
Selesai dari pemakaman mereka hendak pulang namun....
10 orang berbadan kekar mengepung dan menghadang mereka, para bodyguard dengan siaga langsung bersiap melindungi anak anak.
"Siapa mereka? "Renata bingung dengan orang orang yang mengepung mereka.
"Serahkan Anak Rheva... " kata salah satu dari mereka lantang, Reyhaan segera berdiri di depan adek adeknya untuk melindungi.
"Kalau tidak... "
Bugh
bugh
bugh
Terjadi perkelahian antara 10 orang tadi dengan para bodyguard...
"Aaaa lepas lepas...." Seorang musuh berhasil menangkap Renata dan...
jleb... bugh.. bugh....
Vano langsung menghajar orang itu dengan menusuk tepat dijantung.
"Renata gpp? " tanya Vano, Renata mengangguk Para bodyguard mulau agak kewalahan, "Nona tuan kalian lari saja.... " ucap salah satu bodyguard berusaha bertahan walau beberapa temannya tumbang.
"Ta....tapi kalian..." Rendra hendak menyela namun para bodyguard memaksa, dengan terpaksa anak anak langsung lari dengan dilindungi 2 bodyguard untuk menghadang lawan.
Sampai hingga di sebuah tempat sepi dan ternyata tempat itu adalah tempat di mana Rheva dkk dan Atha dkk dulu bertemu.
Ada sebuah gubuk kecil yang pernah di buat sembunyi oleh Atha dan Rheva saat Dikejar polisi.
__ADS_1
"Kita sembunyi disana... " ucap Linda, mereka berlari dan masuk kedalam gubuk.
Semua duduk memeluk satu sama yang lain, Reyhaan yang paling tua segera mengirim sinyal kepada Maminya.
"Sial kemana mereka... " ternyata 3 orang musuh mengejar mereka,
"Stuss kalian diam yah.... " ucap Reyhaan semua menutup mulut mendengar bahwa orang itu ada di jalan tepat di wilayah gubuk itu.
Hari mulai menjelang malam.
Setelah aman mereka pun keluar dan bingung tadi mereka lari tak melihat Arah,
"Kita dimana? " tanya Deana bingung melihat sekeliling banyak preman dan psychopat maupun jalang cabe di sana kemari.
"Hei... " seorang Psychopat mendekati mereka di mengayun ayunkan belatinya dan...
Kelk...
Dor...
Karena tembakan yang di akibat Reyhaan menembak kaki orang itu, semua melihat mereka.
"Jangan menyentuh adik ku.. " ucap Reyhaan dingin dengan wajah datar.
Karena kesal Psychopat ini menyerang namun tiba tiba...
Anak anak ini tertawa girang dan mereka memegang orang itu,
"hihihi dah lama Linda gk pernah bunuh orang. " ucap Linda menunjukkan seriangi gigi putih nya membuat sekitar mereka merinding.
Psychopat ini pun di siksa habis habisan oleh Reyhaan Dkk tanpa ampun hingga sudah tidak berbentuk lagi tubuh orang itu.
__ADS_1
"Gi... .gila... me.. mereka masih ke... kecil ta.. tapi psychopat. " ucap salah satu jalang gemetaran apalagi melihat Renata bermain darh sambil duduk.
"Tutup mulut kalian semua kalau tidaj kami bisa berbuat hal yang sama. " ucap Reyhaan dingin, mereka mengangguk dan bubar.
"Anak anak... "Para orangtua datang dan memeluk anak mereka.
"Kalian gpp hah, dan ini darah siapa? " tanya Tiffany melihat anak anak berlumuran darah, dengan senyuman bahagia Renata berkata,
"Hihihi.. kami habis bermain sama paman itu.. " ucap Renata dengan polos maupun menunjukkan senyuman senang.
Setelah kejadian ini mereka memutuskan pulang dan mencari tahu siapa yang mengincar anak anak mereka.
2 Tahun kemudian.
Hari kelulusan Sd anak anak.
Sekolah.
setelah pak kepala sekolah ceramah panjang kali lebar, kini pembagian ijazah.
Reyhaan dkk lulusa dengan nilai yang begitu baik.
"Berarti kita bakal masuk Smp bareng bareng... "ucap Renata girang
"Tidak, "ucap Vano dengan sedih semua menatap dan bertanya kenapa tidak...
"Vano sama Ayah bakal pindah ke Paris. " jelas Vano sedih semua terkejut termasuk Renata dan....
"Gak gak kak Vano gak boleh pindah.. "Renata langsung pergi meninggalkan kakak kakaknya dengan tangisan, Melihat itu Vano merasa bersalah melihat adeknya pergi dengan marah.
Bersambung.
__ADS_1