
"Tidak usah, saya sudah punya minuman saya sendiri. Lain kali sebelum memakai sesuatu lebih baik dicek terlebih dahulu agar tidak membahayakan dirimu maupun orang lain." tolak Radja secara halus pada orang yang masih menyodorkan botol air mineral padanya.
"Tidak apa apa Kak, terima aja. Ini cuma buat permintaan maaf aku aja kok, terima ya?" bujuk orang itu, bahkan tanpa malu dia melebarkan senyuman manisnya pada Radja.
"Mbak, Mbaknya gak denger kalau SUAMI saya tidak membutuhkan minuman ini. SUAMI saya sudah punya sumber minumnya sendiri, jadi mending minumannya buat Mbaknya sendiri. Minum aja, bila perlu habiskan biar Mbaknya tidak gagal fokus." ucapan Berliana memang terdengar pelan dan santai, namun didalamnya mengandung banyak arti. Apa lagi saat wanita itu menekan kata SUAMI disana.
"Tapi saya cuma mau ngasih ini aja kok, gak lebih." orang yang berjenis kelamin wanita itu terus saja ngotot.
"Kak Cia, siap siap buka tutup bobbanya." bisik Yasmine pada Cia, gadis itu merasakan hawa yang sudah tidak kondusif disini.
"Buat apa?" bisik Cia pada Yasmine
"Buat nyiram si lalat buah, kalau masih ngotot." ucap Yasmine gemas kala melihat wanita itu tersenyum senyum tidak jelas pada kakak iparnya.
"Kamu budeg ya? apa memang gak ngerti ucapan saya?" Berliana mulai terpancing, dia akan lebih sensitif kala bersinggungan dengan Radja.
"My Queen tenang oke, minum dulu." Radja mencoba menangkan singa cantiknya yang mulai terpancing. Radja mengerutuki wanita yang tadi menabraknya ini. Sepertinya wanita ini tipe tipe wanita yang agresif sama seperti Berliannya.
"Kakak maukan menerima minuman dari aku?" rupanya wanita ini memang keras kepala,dia kembali menyodorkan botol air mineral itu pada Radja dengan senyumannya yang terus mengembang.
Greep!
Botol dari tangan si wanita asing itu terlepas kala Cia merebutnya, lalu membuka segel dan segera meneguknya hingga tersisa sedikit lagi.
__ADS_1
"Sudahkan tante? saya sudah mewakili kakak ipar saya, jadi silahkan pintu keluar disebelah sana!" Cia menujuk kearah lain tanpa ingin melihat pada si wanita asing.
Sangat jelas sekali kalau wanita itu kecewa dan tidak suka pada Cia, namun dia berusaha baik baik saja demi harga dirinya.
"Ah kalau begitu aku pergi ya, oh iya kenalkan aku Meera Mehra, salam kenal. Siapa nama kakak tam...," ucapanya terputus
"Berliana! istrinya dan calon ibu dari anaknya." Berliana segera meraih tangan wanita yang bernama Meera saat dia mengulurkan tangannya pada Radja.
Bahkan Berliana terlihat mengelus lembut perut ratanya seakan didalam sana sudah ada makhluk mungil yang ditanam oleh Radja.
"Baiklah, kalau begitu aku permisi." wanita itu tersenyum tipis pada Berliana yang tengah menatapnya datar.
Namun sudut matanya masih menatap pada Radja yang tengah menggenggam salah satu tangan Berliana dan terlihat mengelus punggung tangannya lembut.
"Queen?" panggil Radja
Sang Ratu sepertinya tengah merajuk saat ini, Berliana enggan menjawab panggilan Radja bahkan berdehem saja tidak.
"Yas kita beli pop ice yuk, haus nih." ajak Cia pada sepupunya kala melihat suasana yang lumayan cukup tegang antara Radja dan Berliana saat ini.
"Ayo, aku juga mau beli sate ceker ah." Yasmine mengerti kode alam yang diberikan oleh Cia padanya.
"Kak Bell kita mau beli pop ice dulu ya, nanti Kakak aku beliiin." Cia segera menarik lengan Yasmine sesudah berpamitan pada Berliana dan Radja.
__ADS_1
Setelah Cia dan Yasmine pergi, Radja meraih tangan Berliana yang tengah memijat pelan pergelangan kakinya. Bahkan Radja segera menurunkan kakinya dari paha Berliana.
Radja menarik tangan Berliana agar wanitanya itu bangun, lalu mengikuti langkahnya. Kening Berliana berkerut kala melihat Radja membawanya kemobil.
"Kita mau pulang?" akhirnya suara Sang Ratu keluar juga
"Masuk!" perintah Radja
Berliana semakin menekuk wajahnya kala Radja sudah membukakan pintu mobil, dengan kesal wanita itu masuk kedalam Audy merah kesayangannya.
Disusul oleh Radja beberapa saat kemudian setelah Berliana masuk. Pria itu segera menutup pintu mobil lumayan kencang.
"Kita beneran mau pul...," ucapan Berliana terputus saat Radja tiba tiba menyerang bibirnya, pria itu segera melu*mat bibirnya dengan sedikit kasar namun terasa begitu nikmat bagi Berliana.
Semoga saja tidak ada satpol pp atau petugas parkir yang mengetuk kaca mobil mereka saat ini.
**YUHUUUUU JANGAN LUPA BUAT LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYY MUUAAACCHH**
__ADS_1