
Rumah Louis dan Bella.
Linda dan Renata masuk kedalam Rumah tentu ada Tante Bella di sana,
"Ma.." kata Linda memeluk Bella.
Menyadari kehadiran ponakannya Bella juga memeluk Renata, sepertinya ia tahu kenapa Renata ke sini.
"Kalian ke kamar dan ganti baju ok." perintah Bella keduanya mengiyakan dan naik ke atas untuk berganti pakaian.
Sedangkan Kediaman Atha dan Rheva.
"Aku pulang.." Rendra Pulang dan ternyata ada Papinya lagi diruang TV,
"Renata mana?" tanya Atha.
"Tante Bella." ujar Rendra memutar mata dan langsung masuk ke Dalam kamarnya, sedangkan Atha dia terdiam setiap ada masalah anak perempuan nya sudah tak pernah curhat padanya hanya dengan Rendra ataupun Reyhaan.
Maupun juga teman temannya yang lain seakan dia sendiri menjauh dari kehidupan anak sendiri.
*Apa aku keterlaluan. Batin Atha sampai ia sendiri tak fokus menonton hingga Hpnya berdering dan membuat ia kaget.
Segera ia mengakat Telefon itu.
"Apa." Atha terperanjat kaget hingga membuat Rendra yang baru turun kaget juga, "Ada apa Papi? " tanya Rendra ingin tahu.
__ADS_1
"Kita kerumah sakit Mami mu kecelakaan." kata Atha terlihat Khawatir, Rendra kaget...
"Rendra hubungi Renata dan Reyhaan." kata Atha segera mengambil kunci mobil.
Mendengar Mami kecelakaan kedua orang ini langsung melaju menuju rumah sakit dengan kecepatan Tinggi khusus Renata yang sangat Khawatir.
Rumah sakit.
Ruang Rawat Rheva..
Papi Atha, Rendra dan teman yang lain sudah datang, Renata berjalan terburu buru dan saat sampai ia melihat banyak luka pada Maminya.
"Mami mami gpp kan? kenapa bisa Mami?" tanya Renata bertubi karena khawatir, Rheva hanya tersenyum dan mengusap kepala anak perempuan nya.
Seketika Atsmofer berubah terlihat wajah dari sosok Renata berubah dingin dan datar,.
Renata mengambil hp dan memainkkannya begitu lihai...
1 jam kemudian..
Sejam Renata mengotak atik hpnya hingga muncul serengai smrik di bibir mungilnya.
Renata bangkit dan hendak pergi namun Atha mencekal tangan Renata, tapi dengan cepat Renata melepaskan dengan lembut..
"Tidak usah mencegah papi lagian kalau aku gk selamat,Papi juga bakal tenang. " ucap Renata keluar dengan wajah yang memedam rasa amarah.
__ADS_1
Atha terdiam mendengar ucapan anaknya sendiri, Terlihat wajah Rendra sendiri berkeringat tanpa alasan dadanya sesak seketika matanya kunang kunang entah apa itu langsung menyerangnya.
"Huh... huh.. " Rendra berusaha mengatur nafas danReyhaan berusaha menenangkan adiknya ini.
Sedangkan disisi Renata.
Jangan sekira Renata akan diam tidak, Renata memiliki ambisi seperti Atha dan kecerdikan seperti Rheva.
BRAK... DOR... DOR..
Tiba tiba Hujan peluru memenuhi ruangan itu hingga membuat lantai sudah di lumuri banyak sekali darah.
Renata berjalan santai dan masuk memasang wajah dinginnya hingga......
Prok... Prok... Prok...
Tepukan tangan yang di lakukan seseorang dan orang itu berbalik dengan senyum agak manis.
"Mau mu apa?" tanya Renata datar, orang itu memegang dagu Renata tapi oleh Renata di hempaskan begitu saja...
"Hanya dirimu, Mami mu adalah penghalang dia terus memburu ku. " benar saja orang ini yang membuat Renata jijik dengan diri sendiri bahkan Papinya menjaga jarak dengan nya.
Kali ini di hati Renata penuh rasa amarah dan dendam, satu dulu dia hampir dilecehkan oleh orang ini kedua dia membuat ia dan Papi nya berjarak, ketiga Mami nya menjadi korban..
Bersambung.
__ADS_1