
Satu minggu kemudian.
Tes DNA sudah dilakukan tinggal menunggu dari seminggu lalu.
Kita untuk sementara ke kediaman Faresta.
Nyonya Alin semenjak melakukan hal itu hatinya ingin sekali bahwa tes itu benar entah apa dia ingin sekali, bahkan dia terus memikirkan Aline.
"Hei kau kenapa?" tanya Fares kepada Alin yang melamun di balkon sambil menyeruput tehnya di balkon,
"Tidak, hanya saja aku berfikir Aline putri kita. " kata Alin begitu nyakin dia memandang foto bayi nya dulu.
"Jangan khawatir, sebentar lagi hasilnya pasti keluar ok. " kata Fares memeluk istrinya untuk menenangkan lalu seseorang mengetuk pintu, mereka pun menoleh ternyata dia adalah Asisten tuan Fares dia mendekat memberikan amplop coklat berisi kertas hasil tes.
Nyonya Alin menerima dan perlahan membuka Jantungnya berdegup cepat sekali, Amplop pun terbuka perlahan dia mengambil dan membaca hasil kertasnya seketika dia menangis.
Fares bingung dia langsung membaca sambil memeluk istrinya terulas senyuman di wajahnya, "Mas... Aline.....Aline.... " Nyonya Alin senang sekali dengan hasil itu dia sangat senang.
"Kita kerumah mereka." kata Fares segera mereka bersiap dan masuk mobil menuju rumah Mansion Rheva Dkk.
DiMansion Rheva
Aline tentu dia semalam tidak bisa tidur dia terus memikirkan hasilnya seperti apa sekarang di memyeruput Coffe Cappucino miliknya, "Jangan terlalu di pikirkan Line. " Nasihat Rheva duduk disebelah Aline sambil membawa susu nya.
__ADS_1
"Gw semalam gk bisa tidur gw kepikiran hasil DNA nya, Rhev. " kata Aline dia menyeruput Coffe nya lagi, Rheva tersenyum dia tahu Aline sangat ingin bertemu ortu kandungnya setelah sekian lama kebohongan yang disembunyikan ortu angkat aline dari dulu hanya karena saingan bisnis.
"Gw tahu. " kata Rheva minum susu lalu...
Tiffany datang, "Eh di ruang tamu ada Nyonya Aline sama Tuan Fares kelihatannya seneng banget." kata Tiffany.
Mereka langsung keruang tamu.
Ruang tamu.
Nyonya Alin sudah menunjukkan hasil senyum merekah di bibirnya dan langsung memeluk Aline sambil menangis bahagia,
Aline dia bingung sekaligus gugup karena bagaimana hasilnya.
Aline.. putriku ..." Nyonya Alin sangat bahagia mendengar ucapan Itu dan tentu dia membalas pelukan itu sangat bahagia.
"Hasilnya?" tanya Rheva ingin tahu lalu....
Nyonya Alin melihat sebuah kalung mengalung di leher Aline dia mengambil sebuah liontin dia kalungkan saat Aline masih bayi.
Dia membuka liontin itu berisi foto saat mereka berfoto keluarga bersama bertiga,
Dia menangis senang sekali bisa menemukan putrinya yang sudah terpisah 19 tahun lamanya.
__ADS_1
"Hasilnya dia memang putri kami. " kata Fares senang tak menyangka menemukan anaknya kembali.
Kenapa tidak memilih membuat lagi, karena dulu Nyonya Alin kehamilan pertama keguguran sebab pendarahan, terus hamil lagi sayang anak keduanya mengalami jantung bocor, danyang ketiga yah kehamilan Aline dia yang selamat.
Tentu sangat sedih jika terjadi sesuatu pada putri kecilnya ini.
"Tapi siapa.... siapa yang menculik mu? " tanya Nyonya Alin ingin tahu siapa yang berani memisahkan mereka.
"Papa Alean Anindhya dan Mama Aesya Anindhya. " jelas Aline, tentu Fares kaget sahabat nya sendiri menculik putri nya,
"Alean? " tentu Papa juga kaget dia tahu siapa Alean.
"Dan mulai sekarang Namamu sayang menjadi Aline Faresta paham. " kata Fares mengecup kening Aline, tentu semua senang melihat ini termasuk Aline keluarganya kembali keluarga kandung dia.
"Dia yang membesarkan mu? " tanya Papi Fares.
"Iya Pi tapi, waktu pertama pertemuan ku dengan Rheva mereka menjualku ke pria hidung belang. " Kata Aline.
Tentu kedua orang ini tambah kaget muncul tidak kesenangan seperti ini,
"Sekarang mereka berlibur ke California. "kata Aline lagi.
Bersambung
__ADS_1