Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
KETAHUAN#MAAF


__ADS_3

"Kamu tidak apa apa kan nak? namamu siapa? " tanya Nyonya Alin Fredella tersenyum Aline tentu mengenal Nyonya Alin karena suami nya sangat terkenal tapi itu diluar mereka sedang merasa kesedihan lama bisa dikatakan mereka kehilangan anak mereka.


"Nama saya Aline tante hehehe agak sama, kalau sulit panggil karena sama panggila saja Line. " kata Aline tersenyum lembut sedangkan Nyonya Alin seperti senang bertemu Aline.


Tapi terlintas dipikiran Aline tujuan ia tadi,


"Maaf tante saya harus pergi soalnya mau beli air buat sahabat saya. " kata Aline lalu berlalu pergi.


"Mas aku merasa anak kita kembali saat melihat Aline tadi. " kata nyonya Alin menatap punggung Aline menjauh suaminya memeluknya dia juga cukup merasa akan hal itu.


Lalu mereka pergi ke ruangan kepsek kenapa Mereka termasuk donatur terbesar kedua setelah Rheva.


Setelah ke kantin Aline kembali.


"Nih Rheva. " kata Aline memberikan air putih, Rheva menerima air itu lalu meminumnya setelah itu hpnya berdering kepsek yang menelefon.


Calling.


Rheva : To the point.


Kepsek : Nona tuan Fredelle datang.


Rheva : gw kesana...

__ADS_1


Rheva langsung mematikan secara sepihak dan berdiri, "Kita ke kantor. " kata Rheva langsung pergi Aline yang paham pun ikut sedangkan Tiffany ikut ajalah.


Diruangan kepsek.


Rheva masuk menggunakan topeng lah dia duduk dan menatap mereka,


Tapi...


"Aline kau tak usah pakai topeng sayang... " kata Nyonya alin tentu semua saling memandang terutama Aline dia tidak bilang jati diri nya selama ini.


"Ba... bagaimana Tante tahu saya! " kata Aline perlahan melepas topeng nya, sedangkan Rheva entah apa ia mulai meneliti wajah Alin sedikit ada kemiripan di wajah Aline.


"Mirip...." ujar Lirih Rheva setelah itu mereka pun membahas akan hal ini setelah selesai karena sudah istirahat mereka memutuskan ke kantin Tuan Fredelle bicara dulu dengan kepsek sedangkan Nyonya Alin ikut 3 ciwi ini.


"Cobalah Line.. " kata Nyonya Alin entah nyonya Alin seperti sengaja menguji Line,.


"Aku tak suka Itu tante... " kata Line jujur dari dulu dia sangat tidak menyukai makanan itu sushi.


"Jangan di paksa tante kalau dipaksa Aline menangis. " kata Rheva menahan tawa ingat saat ke korea mereka makan Sushi tapi Aline saja yg tak makan.


"Apaan dah? " kata Aline cemberut justru itu membuat Alin tertawa melihat itu entah apa dia sangat menyanyangi Aline sejak pertama kali bertemu.


dan... Brak...

__ADS_1


seketika wajah para perempuan ini menoleh tajam membuat sang pelaku agak takut,


"Eh mohon maap gw mau bilang bo... " belum selesai Ehsan berbicara sudah dipotong Rheva.


"Duduk tinggal duduk. "Kata Rheva datar.


3Cowo pun duduk bersama mereka sedangkan itu mereka pun makan bersama saat itu juga, "Rhev... " seseorang memanggil Rheva tentu pemilik nama langsung menoleh sambil menaikkan satu alisnya.


"Ap?"tanya Rheva terhadap orang yang memanggilnya yah ternyata Rina yang memanggil, "Gw mau bicara sama lu! " kata Rina "pribadi. " lanjutnya.


Rheva setuju dia mengikuti Rina ke rooftop.


Rooftop.


"Re... Renata... " Rina berbicara dengan gugup sambil menunduk tidak tahu apa yang terjadi pada Rina ini,


"G... gw minta maaf Ren.. " kata Rina menunduk Rheva tentu heran tidak semudah itu Rina minta maaf.


"Gw gk suka kebohongan. " peringat Rheva dengan dinginnya, "Gw tahu lu pasti gak semudah itu memaafkan gw atas perilaku gw yang udah kelewatan. " kata Rina menunduk.


"Gw maafkan lu tapi gw belum sepenuhnya. " kata Rheva datar terkesan lembut.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2