
Di sisi itu Rheva...
"DASAR ANAK PEMBUNUH KAU MEMBUNUH PUTRIKU.... "
"HIKS..... DIA YANG MENDORONG KAK ROSE PA HIKS... "
"KENAPA AYAH BEGITU PERCAYA PADA ANAK PEMBUNUH INI. mencengkram dagu.
"Gak gak.. bukan Aku.. hiks itu salah Rina bukan aku hiks...." Rheva terus mengingo mengingat kejadian dulu,
"DASAR ANAK PEMBUNUH. "
"BUKAN AKU... !!"Seketika Rheva terbangun dengan keringat dingin membasahi tubuhnya dia melihat kedua tangannya di ikat tapi...
"AKH.... "Tiba tiba Rheva merasa sakit lalu....
Krak....Krak... tes...
Hanya sekali tarikan Rheva melepas tali itu lalu wajah nya begitu datar dia mengambil sesuatu yah pisau yang di dekatnya dia langsung keluar dari balkon dia meloncat memutar memainkan pisau nya dia berjalan.
"Mangsa di depan mata!! " kata Rheva menunjukkan smirknya tentu para penjaga bersiap mereka melihat perubahan Rheva bahwa Rheva dalam keadaan psychopat.
Sring..... sret.... bruk.. bugh...
Rheva melawan 50 orang penjaga mereka tidak melawan melainkan menangkis mencari cara membuat Rheva pingsan dan tenang.
__ADS_1
Sementara yang didalam mansion yang mendengar kegaduhan tentu langsung keluar kamar seluruh orang.
Tiffany yang dekat kamar Rheva langsung membuka tentu kaget melihat tali yang putus tentu ia langsung keluar,
"Lin dia Rheva kabur mungkin yang diluar.... " Tiffany dan Aline segera pergi keruangan mereka.
"Gw udah pasang obat bius di sini Sniper ini, kalian bisa alihin pandangan Rheva? " tanya Aline ketiga cowok ini mengangguk tentu mereka bersiap siap.
Ketiga cowok berjalan mendekat dan... bugh...
pertama kali terkena pukulan adalah ehsan
"Akh gila tenaganya kuat... " kata Ehsan memegang perutnya karena pukulan Rheva.
Sret.. bugh......bruk.....bugh... grep....
Atha berhasil memeluk Rheva penuh erat bahkan mereka bertatapan sedangkan Rhea tentu memberontak kuat pisau di tangan nya yang hendak menusuk Atha berhasil Atha ambil dan di patahkan menjadi dua.
"Tenang... " kata satu kalimat dari Arsha sedangkan itu Tiffany sudah berada di balkon kamar Rheva dia bersiap siap menembak bius Rheva, "Maaf Rhev ini demi lu, gw gak mau lu teriak teriak hanya karena keluarga bjngn itu. " kata Tiffany sedikit menitikkan Airmata dan....
Dor.....
Tiffany berhasil menembak bius tepat di lengan Rheva seketika Rheva perlahan pingsan semua menghela nafas,
"Kalian obati luka kalian paham!! " kata Aline tegas, "Paham Nona Aline. " kata para penjaga sigap dan bubar.
__ADS_1
Atha mengendong Rheva menuju kamar tapi kamarnya karena tahulah tuh kasur Rheva rusak karena tarikan tali tadi, Lina datang dan memeriksa ternyata Rheva juga demam tinggi tentu semua khawatir.
"Gmn nih... " kata Tiffany khawatir jika Rheva demam pasti mau Papanya karena dulu Andara saat Rheva demam pulang kerja dia yang menyuapi Rheva makan sambil minum obat juga maupun Rose juga sama.
"Hiks... Papa.. Maafin Renata hiks... " Gingo Rheva Lina memberikan obat penurun panas,
"Gw yg jaga. " kata Atha datar
"Aws lu apaain Rheva.. " kata Tiffany menunjuk tajam semua kembali ke kamar mereka.
Atha mengompres dahi Rheva dengan kain air hangat dia mengambil bantal dan selimut lalu dia tidur di Sofa kamar.
Keesokan paginya.
Sela sela cahaya matahari yang melewati tirai kamar membuat seorang Cewek terbangun, Dia terbangun dan melihat sekeliling lalu beralih pada seorang yang di atas sofa.
Dia turun dari tempat tidur dan berjalan mendekat orang itu, "Siapa? " bingung Rheva melihat Atha tidur sangat imut karena setiap Atha tidur pipinya mengembang.
"Hihihihi... imut... " kata Rheva bisa di bilang mood happy nya on dia sedikit mencubit pipi orang itu dan membuat ia terbangun,
"Ups... maaf... " kata Rheva polos tentu jarak mereka agak dekat hingga rasa hembusan nafas terdengar saling beradu.
Cup.... Rheva mengecup pipi orang itu yah dia Atha seketika wajahnya memerah entah malu atau apa dan bersamaan Rheva hampir terjatuh dengan sigap Atha menangkap Rheva.
Bersambung
__ADS_1