
Semua orang yang ada dimeja makan saling lirik saat melihat Berliana yang tengah menyuapi Lora terlihat memakai sweter panjang hingga kelehernya. Padahal pagi ini cuaca begitu cerah, tidak tanda tanda mendung atau pun hujan.
Berliana yang tahu kalau dia tengah ditatap aneh oleh banyak mata hanya bersikap biasa seolah olah tidak peduli. Padahal dalam hatinya saat ini Berliana tengah mengerutuki Radja karena sudah banyak memberikan kiss mark dileher serta bahunya tadi saat mereka mandi bersama.
"Kak Bell kedinginan ya? kok pakai sweter tebal pagi pagi. Perasaan cuaca diluar cerah, gak ada tanda tanda mau hujan." si Comel Yasmine akhirnya bersuara setelah sekian lama diam. Padahal sedari tadi dia ingin bertanya, rasanya pertanyaan itu sudah berada diujung lidahnya.
"Emm iya, habis mandi dingin, jadi Kakak pakai sweter." Berliana berusaha untuk tenang, dia tidak mau jiwa kepo adik sepupunya itu terpancing. Karena kalau sampai terpancing bisa berbahaya untuknya.
Apa lagi saat ini Radja belum turun karena sedang mengecek berkas berkas yang dikirimkan oleh sekertarisnya lewat E-mail.
"Kamu belum sarapan Nak, ayo sarapan dulu. Lora biar Ibu yang suapin, nanti kalau suami kamu tahu kalau kamu belum sarapan, dia bisa ngomel." Soraya memberikan sarapan untuk Berliana. Dia tahu kalau menantunya ini sudah lapar, namun karena masih menyuapi Lora Berliana menahanya.
Soraya bahkan tidak menyangka kalau Berliana mau menerima kehadiran Lora didalam rumah tangganya bersama Radja. Karena Soraya mengetahui kalau Berliana sudah tahu kalau Lora bukan darah daging Radja. Mungkin kalau wanita lain, mereka tidak akan memperdulikan balita cantik itu. Apa lagi saat tahu kalau Lora tidak memiliki gen Dewangga dan Malik.
"Gak apa apa Bu, sarapan Lora dikit lagi abis kok. Ya kan cantik, Lora makannya banyak ya pantas aja pipinya sama perutnya kayak bakpau." Berliana menggigit gemas kedua pipi anak sambungnya.
__ADS_1
"Aku juga mau nunggu Mas Radja turun Bu." lanjutnya
Semua orang yang ada disana kembali saling tatap mendengar panggilan baru yang diberikan oleh Berliana untuk Radja.
"Ekhem, kayaknya aku juga bakalan nyari cowok yang mau dipanggil Mas." celetuk Cia
"Loh bukannya udah ada ya Kak Cia, itu si Bapak Penghu...," ucapan Yasmine terhenti saat Cia membekap mulutnya dengan sebelah tangannya.
"Penghu? penghu siapa Yas?" kini Gala ikut angkat bicara saat Yasmine yang comel itu hampir saja keceplosan.Sementara Nagara dan Lovy terlihat masih menikmati sarapan mereka, tidak terganggu dengan obrolan para anak muda itu. Bahkan Gara masih sempatnya menyuapkan sepotong roti pada Lovy.
Yasmine menganggukan kepalanya pasrah, dia sangat ngeri melihat kedua mata kakak sepupunya yang hampir keluar dari tempatnya.
"Serius? awas ya kalau bohong, terus pada macam macam dibelakang Abang sama Papi. Inget, pria yang akan menjadi pasangan kamu nanti harus lulus uji kelayakan dari kami berempat. Abang, Papa, Pace Ilham dan grandpa Crish, besok Abang bakalan nyuruh Melody buat ngawal kamu!" ucapan Galaska benar benar membuat Cia membuka mulutnya lebar lebar. Kedua sudut matanya melirik tajam pada Yasmine yang tengah menggumamkan kata maaf tanpa suara.
Baru saja dia kembali menyukai seorang pria setelah putus beberapa tahun yang lalu dari Reky, sekarang Sang Abang malah kembali mengontrol pergerakannya. Bahkan kalau pun si Melody sumbang itu tidak diperintahkan oleh Gala untuk memata matainya, pergerakan Cia juga tidak terlalu bebas.
__ADS_1
Gala memiliki banyak mata dan telinga diseluruh sudut kota ini, bahkan para preman jalanan begitu mengabdi padanya.
Lalu apa dayanya dia saat ini, apa lagi pria yang dia sukai saat ini hanya pria biasa yang mungkin jauh berbeda dengan sifat serta sikap Abangnya. Harus lulus uji coba kelayakan katanya? uji coba macam apa? suruh masak, nyari duit? apa suruh memegang senjata dan pintar beladiri seperti vibes keluarga Samudera juga keluarga Crishtian?
Mana mungkin bisa, pria yang Cia sukaikan cuma bisa memegang pena dan buku nikah, karena pria itu hanya seorang penghulu yang menikahkan Radja dan Berliana kemarin.
Cinta pada pandangan pertama tepatnya, bahkan Cia sampai menjadi stalker si penghulu tampan yang bernama Alkan Arthama Syarif itu sekarang.
'Aaaahhhkkk pak penghulu, bawa aku kawin lari ajaaaa!' pekik Cia didalam hati
YAKIN CIA GAK KEJET KEJET LIHAT LESUNG PIPINYA
__ADS_1