
Keesokan pagi.
Kamar Renata.
"Ren... Renata bangun sekolah oy bangun.." Rendra membangunkan suadari nya ini tapi tak kunjung bangun malahan menepis tangan Rendra, "Astaga nih anak, oy ntar telat." kata Rendra tetap membangunkan tapi apa tetap saja malahan Renata menutup dirinya dengan selimut.
Rendra berdecak kesal dan,
"Yaudah kalau lu gk mau bangin, gw berangkat dulu." kata Rendra keluar duluan.
pukul 06.45
Renata pun bangun dan mengumpulkan kesadaran nya, saat dia melirik jam wekernya dia terkejut lantaran dia hampir telat.
Dengan cepat ia mengambil handuk seragam dan segera berlari ke kamarmandi,
10 menit kemudian, ia sudah siap dia cepat menyisir rambutnya memasukkan buku memakai sepatu turun dengan tergesa gesa.
"Mami Rendra udah berangkat?" tanya Renata segera meminum susu dan mengambil Roti selai kacang, "Udah dari tadi, kamu sih bangunnya lama." kata Mami.
Renata pamit ambil kunci dan motornya, lalu tancap gas menuju sekolah.
Pukul 7.20
__ADS_1
Akibat agak macet Renata terlambat 20 menit dan tentu gerbang sekolah sudah tutup, "Haduh gimana nih?" Renata kebingungan lalu dia ingat ada jalan rahasia milik dirinya.
Dia pergi ke samping sekolah dan terlihat tangga yang selalu di taruh di sana, Renata pun memanjat tapi....
"WOY NGAPAIN ITU?" Siketos Es atau Vano yang sehabis dari ruang guru tak sengaja melihat Renata naik pagar, dengan cepat Renata segera turun tapi sayangnya Rok nya tersangkut.
"Yak kesakut lagi." ujar Renata berusaha melepaskan tapi dia kesusahan dan Vano pun datang.
"Renata, kau telat." kata Vano memicingkan matanya, Renata hanya cengar cengir saja lalu dia menunjuk roknya yang tersangkut.
"Tolongin kak." ujar Renata memohon, Vano melepaskannya akan tetap Renata kabur dari Vano. karena telat dan kejaran Vano alangkah bodohnya dia malah ke kelas dan...
"Astaga Renata kamu telat." kata Bu dewi guru Ipa, Renata menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil menundukkan kepalanya.
"Berdiri di lapangan hormat ke bendera sampe jam istirahat." jelas Bu Dewi sebelum Renata pergi Vano datang dengan nafas tersenggal senggal.
"Vano kamu awasi Renata." kata Bu Dewi, Vano mengiyakan perintah itu.
Lapangan bendera.
Renata pun hormat kepada bendera sambil menahan panas.
1 jam berlalu tinggal sejam lagi istirahat dan selesai namun entah apa kepala Renata terasa berkunang kunang.
__ADS_1
Bruk....
Vano yang tadi baca buku sambil mengawasi terkejut melihat Renata jatuh pingsan, Vano berlari dan melihat Renata dengan segera dia menggendong dan membawanya menuju UKS..
UKS.
Jam istirahat.
"Renata..." Rendra, Deana dan Linda datang melihat Renata terbaring lemah di ranjang UKS, "Kata dokter apa Vano?" tanya Linda khawatir Vano menjelaskan bahwa Renata terkena demam.
"Ren... Rendra.." Renata mulai sadar, dan Rendra duduk di sebelah Renata.
Renata memeluk Rendra dan Rendra tahu ini kebiasaan Renata jika sakit selalu minta ia temani.
"Gw ke ruang Osis dulu rapat." ucap Vano berdiri dan mengacak rambut Renata dan berkata cepat sembuh, disusul Deana karena ia sekretaris.
"Renata makan dulu yuk." kata mama Linda menaruh semangkuk bubur ayam yang ia beli di kantin,
"Rendra suapin yah." kata Renata dan Rendra mengiyakan dengan syarat di habiskan kalau sakit Renata juga tidak nafsu makan hanya sedikit palingan cuma 2 sendok kenyanga dia.
"Kakak ijinin ke guru kelas kalian dulu."Linda pergi ke ruang guru untuk meminta ijin Renata dan Rendra tidak ikut pelajaran kedua di kelas.
Bersambung.
__ADS_1