Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
WELCOME ELVANO FARESTA FAEYZA


__ADS_3

Satu minggu berlalu.


Setelah tiada nya Aline, Ehsan masih sedih hingga suatu hari Dikamar....


"Hwa..... " Elvano menangis diranjang nya, Ehsan yang melamun pun terkejut lalu dia berjalan ke arah ranjang bayi dan menggendong Elvano menenangkan babynya.


"Cup... Anak ayah jangan menangis yah cup.."


Ehsan menenangkan anaknya setelah Elvano tenang sambil meminum susu di dotnya tangan nya meraba wajah ayahnya seakan menghapus kesedihan Ayahnya.


"Ada apa hmm... " Ehsan memegang tangan anaknya dengan tersenyum membuat Vano kecil tersenyum senang melihat ayahnya Tersenyum.


"Putra mu tak ingin kau terus bersedih Ehsan... "kata seseorang didepan kamar membuat Ehsan menoleh ternyata Mama alin.


Dia masuk dan menghampiri Ehsan,


Mereka duduk di sofa yang ada di kamar.


Mama alin dia sudah ikhlas dengan kepergian Aline.


"Kamu jangan terus bersedih kasihan anakmu.. Dia juga ingin ayahnya bahagia.." Kata Mama Alin mengusap rambut Ehsan.


Ehsan menatap anaknya yang tersenyum kepadanya sambil minum susu,


"Aku akan berusaha untuk Rela ma... " kata Ehsan memunculkan senyuman kecil.


Mama Alin senang mendengar nya.


Dan Nama Anak Ehsan maupun Aline adalah


"ELVANO FARESTA FAEYZA. "

__ADS_1


6 bulan berlalu.


Tiffany kandungan 8 bulan.


Linda umur 8bulan.


Vano umur 6 bulan.


Linda dan Evano sedang bermain bersama kakak Reyhaan di ruang bermain, para ayah di kantor para ibu menunggu dirumah.


Ehsan menitipkan Vano kepada Mama alin dan Mamanya,


Ruang bermain.


"Kyayayya tatak... " Linda merangkak mengejar Reyhaan yang mengambil pisau (plastik) masak masaknya,


"Heheh ini... " Reyhaan memberikan Pisau itu Linda memeragakan bagaimana Bella memotong sayuran sedangkan Vano dia bermain bola menyundul ke arah Reyhaan.


"Nene bunda? " Elvano mulai bertanya tentang bundanya karena melihat yang lain di gendong bunda mereka masing masing.


"Kami pulang." Para suami pulang untuk makan siang karena hari ini mereka Free....


"Ayah... " Vano merangkak menuju ayahnya yang datang.


Ehsan menggendong Vano,


Mereka berjalan menuju ruang makan dan...


"Bunda... " Vano melinguksana sini mencari bundanya mengapa tidak ikut makan bersama semua terdiam maupun Ehsan air matanya jatuh melihat putranya mencari bundanya.


"Bunda nyemana? " Vano menatap yang lain, terutama Rheva dia menatap Rheva dengan polosnya, Rheva menghapus air mata dan berkata...

__ADS_1


"Nanti ayahmu akan bilang. " kata Rheva,


Vano mengangguk dan melanjutkan makanan nya yang di suapi.


Setelah makan siang.


Kamar Rheva.


Rheva menatap foto bertiga nya dia dengan Aline maupun Tiffany saat mereka lulus SMA, Air matanya keluar mengingat bagaimana Aline bercerita senang maupun mereka bersenang senang setelah kelulusan SMA mereka.


bruk...


Seseorang memeluk Rheva dari belakang dan itu adalah Atha dia tahu istrinya sedih mengingat sahabatnya.


"Jangan sedih terus kasihan Aline disana apalagi Vano, nanti disana Dia sedih apalagi Vano juga masih kecil. " kata Atha.


Rheva menghapus airmata nya dan membalas pelukan suaminya dan...


"Main yuk buat dede buat Reyhaan. " kata Atha seketika membuat wajah Rheva memerah malu dan malam itu juga mereka melakukannya.


Kamar Ehsan.


Ehsan mengambil sebuah bingkai foto dan dia tiduran bersama putra nya,


"Ini bunda... " Kata Ehsan menunjuk foto Aline.


Vano girang menatap bundanya lalu tanya lagi ke Ehsan kemana bunda?


"Bunda mu udah meninggal, dia sudah di surga sayang... " ucap Ehsan seakan paham seketika Vano kecil menangis sedih mendengar hal itu.


Ehsan menenangkan Vano hingga tenang mereka tertidur berdua sambil ditengah foto itu mereka pelukan bersama sama.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2