Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2. \EPS. 10


__ADS_3

Di UKS.


Renata memberi minyak ke punggung Vano yang memar akibat melindunginya,


"Lu gak tertarik?" tanya Vano yang membuat Renata bingung.


"Tertarik Apaan?" tanya Renata balik dan


"Tubuh gw lah secara kan gw sehat te... " belum selesai melanjutkan omongannya Renata langsung memotong,


"Hah tertarik? gak ih biasa aje gw." kata Renata santay dan sesekali memijat bagian memar agar mendingan dan Vano agak meringis.


"Pelan Pelan oy sakit punggung gw." kata Vano kesal lantaran Renata memijatnta agak kuat, tapi Renata cuek aja dan terus memijat.


15 menit kemudian.


"Dah selesai, mendingan gak?" tanya Renata menaruh minyak kembali ke tempat obat dan mencuci tangannya,


"Iye mendingan tapi yang mijat kgk ikhlas." kata Vano mencibir.


"Heh gw iklhas woy." kata Renata berlalu pergi tanpa memperdulikan Vano yang terus mencibir tentang dirinya, Renata berjalan ke kantin untuk makan jam istirahat kan.


Kantin.


Renata langsung gabung dengan yang lain ,


"Nih gw pesenin bakso." kata Rendra memberikan Bakso untuk Renata.

__ADS_1


Renata memakan Bakso itu dengan nikmat dan BRAK...


Seseorang mengebrak meja Renata dengan kuat untung saja tidak membuat mangkok melompat,


"Lo namanya Renata?" tanya Orang itu yang tak lain adalah Amaira seorang wakil osis yang caper dan sombong.


"Hm.." Renata hanya mengangguk sambil memakan bakso nya,


"Gw peringatin lu jangan pernah dekat ama Vano." ujar Amaira menunjuk ke arah Renata.


"Gak usah pake nunjuk suadara gw." kata Rendra kesal tapi Renata berbisik jangan memperdulikan nenek lampir ini.


"Udah selesai ngomelnya?mending ku pergi gw dah paham sapa juga mau deket ama ketos sok pahlawan." kata Renata memutar bola matanya sambil menyeruput es jeruk..


"Apa lo bilang..." Amaira yang tak terima hendak menampar Renata tapi di cekal oleh Rendra, Rendra menghempaskan tangan Amira sambil berkata...


"Kagak usah sok caper lo,PERGI." Rendra menekan kalimat terakhir nya dengan keras karena ia muak melihat Mantan nya yang menafik ini.


"Nyesel gw pernah pacaran ama dia." kata Rendra mendengus kesal, karena dulu sebelum ada Vano Rendra berpacaran dengan Amaira namun putus karena adeknya di bully.


"Sabar Rendra." ucap Deana juga kesal dulu juga dia pernah di bully juga habis habisan.


"Dah lah orang kyk begono tuh kagak ada manfaat nya jika kita urusin." kata Renata santai dan kepala ia senderkan pada bahu Rendra.


kita Skip langsung ke Pulang sekolah.


Papi mereka sudah menunggu dia menyenderkan badan di mobilnya,

__ADS_1


"PAPI....."Suara meleking yang di kenal Atha langsung menoleh.


Terlihat anak perempuan nya berlari dan memeluknya seperti, Renata jika saat kecil pulang sekolah langsung berlari memeluk Papinya.


"Rendra mau dong..." kata Rendra cemberut tapi Renata melarang dan akhirnya mereka berdebat dan.... keluarlah si Abang Reyhaan.


Tak... Tak....


Sikembar pun dapat sentilan maut dari Reyhaan di dahi mereka masing masing.


"Debat mulu, ayo masuk kita kan mau kerumah kakek." kata Reyhaan menyeret kedua adeknya untuk masuk agar tak ribut.


Mansion utama.


Masuklah mereka di mana Mansion lama Rheva dkk dulu tinggal.


"KAKEK CUCU MU YANG CANTIK DATANG." Renata berteriak dan langsung berhamburan di pelukan kakeknya tanpa menyadari adanya tamu


"Ya ampun cucu kakek jangan teriak dong." kata Kakek..


"Cantik apanya?" seorang mencibir Renata tepat di telinga Renata dan Renata menoleh...


"LO SIKETOS KUTUB NAN NYEBELIN NGAPAIN LU DI MANSION KAKEK GW HAH?"Keluar kembali suara merdu Renata.


"Ye kan di sini juga mansion Nenek gw." kata Vano santuy ,Renata melihat seorang yang di sebelah Vano dan tersenyum dan memeluk orang itu.


"Ayah Ehsan pulang." Renata memeluk Ehsan yang pulang dari Paris lamanya,

__ADS_1


"Ayah mana kak Vano." kata Renata senang dia sangat merindukan Vano.


Bersambung.


__ADS_2