Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
PERLAHAN TERUNGKAP


__ADS_3

Papa mengelus lembut rambut Rheva, sedangkan Rheva terasa nyaman baginya hingga ia sendiri tertidur nyenyak.


Papa meletakkan kepala Rheva dengan lembut Bahkan mengecup Rheva, Teman teman Rheva hanya menatap datar dan....


"Berapa lama Renata seperti ini? " tanya Papa dengan ekspresi serius


"Beberapa hari setelah kematian kakek dan 2 lalu kambuh lagi. " kata Tiffany yang laki nunggu diruang tamu lah privasi kok.


"Dia selalu di suntik seperti tadi? " tanya Papa lagi, Tiffany dan aline mengangguk tak lama seorang perempuan berpakaian dokter masuk.


"Gimana kalian dah kasih obat itu? " tanya Perempuan itu yang bernama Lina dia adalah dokter pribadi Rheva,


"Udah tapi apa masih harus diminum lagi? " tanya Tiffany tapi kak lina tepuk jidatnya.


"Jangan kalau dia teriak teriak berikan tapi kalau gk kasih Vitamin nya ingat setelah makan. " kata Lina lalu mengecek Rheva sekali lagi.


"Inget jan di ingetin masa lalu tahukan kalau dia lepas kayak dua tahun. " kata Lina yah Rheva pernah lari dari rumah tanpa sadar jiwa satunya muncul dan membunuh orang orang yang lewat depan nya.


"Ok " jawab kedua perempuan ini, Papa heran lah karena dia ingin tahu maksudnya apa?.


"Tunggu kalau lepas kenapa? " tanya Papa ketiga perempuan ini memandangi nya dan...

__ADS_1


"Jiwa satunya muncul dan membunuh siapa yang dia lihat. " ujar Aline kata membunuh Papa agak bingung tapi...


"Renata menjadi psychopat? " tanya Papa sekali lagi semua mengangguk Papa terdiam dan memandangi Rheva, "Itu dorongan atas kesalahan orang. " kata Tiffany setelah paham Papa pamit pulang.


Setelah Papa pulang yang ciwi pun turun Menemui si cowo.


"Thanks dah bantuin kita tadi.... "Tiffany duduk tepat berhadapan dengan mereka,


"Kalian inap aja dah malem lu nanti diculik kita yg susah " kata Aline berjalan ke suatu ruangan tentu Ruangan Hacker nya.


Tiba tiba Seorang penjaga datang sambil membawa suatu kotak pesanan Aline,


Penjaga menjawab dengan sigap lalu pamit undur diri.


"ALINE PAKET LU.... " Tiffiny berteriak karena diri nya Mager kesana,


"Gak usah teriak, mana Barang nya? " kata Aline Tiffiny memberikan barang dan Aline pergi begitu aja.


"Kamar kalian satu lantai sama kita setiap kamar ada nama masing masing, dan otomatis nama kalian udah ada jadi tinggal tepati masalah baju dah ada di kamar masing masing. gw ke kamar. " kata Tiffany pergi ke kamarnya begitupun dengan ketiga orang tadi.


Sementara itu di rumah keluarga Carlise.

__ADS_1


Papa sedang duduk di pinggir ranjang sambil memandangi foto disaat di mana Ia maupun Mama kak Rose maupun Renata bersama.


lalu dia membuka suatu kotak yang berisi diary milik Rose terdapat juga liontin Rose di sana.


Dia merebahkan diri dan bersender di dipan sambil membuka perlahan diary milik Rose sebelum itu Ibu tiri istri nya Rissa masuk.


"Sayang aku boleh pergi, mau kumpul sana temen temen ku. " kata Rissa bergelayut pada Papa, "Iya tapi jangan kemaleman aku takut kau kenapa napa! " kata Papa Rissa pun pergi sedangkan Rina dia lagi dirumah Anggun.


Papa membuka perlahan dan membaca semua di halaman pertama dia menulis kata kata itu bahwa dia sangat senang atas kelahiran adek kecilnya Renata.


Papa tersenyum setelah itu ia buka halaman kedua terdapat Foto Rose maupun Renata masih kecil sedang bermain bersama dan tulisan nya adalah Dia berjanji akan menjaga adek perempuan kecilnya ini.


Saat halaman ketiga menjelaskan bahwa ini tentang kematian ibunda kandung nya dia sedih dia juga kasihan dengan Renata yang masih kecil berusia 3 tahun.


Papa tanpa disangka papa tak sengaja mengeluarkan air mata begitu sayang Rose dengan Renata.


Saat membuka halaman lagi Papa terkejut melihat tulisan tangan Rose berisi tingkah laku Rina dan Rissa terutama Renata yang paling sering di pukuli Mama tirinya setelah itu papa melanjutkan membacanya Rose dan Renata sering di perlakukan sebagai menantu.


Papa mulai mengerti lalu terlintas kejadian lama yah kematian Rose apa benar ini semua ulah Rina itu yang dipikiran Papa apalagi melihat Rheva tadi berteriak ketakutan melihatnya bahkan sampai menangis.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2