Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 18


__ADS_3

Keesokan harinya.


Hari minggu.


Semuanya tengah di taman belakang menikmati indahnya taman sambil bercanda semuanya, kecuali Vano ia sibuk dengan laptop nya sedari tadi dan membuat seorang penasaran.


"Kakak ngapain sih?" Kepo Renata dia habis bermain lempar bola bersama teman yang lain tentu Vano tak ikut, Vano segera menyelesaikan dan menutup Laptop nya sambil menggelengkan kepalanya.


Ehsan yang mulai curiga bahwa Vano mulai mencari Alia pun mulai angkat bicara,


"Vano jangan cari Alia, Alia akan menjadi urusan Ayah." Ehsan mulai tegas ia tak ingin anaknya juga korban,


"Gak Ayah." Vano terpaksa berkata berbohong karena kalau jujur Ayahnya pasti melarang keras kepada Vano.


Vano kembali ke kamar nya, ia mengambil sebuah kotak menaruh Flashdisknya.


"2 Flashdisk sudah selesai tinggal mencari keberadaan nya." gumam Vano, dia menatap bingkai Foto terpajang pada di atas meja belajarnya.


Foto ia dan ayahnya tapi sang ayah mengedit sedemikian rupa hingga membentuk bahwa mereka berfoto bersama walau kenyataan nya adalah Bunda harus tiada tepat di kelahiran Vano sendiri.


Dor...

__ADS_1


Vano terperanjat kaget karena Renata mengkagetkannya tiba tiba dan memeluknya dari belakang dan melirik Foto yang di pegang Vano.


"Bunda pasti seneng banget kalau kak Vano gak sedih terus." kata Renata tersenyum lembut, Vano mengangguk berbalik dan memeluk adik kecil reseknya ini.


"Renata janji sama kakak, kalau Renata dalam bahaya Renata harus bertahan." ucap Vano Renata mengangguk dab terjadilah scene di mana Bibir keduanya menyatu dengan lembut.


Vano mengecap bibir Renata dengan lembut dan tanpa sadar keduanya sudah berbaring karena menikmati dan tanpa sadar seorang di depan pintu melihatnya...


"Elvano." sebuah kata berhasil membuat keduanya terkejut dan menoleh tampaklah Mami Rheva berkacak pinggang dan Vano hanya Cengar cengir melihat Mami seperti itu.


"Enak Bibir anak gw?" tanya Rheva telas senyuman mematikan darinya....


"Ehsan anak lu...." kata Rheva dan melepas, Vano segera bersembunyi di belakang Ayahnya.


"Yah Mami kalau marah agak serem." Bisik Vano dan berhasil didengar Reyhaan bahkan Reyhaan tertawa melihat omongan Vano tadi,


"Dari dulu Mami itu agak cerewet." balas bisik Ehsan dan itu berhasil didengar Rheva dan....


Bugh...


Bugh.....

__ADS_1


Bugh.....


Rheva menghajar langsung si Eshan dan membuat semua orang tertawa terpingkal pingkal menyaksikan kejadian ini.


"Adoh, gegara Vano nih." kata Ehsan merasakan seluruh badannya sakit akibat timpukan dadakan oleh Rheva, Renata duduk disebelah babang Reyhaan sambil berbaring pada pangkuan Reyhaan.


"Mami marah kenapa?" tanya Reyhaan lembut kepada Renata, Renata menjelaskan dengan nada rada polosnya tentang tadi dan Reyhaan paham kan Renata masih kecil masak di ajari kayak begono.


"Mami Rheva nan cantik jelita bak bidadari dari surga tapi masih cantikan Bunda Aline, Maaf yah kan Vano gak sengaja." kata Vano membujuk kalau tidak uang jajan khusus dari Rheva akan terpotong.


Rheva hanya menatap datar sambil memijat pelipisnya ia berfikir dulu Aline gak salah ngidamkan anaknya jadi kyk gini atau kebawa dari ayahnya.


"Kayknya bapaknya yang salah." celetuk Rheva mampu membuat Ehsan kaget,


"Salah apaan?" tanya Ehsan kok dia juga di ikutkan.


"Bikin anaknya." jelas Daffa dan Atha mampu membuat ketiga lelaki tertawa dan membuat seorang bingung.


"Buat anak? emang gimana Papi?" karena ucapan ini semua terhenti seketika Rheva menatap horor kesuaminya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2