
Maaf yah semua gk update selama 3 hari, ini karena aku ke area pergunungan eh ralat perbukitan pokoknya dataran tinggi gk ada sinyal jadi gk up dulu.
.
.
.
.
.
Mansion.
Semua telah pulang Raden di gandeng Renata entah senang atau apa Renata senang ia mendapat 3 kakak laki laki sekaligus, hingga ia yang pertama menggandeng Raden.
"Ren jan lari napa Bang Raden entar jatuh." kata Rendra mendengus kesal berulang kali ia berucap namun apa kembarannya ini minta di iih...
"Napa seh, bang Raden aja gpp." kata Renata melontarkan tatapan mengejek hingga ia langsung menculik kedua abangnya ini dengan menggandeng kedua tangan abangnya sambil tersenyum.
Rendra ia mendengus kesal dan merengek ke maminya lantaran kedua abangnya di ambil sekaligus oleh Renata.
"MAMI RENATA LO..." kata Rendra merengek tak karuan membuat semua tertawa, Raden ia menatap semua orang termasuk keluarga barunya.
*Ini yang dinamakan kehangatan keluarga yah. Batin Raden tersenyum melihat tingkah Rendra yang sudah kayak anak kecil.
__ADS_1
"Iih malu maluin deh biarin aja, PAK BAMBANG SERET RENDA KELUAR KUNCI GERBANGNYA BIAR ORANG SESAT TAK MASUK." Ceplos aja Renata mampu Membuat Rendra kesal dan mengejarnya.
"ADEK SIALAN LO." -Rendra kejar
"BODO AMAT." -Renata kabur.
"Raden tolong biasa kan yah soalnya mereka sering ribut kadang." kata Reyhaan merangkul Raden,Raden hanya tersenyum menatap adik barunya tengah tertawa bersama.
Setelah itu semua masuk.
"Kakek..." Renata berlari dan berlindung di belakang Kakek Andara, Rendra berusaha menangkap agak kesulitan karena Renata di tameng sang Kakek.
"Udah kasihan kakeknya." ucap Mami Rheva berkacak pinggang si kembar pun berhenti, lalu Kakek Andara menatal Raden penuh tanda tanya.
Kakek maju dan menatap Raden bertolak belakang dari sifat ibunya dan neneknya,
"Jika kamu 2 tahun lebih muda dari sikembar, lalu selama ini kemana?" tanya Andara,
"A... aku di panti asuhan sejak bayi sampai smp kelas 2.".jelas Raden masih menunduk ia tahu siapa yang di depannya ini.
Andara hanya mengangguk lalu memanggil Rheva dan Atha pergi keruangan pribadinya, sedangkan Raden di bawa ke kamar barunya.
Kamar Raden.
"Kamar abang di sini, deket kamar bang Reyhaan sama Rendra." kata Renata membuka tirai kamar dan duduk di sofa,
__ADS_1
"Raden karena kit seumuran jadi lu gk ush panggil gw abang palingan beda bulan doang." jelas Reyhaan dan Raden menganggukkan kepala nya.
Tak lama di susul Mami dan beberapa pelayan yang meletakkan pakaian dan perlengkapan Raden, "Raden kuliah?" tanya Rheva.
"Raden kuliah tapi pakai uang Raden sendiri mami." kata Raden agak kikuk menggunakan kata Mami ke Rheva yang jelas saudara tiri Ibunya, "Memang nya Nenek tidak pernah memberikan Raden uang?" tanya Rheva lagi penasarana.
Raden menggelengkan kepalanya dan berkata selama ini ia bekerja di salah satu caffe dekat kampusnya,
"Raden kuliah di mana?" tanya Rheva.
"Universitas R3C Internasional ." ucap Raden dan di sambut kelebaran mata Reyhaan ternyata mereka sekampus tapi kenapa kok tidak pernah lihat.
"Kalau lu sekampus ama gw tapi kenapa gk kelihatan?" tanya Reyhaan penasaran,
"Aku jurusan hukum kadanga masuk sore atau siang jadi kalau pagi kerja dulu." jelas Raden di keempatnya manggut manggut, lalu mereka keluar membiarkan Raden beristirahat dulu.
Saat akan memasukkan pakaiannya ke lemari sebuah bingkai foto terselip di sana,
dan juga ada tulisan di belakangnya...
Jika Raden kangen Bunda Raden tinggal peluk dan bayangin kalau Bunda ada bersama Raden. -Mami Rheva
Raden tersenyum melihat foto sang ibu yang sedang tersenyum menatap hamparan bunga, dia mengecup Foto itu dan meletakkan nya di meja samping tempat tidur.
Bersambung.
__ADS_1