Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
KEMBALI LAGI DIA


__ADS_3

3 Tahun kemudian


Kini umur Renata sudah 15 tahun tapi sudah kelas 3 Sma karena IQ Renata tinggi jadi dia loncat kelas.


Kring... terdengar alaram milik Renata dan sela sela mentari yang tembus melewati sela tirai kamar Gadis itu, Membuat ia mulai terbangun dari alam mimpi yang indah.


"Emh.. udah pagi... mending aku mandi. " kata Renata dia mengambil baju handuk dan masuk ke kamar mandi,


Cklek seseorang membuka pintu kamar Renata, "Nona sarapan sudah siap. " ujar orang itu yang tak lain adalah bibi.


"Iya bibi.. " sahut Renata dari kamar mandi setelah mandi ia berpakaian lalu mengeringkan dan menyisir rambut nya, setelah siap dia turun sambil membawa Tas dan duduk di kuris meja makan.


" Pagi kakek. " sapa Pagi Renata beserta senyuman hangatnya, " Pagi juga. " jawab kakek membalas senyuman manis milik Renata.


Mereka pun sarapan setelah sarapan Renata berangkat menggunakan mobil sendiri tanpa supir, Sampai di sekolah.


Seorang gadis dengan rambut terurai dengan bedak tipis diwajahnya apalagi senyuman yang merekah menghiasi wajahnya selalu.


Gadis itu turun dari mobil, " Pagi Renata!! " sapa seorang laki laki kepada gadis ini.


yah dia yang tak lain adalah Renata,


" Pagi juga luois. " jawab Renata dengan senyuman.


Kedua orang ini adalah sahabat selalu beriringan dan bersama, mereka pun berjalan bersama ke kelas mereka.

__ADS_1


Skip langsung saja ke pelajarannya.


"Selamat pagi semua. " sapa ibu guru di pagi mengawali pelajaran hari ini,


" Pagi bu.. " semua murid menjawab dengan serempak.


" Hari ini kita kedatangan murid baru, ayo nak silahkan masuk. " kata Ibu guru, seorang gadis dengan rambut yang diikat anting anting yang mahal dan bando meras di kepalanya berjalan begitu seperti angkuh ke depan kelas.


"Perkenalkan diri mu nak. " kata Ibu guru.


" Hai semua perkenalkan namaku Rina Carlise aku pindahan dari sekolah Neon internasional, semoga kita bisa berteman dengan baik. " kata Rina dengan senyuman nya apalagi senyuman itu langsung berubah saat melihat Renata duduk di pojok bangku ke dua.


*Ternyata dia sekolah disini bagus deh bisa buat bahan bully. Batin Rina dia berjalan ke bangkunya kebetulan arahan berjalannya juga sama ke arah Bangku Renata.


Renata melihat Rina agak gemetar apalagi Rina mengeluarkan smrik di wajahnya saat melewati dia,


Pelajaran di mulai dengan lancar.


Jam istirahat


"Renata yuk ke kantin. " ajak Luois Renata menyetujuinya mereka pun pergi ke kantin sesekali beberapa siswa atau siswi menyapa mereka saat perjalanan.


Di kantin


"Kamu mau pesan apa? " tanya Luois

__ADS_1


"Aku jus alpukat sama Mie ayam aja. " kata Renata Luois pun pergi memesan sedangkan Renata menunggu sambil memandangi beberapa murid yang berlalu lalang sesekali mereka menyapa Renata.


Dan.. Brak...


seseorang mengebrak meja Renata keras sehingga membuat Gadis murah senyum ini kaget, terlihat seseorang yang dia takuti datang bersama siswi yang selalu membullynya.


"Eh si pembunuh lu sekolah disini. " kata Rina cukup lantang hingga seluruh yang di kantin menoleh ke mereka,


"Ma... mau a... apa kakak kesini... " kata Renata sedikit mundur dan gemetar.


"Ck, lu bukan keluarga Carlise lagi.. ingat..." kata Rina menunjuk dahi Renata dan mendorong Renata hampir saja Renata juga jatuh, Renata hanya diam dia juga teringat kejadian lama yang membuat dia sakit hati juga.


"Ouh.. jadi dia pembunuh kakak mu Rina.. " kata siswi pembully yang bernama Wendi,


"Iya gara gara dia kakak gw tiada... " kata Rina seolah olah membuat sorotan mata marah kepada Renata.


"Bu.. bukan. aku.. " kata Renata gagap namun Rina secara langsung menyiram Renata dengan Air botol yang ia genggam,


" Lu itu pembunuh ngaku aja deh. " kata Rina entah apa sikap yang tak pernah ada di diri Renata keluar.


Plak... tiba tiba Renata menampar keras pipi Rina entah apa dia mulai terbawa emosi, "Sbaik nya anda prgi. " kata Renata dingin untuk pertama kali seluruh murid kaget melihat perubahan secara langsung dari Renata maupun para pembully ini.


"Rina lebih baik kita pergi kita pikirkan rencana lain. " kata Wendi berbisik mereka pun pergi seketika Renata kembali ke sifat awalnya.


"Kenapa kalian menatap Renata seperti itu? " tanya Renata apalagi Sempatnya ia mengembangkan pipinya hingga membuat sebagian dari mereka mimisan karena Renata begitu polos dan Cute.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2