
Keesokan paginya.
Seorang gadis tengah tidur sambil memeluk boneka beruang yang baru saja ia dapatkan dari Taman hiburan kemarin.
Ceklek....
"Yak dia masih tidur..." Rendra berkacak pinggang, dia langsung membuka tirai kamar Renata lalu menarik kaki Renata membuat sang empu yang masih di alam mimpi terkejut.
"Hah apa apa? gw di mana gw siapa?" seketika Renata menjadi linglung dan itu berhasil membuat Rendra tertawa terbahak bahak, "Lu Renata dan lu masih di kamar sekarang mandi karena kita harus ke sekolah." kata Rendra menahan tawa.
Renata yang memegang kepala akibat tersentak tadi hanya mengangguk lalu bangkit ambil handuk dan pergi mandi.
25 menit kemudian.
Renata telah selesai ia mengambil sepatu dan turun kebawa ikut sarapan bersama sama,
Meja makan.
"Pagi semua" -Renata
"Pagi juga Renata." - Keluarga.
"kali ini Papi Mami di panggil ke sekolah kalian gk buat ributkan kemarin?" tanya Papi tatapan intro nya, Rendra dan Renata saling menatap kemarin aja kan biasa biasa aja kgk ada apa apa.
"Gak Papi, kemarin tenang." kata Rendra bingung, Papi hanya mengangguk setelah itu mereka pun berangkat.
Sekolah.
__ADS_1
Rendra dan Renata juga di panggil ke kepsek dengan bingung juga,
Ruang Kepsek.
Papi Mami tengah mengobrol dengan kepsek Rendra dan Renata debat masalah tentang kemarin malam.
Obrolan.
"Kenapa kami di panggil pak, apa anak kami berulah lagi?" -Papi
"Tidak Tuan Atha, melainkan ini masalah kami ingin si kembar mengikuti ujian Kelulusan anak kelas 12." -Kepsek.
Mami dan Papi tersentak kaget mendengar hal itu melihat anak mereka ini masih umur 17 tahun tapi apa salahnya kalau mereka akan lulus cepat.
"Kenapa bisa begitu Pak?" -Mami
"Apa boleh Tuan tapi si kembar harus melewati satu semester kelas 12 baru bisa lulus dengan nilai baik." jelas kepsek.
Atha dan Rheva saling menatap, apa mungkin IQ mereka hingga menurun kepada sikembar saat di toleh kebelakang posisi sikembar kini tengah piting pitingan.
"-_" " (seperti itu ekspresi lihat si kembar.)
Rendra tengah memiting kepala Renata sedangkan Renata ia terus memukuli Rendra tanpa henti.
"Ekhm..." Atha berdeham sikembar menoleh lalu cengar cengir akan kelakuan mereka.
"Maaf Papi.." keduanya meminta maaf dan setelah itu kembali ke kelas karena katanya ujian dadakan lagi bagian fisika.
__ADS_1
Kelas.
"Dari mana kalian?" tanya Guru Fisika.
"Ruang Kepala sekolah." jawab si kembar langsung duduk dengan wajah datar mereka.
Guru memberikan soal Fisika dan mengerjakan nya dengan santai seperti matematika pada waktu itu, "Dan semuanya ini penggumuman minggu depan kita akan ujian tengah semester paham." ucap guru Fisika dan di jawab paham oleh seluruh murid kecuali si kembar yang fokus mengerjakan.
1 jam kemudian. (si kembar telat sejam.)
Kring... (Bell istirahat.)
"Bell berbunyi sekarang kumpulkan." perintah Guru, sikembar pertama yang mengumpulkan dan langsung nyelonong pergi begitu aja tanpa peduli gurunya yang hendak mengomel.
Luar kelas.
"Papi mami belum pulang?" tanya Renata kala melihat kedua orangtuanya tengah di taman belakang sekolah,
"Belum, mana Rendra?" tanya Mami mengelus rambut anaknya.
"Beli cemilan ama minum." kata Renata memainkan hpnya dan tak lama Rendra kembali membawa bakpau, Cilok, dan Strawberry chocolate dan minumannya Mango juice.
"Mana Strawberry ku." kata Renata, Rendra memberikan dan Renata memakan dengan nyaman keduanya duduk di rumput dan ortu mereka di bangku.
"Kalian mulai bulan depan bakal belajar pelajaran anak kelas 12." jelas Atha mampu membuat si kembar tersedak makanan mereka, "Serius pi? kok bisa?" tanya Rendra setelah meminum minumannya.
"Yayalah, ujian dapet nilai sempurna terus kok. kalian hanya butuh 1 semester jadi anak kelas 12 setelah itu langsung lulus." jelas Atha, Sikembar hanya menjawab oh ria saja.
__ADS_1
Bersambung.