
"Nata kau sudah sadar." ucap Deana, Nata masih diam dan mengelus perutnya berfikir apa apa yang kurang apa yang hilang.
"Ba...bayi..." Nata mulai berucap dia mencari anaknya, perutnya telah rata tapi anaknya anaknya kemana.
"Kak Dea ba.. bayi Nata mana.." ucap Nata memegang tangan Deana, Deana membantu Nata ke kuris roda dan mendorongnya keluar bersamaan Renata datang ia habis dari tempat adsministrasi.
"Kalian mau kemana?" tanya Renata, Drama mengatakan akan keruang Bayi Prematur.
Mereka pun kesana.
Sampai disana.
Terlihat dari kaca yang besar seorang bayi tengah tidur di dalam box incubator (bener gak sih?),
"Ba.. bayi ku?" Nata bertanya Deana mengangguk.
"Perempuan." ucap Renata, Air mata Nata menetes bayi nya lahir dengan selamat Baby Grils ia punya bayi perempuan bersama Rendra.
Dan terlintaslah Rendra bagaimana suaminya itu, "Renata bagaimana yang di mansion?" tanya Nata Renata menggelengkan kepalanya ia tidak tahu bagaimana keadaan Mansion.
"Kasih nama Apa Nata?" tanya Nata, Nata berfikir nama cantik dan manis untuk putri kecilnya ini apa.
__ADS_1
"Nara artinya ia terkenal akan keterampilan nya." ucap Nata memandang bayinya yang menggerakkan jari jarinya dan sedikit menggerakkan kakinya seakan senang ia diberi Nama itu.
"Nara Anatasya Shakeil." ucap Renata antusias bertambah lagi ponakannya,
"Tante..." suara mungil mampu membuat ketiga wanita ini menoleh dan ternyata adalah Lisa berlari ke arah mereka sambil memegang sebuah gelang.
"Tante Nana ndak papa? dedenya ica mana?" tanya Lisa, Nata tersenyum ia menggendong Lisa dan menunjuk kedua arah box putrinya.
"Namanya Nara." ucap Renata.
"Dea Darel dari tadi nangis minta susu." ucap Linda ia menggendong dua bayi sekaligus dan berusaha menenangkan Darel karena minta susu, Deana menerima Darel dan mulai menyusui nya.
3 hari setelah kelahiran Nara.
"Maaf...." Nata bergumam lirih tapi mampu didengar selama ini juga Nata terus menyalahkan dirinya karena keluarganya mereka harus...
"Cukup jangan menyalahkan diri mu sendiri, jika kamu gini terus Nata kasihan Nara." Ucap Linda memeluk Nata, Nata terisak sungguh ia tidak tahu hal ini akanterjadi ia pikir setelah pernikahannya keluarga nya tak akan menganggu lagi.
Kita skip lagi.
Seminggu kemudian.
__ADS_1
Nata dan Baby Nara sudah keluar, Mansion? masih belum ada kabar.
Rumah.
"Wah adek tatak banyak catu catu.." Lisa bertugas menjaga agak kewalahan karena terus mendengar celoteh ketiga adeknya ini terutama Darel dia terus berceloteh entah apa ia celotehkan membuat Lisa pusing.
"Emh.. nanana emh weh.." Disambung lagi dari Rendi untung Nara baru lahir jadi ia sudah diam di beri mainan boneka milik Lisa,
"MAMA ICA PUCING DEDE NDAK BICA DIEM." Lisa mengalami prustasi menjaga adek adeknya.
Rendi dan Darel tertawa senang sedangkan Nara bodoamat wajar mirip ayahnya, dia bermain dengan boneka itu udah cukup.
Ketiga ibu datang termasuk Renata mereka terkekeh melihat keprustasian Lisa sebagai kakak.
"Mama..." Lisa benar benar dibuat prustasi dengan 2 adik laki lakinya ini ingin ia teriak tapi malas, Lisa pun rebahkan diri di samping Nara sambil menatap langit rumah begitu stress sekali.
"Mama Ica capek, mau bobo." ucap Lisa memeluk Nara dan memejamkan mata tapi ternyata Rendi belajar mengguling dia mengguling ke arah kakaknya dan mulai mengusik ketenangan Lisa.
"Astaga... cabal ica." Lisa mengelus dadanya di susul Darel yang tak mau kalah dia memeluk Nara dan Rendi memeluk Lisa keempat nya tidur berpelukan.
"Frustasi gk tuh si lisa." ucap Renata mereks kembali terkekeh, dan memindahkan anak anak ke ruang tidur mereka.
__ADS_1
Bersambung.