
Langsung saja Pukul 20.00
Mansion Carline.
Rheva bersiap maupun yang lain, mereka menunggi ketiga orangtua mereka tertidur lelap sampai alam mimpi mereka.
Setelah semua sepi Para penjaha yang tahu Nona Nona mereka akan pergi menyiapkan satu mobil untuk mereka.
Sampai ditujuan.
Rheva masuk disebuah gedung agak menyeramkan tapi dalamnnya dapat terkesan interior yang cukup mewah,
Dan sebuah tempat ruangan yang biasanya digunakan untuk menerima tamu yang meminta jasa mereka.
"Maaf saya terlambat. " ucap Rheva dingin lalu duduk tepat berhadapan dengan Rissa, sedangkan ketiga temannya berpencar melihat kondisi markas.
"Silahkan mengapa anda ingin meminta bantuan saya? " tanya Rheva dengan datar sangat serius membuat Rissa juga serius.
"Saya meminta bantuan anda untuk membunuh orang ini. " Rissa memberikan foto yang ternyata adalah Papa, Rheva memunculkan Smrik nya lalu...
"Kenapa saya harus membunuh nya? " tanya Rheva tentu Rissa tahu hal ini jadi dia menyiapkan dokumen yang berisi informasi tentang Andara tapi semua itu hanyalah palsu.
__ADS_1
Rheva menerima dan membacanya lalu...
"Bagus.. Bagus... " Rheva bertepuk tangan, Ketiga teman dan sepupu nya masuk mengunci pintu dan berhadapan langsunh dengan Rissa. Perlahan mereka melepas topeng sambil tersenyum, Tentu Rissa kaget terutama saat melihat wajah Rheva.
"Hahahah... kau ingin aku membunuh papaku, kau sendiri perlahan masuk jebakan Rissa... " kata Rheva memunculkan smriknya tapi...
"Hahahaha percuma kau membunuh ku, tapi pengusaha pria itu akan terus mengejar mu Renata. " kata Rissa tertawa, teman teman Rheva merasa Khawatir mendengarkan hal ini lalu mereka menatap Rheva.
Rheva tersenyum mengatakan bahwa jangan khawatir ini akan baik baik saja,
"PENJAGA TAHAN DIA... "Panggil Rheva Dua penjaga masuk dan menyeret Rissa ke penjara bawah tanah.
"Panggil AR Kesini. " kata Rheva entah apa di benaknya ia ingin memanggil AR, tak lama AR bersama kedua temannya ditambah anggota baru datang dan duduk.
"AR kau pasti kenal dengan Ceo Ry dia memiliki 2 nama perusahaan sama sama masuk ke No 1." kata RV tersenyum tapi AR membuat waja serius tidak tahu kenapa,
"Tuan AR kau adalah pemilik no 1 kedua perusahaan itu, dan kau bermasalah pada Salah satu perusahaan bukan? " tanya lagi Rheva.
AR mengangguk dengan serius Rheva menepuk tangannya terlihat seorang wanita paruh baya berjalan ke arah mereka lalu,.
"Aa.. " kata Wanita ini tentu AR kaget dan memeluk nya erat Wanita pertama miliknya yang sudah 2 hari menghilang.
__ADS_1
"Kenapa Mama bisa dengan... " Belum selesai berbicara, "Vava yang menolong Mama. " kata Mama AR dengan senyum hangat seorang ibu.
Rheva pun menepuk tangannya lagi dan terlihat seorang wanita lagi sedang di tahan 2 orang penjaga, "Terserah kau ingin melakukan apapun padanya tapi aku juga dendam lebih besar dari mu. " jelas Rheva.
AR mengangguk lalu berjalan ke arah Rissa, Rissa melihat AR terkejut dan takut walau dia dipegang kedua penjaga berbadan kekar dia sangat takut apalagi melihat sorot mata AR yang marah.
"Kau berani menipuku dan mencelakai Mamaku. " kata AR menunjuknya pada belati hingga....
"Nona Mansion mansion anda.... " seorang penjaga datang terengah engah membuat keempat cewek ini bingung,
"Mansion diserang. " kata mereka satu hal yang dipikirkan Orangtua mereka.
"PAPA. "Rheva hendak pergi tapi Rissa tertawa bahagia lalu, "Hahaha bersiaplah Rena kematian orangtersayang mu menjemput. " kata Rissa dan...
Jleb...
Satu belati menancap tepat di perut Rissa penuh amarah, Rheva membawa katana dan Gun kesayangan nya dan menaikki motor nya secara langsung.
Dia memicu motornya dengan cepat menembus malam itu juga.
Bersambung
__ADS_1