radja dari belakang, sedangkan Radja tengah sibuk dengan laptop di pangkuannya.
"Apa, My Queen?" jawab Radja pelan, satu tangannya mengusap lembut wajah serta kepala Berliana tanpa mengalihkan pandangannya kearah lain.
"Besok anterin aku ke DIAMOND QUEEN ya, soalnya mulai besok aku mulai masuk lagi. Gak enakkan kalau libur lama lama, nanti pada di ghibahin karyawan." ucap Berliana sedikit tidak jelas karena wanita itu tengah menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Radja.
Bahkan Berliana memberikan kecupan kecupan kecil diarea itu. Radja tersenyum tipis kala sang Ratu mulai agresif, salah satu yang paling Radja sukai dari Berliana adalah keagresifannya, keras kepala serta kata kata pedasnya.
Padahal dulu saat ada wanita yang bersikap agresif padanya, Radja akan menghindar atau memilih pergi tanpa bicara apa pun. Namun entah kenapa, saat yang Berliana agresif Radja akan senang hati menerimanya, bahkan menikmatinya seperti sekarang ini.
"Queen?" panggil Radja penuh peringatan kala tangan nakal Berliana sudah merangsak masuk kedalam kaos dalam hitam yang melekat ditubuh sempurnanya.
"Apa? cuma elus doang masa gak boleh! lagian siapa suruh pakai baju sexy kayak gini? cuma pake kut*ang sama boxer, bikin orang mupeng aja!" protes Berliana kala suaminya mulai memperingati kedua tangan Berliana bergerak semakin jauh.
__ADS_1
Dahi Rafda mengerenyit kala melihat Berliana melepaskan pelukannya, Radja terlihat segera menutup laptopnya.
Pria itu terlihat serba salah saat melihat Sang Ratu melemparkan tubuhnya diatas tempat tidur mereka. Bahkan Berliana membungkus seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebal berwarna kuning kesukaannya. Ada yang perlu kalian tahu, kalau saat ini kamar Radja yang dulunya didominasi oleh warna pria sejati, kini berubah menjadi bernuansa kuning, dengan banyak boneka pisang dan minions kevin kesayangannya.
Walaupun tidak Berliana dekap saat dia tidur, namun si Kevin minios sudah menempati nakas yang ada disebelahnya.
Bahkan sebenarnya Berliana ingin membawa si Dusa Kevin kekediaman Radja. Namun karena Bara dan Agatha melarangnya, terpaksa Dusa Kevin dia tinggalkan.
"Sayang, ayo katanya mau pegang. Pegang saja sepuasnya, ini semuakan milik kamu." rayu Radja, sembari meraih tangan Berliana dan mengarahkannya pada dada telanjangnya saat ini.
Berliana masih belum menanggapinya, namun sebisa mungkin dia menahan senyum serta tawanya. Bahkan Berliana menggigit bibirnya kala Radja terus saja membawa tangan nakal itu semakin turun. Berhenti tepat diatas perut berotot sempurna milik Radja, jari jari lentik milik Berliana sudah tidak kuat menahannya lagi.
Perlahan jari jari nakal itu bergerak selembut kapas, menyusuri setiap lekuk otot perut suaminya. Bahkan Berliana sudah menatap Radja yang tengah memejamkan kedua matanya kala jari jari lentiknya semakin liar,
__ADS_1
namun tetap dengan gerakan sehalus kapas.
"Queen?" panggil Radja lagi kala Berliana mengecup rahangnya dengan lembut, bahkan sedikit memberikan sedikit ******* kasar dirahang berbulu halus Radja.
"Pegang boleh?" pinta Berliana, bahkan permintaan wanita itu membuat Radja membuka kedua matanya.
"Pegang apa hm?" ucap Radja sedikit tertahan, dia menatap sayu pada Berliana yang tengah menggigit bibir bawahnya, dan itu terlihat begitu sexy dimata Radja.
"Pisang Raja, boleh?" pinta Berliana lagi dengan mata berbinarnya, dan itu semakin membuat Radja harus menahan gejolak panas tubuhnya agar tetap terkendali.
"Apa pun untukmu, My Queen." balas Radja pelan
__ADS_1