
Skip malam hari setelah makan malam.
Semua bersiap menggunakan pakaian alat maupun memakai topeng setelah siap mereka berangkat menembus malam kota menuju sebuah tempat yang sudah janjian dengan kelompok Psychopat laki laki.
Sampai ditempat itu.
Terlihat 3 Cowok sedang berbicara sambil salah satunya mengasah belatinya tak lama juga RV dkk datang,Tentu ketiga cowok itu langsung menoleh dan melihat siapa.
Setelah ketiga cewek turun dan mendekat ke mereka, "Ada apa ingin bertemu kami? " tanya RV dengan datar menatap mereka.
"Sebenarnya gw meminta pertanggung jawaban lu karena lu tendang milik gw. " kata AR sambil memutaru tubuh RV dengan belati nya selalu di pundak RV.
"Gw gk sudi bibir disentuh lu. " kata RV singkat dan hendak berjalan ke mobilnya tapi tangannya di cekal AR dan langsung menarik Rheva ke pelukannya dan mendekap erat.
"Gw hanya minta itu...." kata AR mengakat dagu Rheva menggunakan tangannya tentu Rheva memberontak tapi apa daya kekuatan antara laki ama perempuan beda,
sedangkan teman temannya hendak membantu tapi malah mereka di hadang 2 orang sialan ini.
__ADS_1
"Lepas... " kata Rheva memberontak semakin dia memberontak semakin kuat dekapan itu,
"Gw hanya minta bibir lu doang susah amat, biasanya para cewek pada seneng. " kata AR memunculkan smriknya tapi......
"Itu cewek yg gk punya harga diri, gw punya.... Mama dan kakak gw gk pernah ngajarin untuk jual murah di depan laki laki. " kata Rheva mulai emosi.
Dan..... Tiba tiba ada sirine polisi tentu mereka kaget dan langsung bersembunyi bahkan berpencar.
Disisi Line
"Eh.. eh.... lu mau bawa gw kemana.... " kata Line langsung ditarik oleh Faey, mereka berlari dan dibelakang seorang polisi mengejar mereka dan sebuah gang sempit ada disana mereka langsung berbelok saat polisi lengah dan bersembunyi.
*Matanya sungguh indah. Batin Faey menatap terus Line.
Menyadari Faey menatap tentu otomatis Line langsung mendongak beda 3 cm tinggi mereka, "a... ada apa...? po.. polisi.. u.. udah.. per... pergi." kata Line agak gugup menatap Faey menyelipkan rambut nya.
Seakan sadar mereka langsung keluar kembali ketempat mereka tadi.
__ADS_1
Disisi Tiffany
Eanor dan Alfa berlari hingga...ada kolam.... disana... "Ayo... " kata Alfa menarik dan.. byur.. mereka loncat dan masuk k kolam itu untung jernih, Setelah tidak mendengar suara polisi mereka keluar tapi... Eanor pingsan pernapasan ia tak kuat menahan 30 menit di dalam air.
Tentu Alfa kaget dan bingung,
"Maaf..." Satu kata muncul di mulut Alfa dia memberi nafas buatan dan Eanor langsung sadar bahkan terbatuk karena air,
"Ma... makasih.. uhuk... " kata Eanor setelah merasa enak mereka pergi ke tempat kumpul tadi.
Sedang di sisi nona dan tuan ketua.
Mereka masih berdebat malahan dibelakang sudah ada polisi tapi mereka berjalan santai dan berdebat.
Dor... karena bosan polisi langsung menembak ke atas langit tentu kedua orang ini berhenti dan berbalik.
"Eh dalam hitungan ketiga kita lari... 1....2...." kata AR lalu 3....mereka langsung berlari sekuat tenaga tapi... bruk... "sialan... " kata RV terjatuh karena sesuatu membuat dia terjatuh dan terjepit bongkahan batu.
__ADS_1
Tentu dia langsung melepas sepatunya dan berlari bersama AR dan bersembunyi di suatu gubuk kecil kosong.
Bersambung