Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
SELAMAT TINGGAL ALINE


__ADS_3

1 Bulan kemudian.


Linda umur 1bulan


Aline kandungan 9 bulan.


Tiffany Kandungan 2 bulan.


Rheva masih belum.


Reyhaan berlarian mengejar Linda yang di gendong louis, "Uncle angan ulik Linda.. " Ucap Reyhaan masih berusaha mengejar walau kalah cepat karena dia berlari dengan kaki mungilnya.


"Hahaha kyayayya... "Linda tertawa senang melihat kelakuan 2orang ini hingga...


Bruk... Akh...


suara Rintihan menghentikan mereka dan melihat ternyata Aline terjatuh dari tangga hingga mengenai perutnya, lalu mereka beralih pada orang yang mendorong orang itu berusaha kabur.


"akh... perutku.. "Aline meringis dengan cepar Louis segera membantu berdiri dan berteriak memanggil semua orang, "Aline.. " Ehsan terkejut apalagi Darah dari aline berkeluaran banyak.


Dengan sigap Ehsan langsung menggendong Aline dan membawa kerumah sakit.


"CARI ORANG ITU SAMPAI KETEMU. "Ujar Rheva tegas, para bodyguard mencari pelaku dari melihat cctv mencari seluruh nya bahkan akses jalan keluar seluruhnya di jaga ketat.


Sedangkan DiRumah sakit.


Aline langsung di larikan ke ruang operasi karena darah terus keluar.

__ADS_1


Ehsan disuruh menunggu diluar dengan khawatir.


Tak lama yang lain juga datang


"Ehsan bagaimana Aline?. "tanya Mama Alin khawatir, Ehsan mengelengkan kepala sungguh dia juga tidak tahu perasaannya sangat khawatir sedih semua campur aduk.


Hingga Ruangan operasi terdengar suara tangis bayi semua bernafas dan dokter pun keluar sambil berkata...


"Tuan Ehsan Nona Aline ingin bertemu dengan anda." ujar dokter, ehsan pun masuk terlihat Aline sudah setengah sadar dan dia juga tersenyum pada Ehsan.


"Sayang.... anak kita lahir. " kata Ehsan mengegam tangan Aline erat, "Ehsan.. " Aline memanggil mereka saling bertatapan.


"Tolong jaga anak kita yah, sayang ngi tapi jangan di manja.... " kata Aline


Ehsan bingung maksud Aline apa kenapa bisa berbicara hal itu...


"Kamu bicara apa, tentu kita bersama yang menjaga. " kata Ehsan.


"Aline anak kita jika perempuan kamu mau nama apa? " tanya Ehsan namun tak ada sahutan Ehsan merasa heran lalu dia menatap istrinya.


"Sayang kau tidur kah? " tanya Ehsan melihat Aline menutup mata dengan sedikit senyuman apalagi wajahnya mulai agak pucat,


"Aline bangun... " Ehsan mulai mengonyang tubuh Aline tapi tak ada Respon membuat Ehsan agak panik.


Dokter datang dan memeriksa setelah memeriksa terlihat raut wajah dokter berubah dan...


"Maaf tuan saya sudah berusaha semaksimal mungkin, Nona Aline telah meninggal karena pendarahan. " ujar dokter dengan sedih.

__ADS_1


"deg... deg..


Ehsan terkejut mendengar hal itu lalu dia mencoba membangun kan Aline tapi tidak ada Respon sedikit pun, Ehsan menangis memeluk tubuh Aline.


Sedangkan yang diluar


merka sudah tahu dan sedih terutama Mama Alin dia syok dan menangis mengetahui putrinta tiada di pelukan suaminya,


Rheva dia juga kaget ada marah di hatinya dan juga rasa sedih ditinggal sahabat nya yang sejak dulu mereka bersama.


"Aline... "Mama alin menangis melihat ini semua,


Ehsan menangis selama 3 jam dia masih belum Rela mendengar ini semua,


"Aline bangun anak kita lahir... " Ujar Ehsan dengan isak tangisnya hati nya sakit.


Teman temannya berusaha menbujuk Ehsan untuk melepaskan jenazah Aline karena akan segere dikremasi setelah 1 jam berhasil membujuk Ehsan melepaskan pelukan nya.


Setelah itu ia berjalan menuju ruangan untuk bayi prematur dia berjalan disana,


Terlihat dari kaca luar ruangan bayi mungil terbaring di dalam box dan dia juga melihat sosok di kaca itu yah tentu ayahnya.


Ehsan tersenyum menatap bayinya lalu..


"Bunda mu pergi jauh nak..." Ucap Ehsan lirih meneteskan air mata anaknya harus Rela tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu.


Setelah ini semua, Skip pemakaman.

__ADS_1


Aline sudah dimakamkan Ehsan hatinya masih beluk Rela orang dia cintai tiada, dan anaknya harus kehilangan sosok ibu juga.


Bersambung.


__ADS_2