
Di pemakaman Kakek
Renata masih menangis dia tidak menyangka untuk kalinya ia ditinggal pergi lagi oleh orang tersayangnya, "Hiks... Kakek kenapa kakek pergi ninggalin Renata!! Renata gak punya siapa siapa lagi..." Renata menangis menatap batu lisan kakek.
Makam kakek dekat dengan makan nenek maupun Mama dan Kan Rose,Tak lama keluarga carlise datang dan itu membuat Renata marah tak menyukai mereka.
"Siapa yang mengundang mereka kesini?" ucap Renata bahkan dia engan menatap Papanya sendiri, "Kabar tentang kematian tuan besar sudah memyebar Nona Renata. " kata salah satu Bodyguard yang selamat.
"Kehadiran kalian tidak di inginkan di sini. " kata Renata begitu datar ekspresi nya sangat berubah bukan Renata yang dulu,
"Kau berhak apa pembunuh? " kata Papa begitu pedas ucapan nya tapi ini tak membuat Renata takut bahkan dengan tatapan Papanya sendiri.
Papa hendak menyentuh batu lisan kakek tapi ditepis oleh Renata kebencian sudah ada di hatinya, "Jangan pernah menyentuh batu lisan kakek ku. " kata Renata datar Papa juga hampir tersulut emosi tapi dia mulai sadar ada perubahan pada Renata.
Renata lalu melirik Kedua orang yang seakan mereka juga bersedih.
"Pergi kalian!!aku muak dengan semua ini. " kata Renata penuh dengan penekanan, keluarga Carlise pun pergi lalu...
"TUAN ANDARA CARLISE INGAT KAU AKAN TAHU SIFAT ASLI KEDUA ORANG ITU!! DAN KAU AKAN TAHU SIAPA YANG SALAH DAN SIAPA YANG BENAR. " teriak keras Renata penuh emosi, Papa yang mendengar dari jauh juga agak kegt dengan perubahn gadis yang dulu dia kenal sangat ceria.
__ADS_1
Setelah pemakaman Renata memutuskan pulang ia terakhir yang pulang dan saat perjalanan pulang sambil menggunakan mobilnya.
Saat perjalanan pulang, Bruk....
Renata tak sengaja menabrak seseorang dia segera turun dan melihat orang itu, Ternyata dia menabrak seorang gadis seumuran dengan nya dengan segera dia membantu gadis berdiri dan menuntun nya kepinggir jalan.
"Maaf nona saya tak sengaja. " kata Renata dia mengambil kotak P3K di mobilnya dan mengobati luka Gadis ini, Renata sempat melihat gadis ini juga terlihat tersirat di matanya bahwa dia sedang sedih.
"Kau kenapa? " tanya Renata
Gadis itu menatap Renata lalu menunduk tak sengaja air matanya keluar, Renata menatap gadis ini lalu memeluknya walau dia orang asing tapi menurut Renata sepertinya dia mempunyai masalah.
"Aku....diusir... hiks... aku tak sengaja... hampir.. membunuh Ayah angkat ku.. sendiri... " kata dia sedikit sesegukan karena tangisnya tadi,
"Prhl.. " kini hawa berubah menjadi dingin entah apa yang membuat Renata begitu cepat berubah.
"Aku bukan anak kandungnya dan mereka merawatku dari bayi karena harta orang tuaku, dan mereka selalu membanding bandingkanku dengan anak mereka.
Kakak angkat ku cantik sedangkan aku tidak kakak ku pintar sedangkan aku tidak mereka terus begitu hingga aku tahu bahwa aku bukan anak kandungnya dan mereka ternyata merencanakan pembunuhan orangtua ku. " kata Gadis ini mulai terisak tangisnya.
__ADS_1
"Pembunuhan.? " tanya Renata ingin yakin, Gadis ini mengangguk lalu dia bertanya sesuatu.
"Kau psychopat? " tanya Renata karena dari cerita Gadis ini terpancing emosi sehingga ingin langsung membunuh Ayah angkatnya.
"Iya aku psychopat dari orangtua ku, ini pun juga dorongan sejak kecil. " kata Gadis
Renata pun mengerti akan hal itu lalu terlintas di suatu pikirannya,
"Nama mu siapa? " tanya lagi Renata
Gadis ini menjawab bahwa namanya Tiffany Evelyn.
"Marga asli mu Evelyn? " tanya Renata
"Bukan, marga orangtua kandungku adalah Eleanor. " kata Tiffany.
"Kau ikutlah dengan ku, jangan takut kita mengalami kejadian hampir serupa tapi agak sedikit berbeda jalan. " kata Renata menunjukkan senyuman manisnya walau itu adalah senyum senyum yang akan jarang diperlihatkan nya kembali.
Tiffany setuju mereka pun masuk mobil dan Renata menjalankan mobilnya menuju Mansion.
__ADS_1
Bersambung