Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
MENANGIS


__ADS_3

Di Mansion.


Para penjaga banyak yang terluka tapi juga musuh lebih banyak yang langsung tumbang, Rheva menerobos bersama motornya disertai hujan tembakkan dari miliknya.


Dor..... Dor....


Musuh terkena tembakan Rheva lalu dia langsung berlari masuk kerumah terlihat 3 orangtua sedang bertarung dengan lihai walau sudah mulai tua.


Dan.... Sring...


"Habislah anda Tuan Andara... " seseorang mengeluarkan katana hendak menebas Papa tapi dengan cepat Rheva menghalangi dengan gerakan cepat dan lihai, orang itupun tumbang.


Dor... Dor..... Akh....


Lengan papa tertembak saat Lengah untung saja hanya lengan karena Papa juga menghindar, Rheva datang dia didepan papanya ketakutan kehilangan Papanya sudah cukup ia kehilang 3 orang kesayangannya.


Lalu....


Musuh berhasil di lumpuhkan semuanya karena bantuan cepat datang lalu Rheva memeluk papanya, "Papa, maaf Rheva telat Papa luka.. hiks..." Tentu Rheva Menangis apalagi lengan papanya dan sekarang Lina sedang mengeluarkan Peluru itu.

__ADS_1


Papa menghapus air mata putrinya ia tahu anaknya sangat khawatir putrinya sudah berapa kali kehilangan berkali kali,


"Dah....dah Jangan menangis Psychopat kok nangis jangan cengeng. " kata Papa Rheva memeluk Papanya.


Semua sudah diobati dan satu tanda tanya kenapa hal ini bisa terjadi dan untung saja penjaga di sini memiliki Fisik kuat, hasil latihan kakek yang melatih mereka ditambah latihan keras dari Rheva membuat mereka bertambah kuat.


Sistem dirumah yang mudah menedeteksi musuh dari jarak 1 KM dengan cepat membuat para penjaga tahu dan bersiap siaga.


"Kalian semua istirahat, bagi yang tidak terluka kalian menjaga. " perintah Rheva semua dengan sigap menjawab Iya setelah itu semua pun bubar, AR dkk beserta Ibundanya menginap karena hari sudah sangat larut.


Kamar Rheva.


"Huh... gak bisa tidur, ke papa ajadeh. " Rheva bangkit membawa boneka miliknya dan berjalan menuju kamar Papa.


Papa belum tidur dia masih memandang foto keluarga dia keluarga kecil ia bangun bersama Mama Rosedan Renata, tapi itu semua berubah.


Tok.. tok... "papa, Papa tidur? " yang ternyata Rheva Papa menyahut Rheva pun masuk dan berjalan ke Papa, saat sampai dia naik tempat tidur dan tidur sebelah papanya.


"Pengen bobok bareng Papa. " kata Rheva tersenyum manis Papa mengangguk dia mengelus lembut rambut Rheva hingga Rheva tertidur pulas.

__ADS_1


Papa juga pun tertidur Pulas.


Keesokan harinya.


Pagi cerah menembus jendela di sela sela tirai kamar Papa membuat seorang anal gadis terbangun, Rheva meraba disampingnya tapi tak ada Papa.


"Papa... " Rheva bangun dan melihat sekeliling lalu masuklah Tiffany dia mengatakan bahwa Papa pergi pagi pagi sekali dan ini membuat Kerucut di bibir nya.


"Papa kok gak ijin Rheva sih. " Rheva pun cemberut di kamaritu lalu matanya tertuju pada sebuah foto, foto keluarganya.


"RHEVA LU KULIAH KAGAK KITA UJIAN WOY. "


Aline berteriak dari lantai dasar menggunakan pengeras suara miliknya, Rheva pun pergi mandi selesai mandi dia langsung turun ke meja makan.


Dia mengambil Roti selai kacang beserta susunya tapi wajahnya masih cemberut karena Papa pergi tanpa pamit padanya,


"Vava kenapa? " tanya Mama AR melihat wajah Rheva ditekuk pagi ini.


"Papa pergi gak ijin Vava. "kata Rheva Makan Roti nya sambil cemberut lalu,

__ADS_1


"Hei gak boleh cemberut apalagi di depan makanan, tidak baik nak. " kata Mama AR mengusap lembut Rambut Rheva itu pun membuat Rheva tersenyum lebar dan mengangguk lalu mereka berangkat kuliah.


Bersambung.


__ADS_2