Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2\ EPS. 45


__ADS_3

Makan malam pun tiba, semuanya sudah berkumpul di meja makan.


"Papa anyi anye nana aji ucing.." jelas Lisa kepada Reyhaan menceritakan bagaimana hari ini Nata menjadi seokor kucing yang lucu berkat Pamannya Rendra.


"Kucing?" Reyhaan menatap Linda, Linda hanya menahan tawa dan melirik ke arah Nata yang sebelah Rendra dari tadi Rendra selalu mengusap kepalanyanya layaknya kucing.


"Ren jan gini napa emang gw kucing hah." ucap Nata menyingkirkan tangan Rendra lalu Rendra memasangkan kalung lonceng kembali berbentuk bulan bintang.


"Tadi juga Bang Rey, si Lisa narik kalung Nata sampe kecekik orangnya." ucap Rendra sambil menyuapkan makanan pastanya ke dalam mulut nya, Reyhaan menatap Lisa wajah polos tanpa dosa.


"Ica nyak cenyaja Papa." oceh Lisa memelas kepada Papanya, Reyhaan hanya terkekeh kecil melihat anaknya ini.


"Gpp tapi jangan di ulangi lagi kasihan Tante Natanya, kalau kehabisan Napas nanti gimana Paman Rendra." celetuk Reyhaan dan Nata pun tersedak Ayam goreng.


"Yak makanya jan rakus Nat.." ucap Rendra memberikan minum, Nata menerimanya sambil melirik tajam Rendra.


Lisa mengangguk dia menerima suapan dari Mamanya dengan lahap sambil memeluk boneka kuda poni nya.


Selesai makan malam semua orang ke kamar masing masing.


Kamar Raden.


Raden tengah duduk di tempat tidur sambil menyenderkan tubuh nya pada dipan tempat tidur sambil memangku Laptopnya memeriksa file file yang belum ia lihat.


Ceklek...


"Raden..."

__ADS_1


seorang masuk membuat Raden menoleh dan tersenyum ke arahnya, dan ternyata adalah Mami Rheva ia menaruh segelas susu dan ada buah apel yang sudah di potong.


"Untukmu." ucap Mami.


"Makasih Mami." ucap Raden memakan sepotong apel.


"kenapa belum tidur?" tanya Rheva membelai rambut Raden lembut, Raden menaruh laptopnya dan tidur diatas pangkuan Rheva.


"Cek File Mami." ucap Raden.


Tak lama Raden tertidur karena belaian lembut pada kepalanya, Rheva tersenyum ia membaringkan kepala Raden pada bantal agar tidak sakit.


"Maaf Raden mami dulu membunuh Bunda mu." ucap Mami mengecup kening Raden lalu keluar kamar, ia berjalan ke kamarnya.


Kamar.


Atha mendudukkan Rheva di atas pangkuannya, Rheva menggalungkan manja tangannya pada leher suami nya.


"Mau itu.." ucap Atha manja.


"Udah punya anak 4 masak mau itu.." goda Rheva, karena tak terima penolakan Yah tahulah....


Ok skip


Keesokan paginya.


Kini semua orang sudah di meja makan,

__ADS_1


Meja makan.


"Rendra kamu apakan anak orang?kasihan Nata dah kayak kamu jadiin kucing." ucap Papi melihat Nata masih dengan kemarin dan wajah cemberut Nata karena Rendra.


"Gpp Pi." ucap Rendra santai menyuapkan sandwich ke mulutnya,


"Ucing... Ucing..." Lisa menunjuk ke arah Nata dengan sebutan kucing.


Lisa ingin di pangku Nata tapi Linda tak mengizinkan takutnya kalung lonceng akan ditarik Lisa kembali, "Main ini aja ok, Tante Nata mau kuliah." ucap Linda membujuk Lisa.


Lisa pun bermain kalung Lonceng kemarin sambil makan..


Setelah sarapan mereka berangkat kampus dan kantor.


Kampus.


"Kayaknya Nata jadi Trend topik kampus pagi ini." ucap Renata menahan tawa melihat Nata yang terus menekuk wajahnya, Rendra ia hanya santai sambil menggengam tangan Nata agar tak kabur.


*Rasanya mau nyungsep ajalh, malu gw.. Batin Nata pasrah.


Mereka pun masuk, banyak yang memperhatikan mereka terutama Nata yang menjelma pagi ini menjadi kucing.


"Ren dilepas yah gw malu di lihatin." ucap Nata sedikit memohon,


"Jangan natap pacar gw terus..." Rendra bersuara agak tinggi dan tatapan tajam.


Semuanya pun tak berani menatap kembali sedangkan Nata bertambah malu karena ucapan Rendra.

__ADS_1


Bersambung. ya


__ADS_2