
3 bulan kemudian.
Benar benar di mansion tak ada kabar sama sekali, awalnya mereka hendak menyusul kemaren tapi mereka dapat pesan dari seseorang.
isinya
*Jangan kemansion, mereka baik baik saja masih menggurus nya.*
Dan anak anak.
Lisa : Umur 1 tahun 8bulan.
Rendi : umur 8 bulan, udah bisa merangkak.
Darel : umur 5 bulan.
Nara : 3 bulan.
"Tata Tata.." celoteh Rendi memanggil sang kakak ia merangkak mencari kakaknya yang berada di ruang depan tengah mewarnai buku warna, Rendi tersenyum lebar ia merangkak ke arah kakaknya.
"Tata Tata..." Ucap Rendi, Lisa menoleh dan tersenyum Rendi duduk di pangkuan Lisa dan ikut mewarnai gambar nya sendiri.
"Ini warnanya bilu." ucap Lisa mengajari dan,
"Loh ternyata di sini toh Rendi Mama cariin, Lisa udah yah kita makan siang dulu." ucap Linda datang.
Lisa memindahkan Rendi kesamping dan membereskan buku gambarnya mandiri kan lumayan, setelah itu mereka ke ruang makan.
__ADS_1
Ruang makan.
"Nara jarang banget cerewet deh?" ucap Renata karena hanya satu satu nya Nara lah yang paling pendiem di antara keempat anak ini, Nara hanya diam fokus pada makanannya sambil memainkan bola kenyalnya.
"Niru Nata mungkin yah? kalau ketemu orang bener kayak pertemua ortu nya paling cerewet." ucap Deana, dan mereka terkekeh Nata juga kadang heran anak nya juga tidak terlalu rewel jadi gampang.
"Nala Nala.." Rendi memberikan sebuah potongan pisang dengan tangannya, Nara langsung makan dari tangan Rendi dan tersenyum tapi tipis.
"Nah kalau senyuman nya kyk bapaknya pasti." ucap Nata mengingat jika Rendra dalam mode es nya.
"Bener tuh." ucap Renata, Nata juga sedikit sedih suaminya tak bisa menemaninya melahirkan dan itu membuatnya sedih kadang sesekali Nata menunjukkan foto Rendra kepada Nara.
Nara yang melihat paling antusias dia mengambil dan berceloteh entah mengadu apa tapi itu membuat Nata senang.
Ting
"Papa..." Lisa menoleh ia merasakan kehadiran Papanya, ia turun dan berlari kecil ke arah pintu depan disusul yang lainnya.
Dan Ceklek...
"Kami datang..." sebuah senyuman yang di rindukan mereka semua yah keluarga mereka kembali menjemput mereka, semua berpelukan melepas rindu masing masing.
"Istri kecil ku, kakak pulang yok buat." ajak Vano seketika ia mendapat tabokan maut dari Renata, "Sumpah kak kakak baru balek mengacaukan rasa haru aja." ucap Renata tepuk jidat tapi ia juga mau.
Tinggal ada 2 orang eh ralat 3 orang yang belum pelukan atau bicara, yaitu Rendra dengan Nata maupun Nara.
Rendra menatap Nara yang do gendongan Nata sambil memegang sebuah foto erat,
__ADS_1
Nara juga menatap Rendra Nata ia diam dengan rasa menahan tangis.
"Kau tak mau memelukku?" tanya Rendra, Nata sedikit berlari dan memeluk Nata termasuk Nara yang belum paham.
"Hiks..."
"Maaf.." Rendra memeluk istri nya ini.
"Wah gadis cantik ini siapa?" ucap Rendra mencubit pipi Nara tapi Nara menahannya,
"Yaya nana una uya yaya..." artinya Nara Cuma Punya Ayah.
Nata tersenyum anak sangat sensitif jika di sentuh orang asing kecuali orang terdekat nya,
"Dia lahir, Nara putri kita." ucap Nata.
Rendra tersenyum ingin ia mencubit pipi cubby Nara tapi di tahan Nara terus dan berkata bahwa ia cuma milik ayah dan bundanya saja,
"Nara cuma milik Ayah, tapi serius gak mau peluk ayah ini ayah Nara. Coba samain sama yang di foto." ucap Nata.
Nara menatap foto lalu ke arah dan terbentuklah senyum bulan sabit di bibirnya dan merentangkan tangannya kepada Rendra, "Yaya Yaya..." Nara terus berkata ayah ayah.
Rendra menggendong Nara dan menghujani banyak ciuman di wajah Nara hingga ia kegelian.
"Maaf yah tidak menemani mu." ucap Rendra meminta maaf mengusap pipi Nata, Nata mengangguk ketiganya berpelukan erat.
Bersambung.
__ADS_1