Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 47


__ADS_3

Pulang kuliah.


Mansion.


"Mami aku mau ngomong sesuatu." ucap Rendra dan Raden bersamaan membuat Mami bingung, "ada apa, sini." keduanya Duduk Rendra di kiri dan Raden di kanan.


"Mami Rendra habis ngelamar seseorang." ucap Rendra membuat Mami sekaligus Raden penasaran,


"Siapa?" tanya Mami.


"Nata Mami, gpp kan?" tanya Rendra takut tak di restui oleh Maminya, Mami tersenyum dan mengangguk bahwa ia merestui hubungan mereka.


"Kalau Raden ada apa?" kini gantian Raden yang akan mengutarakan maksudnya ia mengambil nafas dan menghela nya pelan.


"Raden lagi suka seseorang, Raden mau lamar tapi takut Mami." ucap Raden menunduk membuat Mami penasaran siapa yang akan ia lamar,


"Siapa yang mau kamu lamar hem?" tanya Mami.


"De... Deana." ucap Raden agak malu,


Rendra dan Mami saling menatap dan...


"Menangkan hati Daddy Daffa dulu." ucap keduanya berengan membuat Raden sedikit terkejut, "Kalau ke mommy pasti bisa." kata Mami melirik ke belakang membuat keduanya langsung menoleh.


Raden terdiam dan menunduk,


Mommy duduk dekat Raden dan...


"Gpp, kamu menangkan hati Daddy dulu soalnya dia kyk esbatu hampir kayak papi." ucap Mommy tersenyum lampu hijau satu udah dapat tinggal 2 mendapatkan hati Daddy dan pujaan hati Deana.


Setelah perbincangan ini semua pergi menggurus urusan masing masing,


Kamar Rendra.


Rendra sibuk dengan hp karena chattingan dengan Nata yang awalnya candaan jadi bahas pernikahan modelnya seperti apa.

__ADS_1


Isi Chat.


Nata de coo : Jadi maunya gimana?


Rendra : Gimana modelnya putih putih kyk kunti.


Nata de coco : gak sekalian undang mbak kunti gitu (mulai nyolot tulisannya)


Rendra : Hehehhe, yaudah gw kirim gambarnya.


Rendra pun menggirim beberapa tema pernikahan.


Nata : Ini aja Ren, gw suka tema kebun.


Rendra : yaudah ok.


Nata : terus ngapain?


Rendra : besok kan libur kita bahas pernikahan sekalian, mungkin bang Raden mau nikah bareng jadi temanya itu kak dea juga suka kebun.


Rendra : gak usah gw jemput.


Nata :ok


Seperti ini lah Chattingan mereka.


Sedangkan Raden.


Raden sedang berfikir lalu...


"Kalau di tolak gpp, yang penting Dea bahagia." gumam Raden ia tahu di masa lalu ibu nya begitu bermusuhan dengan Mami CS nya.


Raden mengusap wajahnya dan...


Ceklek...

__ADS_1


Jeng jeng jeng...


Yang Membuka adalah Daddy Daffa membuat Raden sedikit kaget dan gugup menatap Daddy, Raden mengambil dan menghembuskan nafas perlahan dan berusaha tidak gugup dan rileks.


"Daddy ada apa?" tanya Raden berusaha tersenyum walau jantungnya berdetak cepat.


Daddy duduk di sebelah Raden,


"Kau..."


Tambah berdetaklah cepat jantung Raden mendengar Daddy menggeluarkan suaranya,


"Raden kau menyayangi Deana?" tanya Daddy menatap Raden.


"Emh iya.." Raden menjawab agak lirih setelah mendengar jelas ucapan Raden tadi,


"Jaga putri kecil ku.." ucap Daddy tersenyum tipis ia tahu sifat Raden tak terlalu persis dengan Nenek dan Bundanya.


Mendengar kata itu Raden langsung sumringah lampu hijau kedua telah ia dapat tinggal memenangkan hati Deana, Raden menghela nafas ia membuka hp nya menghubungi seseorang dari sana.


Sore hari kemudian.


Rumah Bu Nia & Nata.


Nata dengan penampilan Rok kotak kotak selutut, dengan hodie warna Putih Rambut pendek yang ia rapikan tak lupa menambah kesan mengapa ia imut karena poni tengahnya.


Nata keluar kamar bersamaan Bu Nia baru keluar kamar karena sibuk dengan ujian anak kelas 12 SMA,


"Wah cantik banget anak ibu? mau kemana hem?" tanya Bu Nia mendapati putrinya ini sangat cantik.


"Emh Bu tadi di kampus Nata di lamar Rendra." ucap Nata agak malu mengatakan hal tadi, Bu Nia terkejut sekaligus senang tapi di pikirannya melayang tentang keluarga Nata yang hilang tak ada kabar.


"Lalu sekarang mau kemana?" tanya Bu Nia.


"Nata mau kerumah Rendra, nanti di bahas disana kalau benar benar di restui kita bahas lebih lanjut. ibu juga akan ke sana kalau benar benar." kata Nata, Bu Nia tersenyum mendengar akan hal itu ia berdoa hubungan keduanya direstuo dan saat acara pernikahan tidak ada hambatan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2