Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 46


__ADS_3

Selesai pelajaran pertama, Nata yang baru saja meletakkan tas dan beberapa buku dalam lokernya saat berbalik ia di kejutkan dengan adanya Rendra di depan nya.


Jaraknya memang cukup dekat dan membuat Nata sedikit deg deg degan,


"Kenapa lu lepas tuh bando?" tanya Rendra menatap mata biru Nata dengan lekat.


"Di.. disuruh dosen." ucap Nata gugup, lalu tiba tiba Rendra menariknya menuju suatu tempat entah itu kemana?


Sampai tujuan.


"Boleh gw buka?" tanya Nata karena matanya di tutup kain putih,


"Boleh, tapi lu harus injak yang ada di depan mu." ucap Rendra tepat di telinga Nata lalu ia pun pergi entah kemana.


Nata pun membuka ikatan penutup mata itu, dan terkejutnya ia melihat di depannya sebuah mawar merah dan putih berbentuk Loveberada di setiap pijakan Batu.


Nata mengingat pesan Rendra ia perlahan berjalan menginjak satu persatu mawa berbentuk hati itu dengan senyuman.


Dan sampailah ia di sebuah tempat di mana ada sebuah lampu berbentuk Love juga dengan hiasan tanaman bunga menjalar.

__ADS_1


Disertai ada ayunan disana dan tali ayunan itu dihias dengan tanaman menjalar.


Dan ada tulisan di samping Nata.


"Duduklah disana."


Nata tersenyum ia berjalan dan duduk di atas ayunan itu dengan senyuman, ia berfikir apakah Rendra yang mempersiapkan ini semua atau orang lain?


Hingga tiba tiba ada hujan mawar di atas kepalanya mengenai dirinya membuat ia sedikit terkejut, ia mendongak keatas lalu mengalihkan pandangan kebawa lagi dab melihat Boneka kucing di pangkuannya.


"Lucu tapi siapa yang menyiapkan ini semua?" Gumam Nata tapi ia tersenyum hingga sebuah bisikan membuat dirinya diam dan kaget.


"Bagus? kau senang? Nata Alayna Aku Rendra Carlise Shakeil ingin melamar mu menjadi pendamping hidupku dan menjadi ibu dari anak anak ku, apakah kau bersedia?" Bisik Rendra tepat di belakang Nata.


"Bagaimana?" Rendra kembali berbisik karena belum di beri jawaban.


"Kau serius melamar ku?" Tanya Nata


"Yah." jawab Rendra

__ADS_1


"Kau serius melamar gadis biasa seperti ku Rendra?" tanya lagi Nata.


"Aku sangat serius melamar gadis yang ada di depan ku." kini Rendra memeluk Nata dari belakang.


"Apa kau mau?" tanya Rendra


"Akumau..." Nata menjawab dan terukir senyuman di wajahnya beserta airmata mulai mengalir dengan sendirinya, menyadari gadis kucingnya menangis Rendra segera berputar dan duduk di sebelah Nata.


"kau kenapa menangis hem?" ucap Rendra menangkup wajah Nata dan menghapus airmata Nata, Nata menggelengkan kepalanya dan tersenyum.


"Bagaimana dengan keluarga ku? maksudnya keluarga kandung ku?" ucap Nata menatap sendu mengingat kejadian di mana ia hampir bunuh diri dan disana juga kali pertama ia dan Rendra bertemu.


"Terserah kamu saja mau menggundang mereka atau tidak?" ucap Rendra kalau masalah keluarga kandung Nata yang penting ibu Nia wajib di undang, Nata menggeleng dengan cepat ia tidak ingin jika tiba hari pernikahan keluarga kandungnya menghancurkannya.


"Ciee.. mau nikah nie..." ucap Renata, Vano, Deana dan Linda bersamaan, membuat calon pengantin baru terkejut dan yang satunya malu malu kucing.


"Yayalah tinggal lu kak Deana kan Vano Bang Raden yang belum." ucap Rendra santai sambil mengusap kepala Nata yang malu,


"Serah lu Calon gw dah depan mata." ucap Vano datar menarik pinggang Renata dan tersenyum di balas senyuman Renata.

__ADS_1


"Yaya.." setelah acara menyatakan cinta sekaligus melamar, Mereka masuk ke kelas masing masing.


Bersambung.


__ADS_2