
Rendra menerima Nata, Nata menggandeng Rendra.Kakek duduk bergabung dengan tamu yang lainnya.
"Baiklah."
"Tuan Rendra Carlise Shakeil, apakah anda bersedia menerima Nona Nata Anatasya sebagai Istri anda. menemaninya suka duka hingga Maut memisahkan?"
"Saya bersedia." -Rendra.
"Nona Nata Anatasya, Apakah anda bersedia menerima Tuan Rendra Carlise Shakeil sebagai Suami anda. menemaninga suka duka hingga maut memisahkan?"
"Saya Bersedia." - Nata.
"Silahkan pasangkan cincinnya pada pasangan kalian."
Rendra dan Nata memasangkan Cincin pada jari satu sama yang lainnya.
"Sekarang kalian sah menjadi suami istri."
Semua tamu bertepuk tangan terkecuali keluarga kandung Nata mereka shock mendengar Nama panjang Rendra, memang di dalam undangan Nama Panjang Rendra tidak di terterakan.
Rendra menarik pinggang dan mulai mengecup kening Nata, keduanya melempar senyuman.
Hingga...
"Tunggu.."
Kakek Nata yang dari ibu mulai mengeluarkan suaranya membuat para Tamu mulai memperhatikan mereka, Kakek maju naik ke atas genggaman tangan Nata saja sangat erat pada Rendra jiwa takutnya masih ada.
__ADS_1
Rendra merasakan akan hal itu ia membelas genggaman itu agar Nata tidak takut.
PLAK...
Tamparan cantik di dapat oleh Nata dari kakaknya, satu air mata lolos dari Nata kini ia memeluk Rendra takut iya sakit hati juga iya.
"Maaf Tuan, atas dasar apa anda menampar menantu saya." ucap Mami mulai meninggikan suaranya minta apalagi mereka, bahkan Kakek dari ayah saja nafasnya naik turun karena ia menahan emosi.
"Dasar Anak tidak tahu di untung, kau merayu hah.." kini ibunda kandung Nata memulai juga, semakian deras Nata menangis apalagi salahnya apa...
"Apa salahku Ma.." kini Nata bersuara dengan mengumpulkan keberanian nya,
"Salah mu lahir di keluarga kami dan menjadi Beban.." ucap Ibunda kandung Nata, Satu cubitan kecil di dapat di hati Nata.
"Cukup Penjaga keluarkan mereka." ucap Rendra tak tahan lagi hanya itu jika tak mau punya anak ngapain lakuin hal itu, Dan saat Nata lahir Nata pula yang disalahkan.
"Tapi kau harus membayar uang yang kami keluarkan untuk kehidupan mu." ucap Ayah berbalik, Nata terkejut bagaimana ini ia tak mau menyusahkan keluarga mertuanya BuNia maupun Kakeknya.
Reyhaan dan Raden memberikan sebuah Cek yang masing masing berisi 2 miliar,
"Jangan menganggu adik ipar kami setelah ini." ucap Reyhaan dan Raden bersamaan.
Raden ia merasakan hal seperti Nata tapi tak sejahat ini Neneknya dulu, Ayah Nata menerimanya dengan senang hati setelah itu mereka pun pergi tanpa peduli lagi dengan Nata.
"Ma.. maaf merepotkan kalian semua." ucap Nata menunduk.
"Tidak apa apa Nata, kau juga sudah termasuk keluarga kita." ucap Renata memberikan senyuman lebar agar Nata tersenyum.
__ADS_1
Acara berlanjut.
Tak terasa kini Acara terakhir yaitu lempar bunga.
Kedua mempelai naik mereka mulai melempar bunga bersamaan.
1
2
3
2 bunga di lempar bersamaan para tamu mulai berebutan untuk mendapatkan nya.
"Yeeee Rena dapat.."
"Vano dapat.."
ada 2 orang ucap bersamaan dan mereka saling menatap, semua keluarga terkekeh tinggal 2 orang ini saja yang belum menikah.
"Gimana Shan jadi."ucap Atha melirik sahabatnya ini...
"VANO KALAU MAU AMBIL AJA ANAK MAMI YANG INI, TAPI AWAS BIKIN NANGIS." Ucap Mami membuat Renata malu malu, Vano menarik pinggang Renata dan mengecup bibir Renata sekilas.
"Boleh juga dengan si kecil resek ini.." ucap Vano menarik hidung Renata, adek yang paling kecil dari kecil yang suka Resek padanya untuk menghibur dirinya.
Bersambung.
__ADS_1