
Kita langsung skip yah.
Keesokan paginya.
Kamar Raden.
Ceklek....
Raden masih dengan tertidur ke alam mimpinya sambil memeluk foto bundanya, Rheva tersenyum sewalaupun ia benci dengan bundanya yaitu Riana dia juga tak sekejam itu dengan anaknya.
"Raden bangun yuk kuliah sarapan." kata Rheva membuka tirai kamar beserta mengecup kening Raden, Raden mulai terusik dan membuka matanya terlihat Rheva tengah tersenyum padanya.
"Raden masuk siang Mami, kerja dulu." kata Raden tersenyum Rheva menghela nafas,
"Raden gk usah kerja yah sekarang kan ikut Mami sama Papi." kata Rheva Tapi Raden menolak dengan halus ia ingin mandiri bekerja hingga ia menghasilkan uangnya sendiri.
"Gimana Raden kerja nerusin perusahaan nenek, Perusahaan Carlise Grup kan menurun drastis nah Raden mulai dari nol usir orang orang yang menurut Raden orang yang suka korupsi yah yang tidak benar." usul Rheva, Raden berfikir lalu ia mengiyakan perkataan Rheva dan segera pergi mandi.
Sedangkan kamar Renata.
Ceklek...
"Ya ampun..." Reyhaan dan Rendra berkacak pinggang melihat adik bungsu mereka masih tidut dengan pulas padahal sebentar lagi masuk,
"RENATA BANGUN PAGI SEKOLAH." keduanya berteriak dan bersamaan Raden lewat ia pun masuk dan melihatnya.
__ADS_1
"Gimana cara lain aja..." usul Raden membisikkan ke Reyhaan maupun Rendra semuanya tersenyum jahil.
Reyhaan membuka tirai kamar, Rendra dan Raden menarik Bantal selimut guling bersamaan dan terakhir.
"1"
"2"
"3"
Kaki Renata langsung di tarik ketiganya beserta tangannya dan ia pun mulai bangun...
"Hah saya siapa dimana hah?" Renata linglung dan memegang kepalanya pusing ketiga kakak nya langsung tos dan tertawa melihat ekspresi Renata yang berantakan.
30 menit kemudian...
Renata datang dengan bersengut dan terus mengutuk ketiganya tanpa henti membuat semua orang tertawa melihat dia tertawa,
"Mami Papi kakak lo..." -Rengek Renata.
"Apa?" - Ketiga kakak tampang tanpa dosa.
Renata yang kesal langsung pamit berangkat ia berjalan sambil menghentakkan kaki kakinya kesal, "Renata nanti sakit loh kakinya." kata Mami tapi anak gadisnya ini terus mengoceh tanpa kejelasan.
"Baiklah kalian berdua Papi ingin bicara." kata Atha menatap Raden dan Reyhaan yang belum berangkat, ruang tamu..
__ADS_1
"Reyhaan jika kamu lulus kamu akan apa?" -Atha
"Mengambil perusahaan Kalandra grup kembali." -Reyhaan.
"Kalau Raden?"
"Membangun perusahaan kakek Andara kembali." -Raden
Semua diam dan terkejut memang benar Carlise grup di ambang kebrangkutan dan sebentar lagi gulung tikar karena cara kepimpinan Rissa kurang benar.
"Nenek memimpin nya dengan tidak benar hingga akan bangkrut..." ucap Raden dan menatap Andara yang masih berfikir memang perusahaan nya itu di ambil Rissa sejak sebelum Rheva menikah.
"Baiklah jadi bagaimana cara nya kamu bisa kembalikan semuanya?" tanya kakek Andara ia juga tahu Raden cukup pintar dan cerdik,
"Raden akan bangun dari nol kakek aku biarkan gulung tikar terdahulu baru aku mulai yang baru, aku tahu sulit membawa kembali perusahaan tapi aku berusaha." jelas Raden dan mendapat senyuman puas dari sang kakek.
"Tapi Carlise grup sudah di kenal akibat korupsi nya." kata Daddy menambahi, Raden berfikir dan...
"Aku akan menganti namanya.." ucap Raden,
"diganti?" kata Kakek, Raden tersenyum lalu dia mengeluarkan sebuah berkas atau mam coklat berisi strategi nya membangun kembali.
Papi dan kakek membacanya dengan teliti.
Bersambung.
__ADS_1