
Di sebuah Taman.
Gadis yang masih remaja duduk di kursi taman dengan sedihnya, hingga seseorang menepuk pundaknya dan membuat dia tersadar.
"Hei adek kak Vano jangan sedih dong..! "Vano menghapus air mata Renata yang menangis, "Maaf dek kakak harus pindah ikut Ayah. " jelas Vano dirinya juga merasa sedih dengan hal ini.
"Ta...Tapi Renata gk mau kakak pindah. " kata Renata sedih, Vano memeluk dan menenangkan Adiknya yang ini.
"Eh ada Eskrim yuk beli itu... " kata Vano menunjuk seorang penjual Eskrim dia berlari kesana mengandeng Renata lalu mereka membeli 2 Eskrim coklat Vanilla.
"Nih... " kata Vano memberikan eskrim kepada Renata, dengan senang Renata menerima dan memakannya Mereka makan sambil berjalan ke sebuah ayunan lalu menaikkinya.
" Kak Vano sebenarnya tak mau ke Paris pindah kesana, tapu ini permintaan Ayah. " kata Vano menghadap sebuah air pancuran yang ditengah taman di sekelilingi bunga yang indah.
"Maaf yah Renata kakak buat kamu menangis... " kata Vano mengelus rambut Renata lembut, Renata menatap Vano dia tersenyum dan memeluk Vano.
"Gpp, Tapi kakak jangan lupain Renata maupun yang lain yah.. " kata Renata di dalam pelukan Vano, Vano mengangguk dan membalas pelukan Renata.
Mereka menghabiskan waktu di taman dengan canda tawa, saat akan menjelang sore...
"Ternyata di sini ayo pulang, besok Vano berangkat ke Paris. " kata Rheva.
"Yah, Oh ya ini buat Renata... " Vano memasangkan kalung berbentuk hati silver ke leher Renata, "itu buat Renata kamu yang silver kakak hitam, kalung nya juga bisa di satuin.. "Vano mengeluarkan kalungnya dan menunjukkan bahwa bisa menyatu.
Renata mengangguk dengan senyuman cerahnya.
Mereka pun pulang kerumah masing masing,
Di kamar Renata.
"Aku pasti merindukan mu kak, makasih yah kak pernah ada buat Renata. Renata janji bakal selalu menunggu kakak dan jaga kalung ini. "ucap Renata menggengam erat kalungnya ini.
__ADS_1
"Renata ayo turun makan. " panggil Rheva dari bawah ruang makan, Renata menganti pakaian nya dan turun keruang makan.
"Wih dari siapa Renata kalung mu? " tanya Rendra penasaran, "Dari kak Vano. " jelas Renata dengan senyum nya Rendra memeluk kembarannya dan...
"Kak Vano bakal pulang. " kata Rendra dengan senyuman nya juga.
Renata mengangguk lalu semua kembali kekamar masing masing untuk tidur.
Keesokan harinya.
Renata bangun dan pergi mandi, dia memakai Kaos pelangi dengan celana leging hitam dengan sepatu sneker putih dan mengikat Rambut nya.
Setelah siap dia mengambil tas mini bagnya yang berwarna Hitam dan turun untuk sarapan bersama.
"Pagi semua. "Sapa Renata dengan senyuman
"pagi juga Renata. " jawab semuanya.
Bandara.
"Kak Vano... "Renata berlari dan memeluk Vano erat lalu, "ini buat kakak, kalau kakak rindu Renata kakak tatap boneka buatan Renata. " ucap Renata memberikan Boneka hasil jahitannya selama sebulan.
"Iya makasih dek." ucap Vano menerima boneka itu dengan senang.
"Hati hati San, Jaga tuh anak lu. " kata Daffa memeluk sahabatnya yang ini.
"Yah jan nangis lu..." kata Eshan menahan tawa bahwa daffa akan Menangis.
Tak lama terdengar info bahwa pesawat Indonesian-Paris akan lepas landas, Semua berpelukan.
"Hati hati kakak Ayah. " ucap Renata dengan senyuman.
__ADS_1
Vano dan Ehsan berjalan pergi ke arah gerbang pesawat mereka, Renata melambaikan tangan dan Vano membalasnya.
Saat Ehsan dan Vano sudah masuk tanpa sadar Renata menangis melihat kakak yang selalu dia hibur dan usik pergi jauh meninggalkannya.
Atha mengendong Renata dan semua pulang.
Dari sejak itu Vano dan Ehsan di Paris, Renata mengikuti jejak sang Mami menjadi seorang Psychopat berdarah dingin.
Dan dengan ini Cerita
"Dulu Polos Sekarang Psychopat"
Telah selesai.
Bagi yang ingin meminta S2 cerita ini Author berikan bisa saja saya jadikan di Novel ini atau juga saya pisahkan.
Jadi silahkan Coment.
Jangan lupa.
like.
Coment.
Vote and Rate.
Jika ingin memberikan hadiah silahkan bagi yang berminat.
Jika ingin menjadikan Favorit silahkan.
Salam pisah di Novel ini
__ADS_1
See you 😊