
Keesokan harinya.
Semua tengah sarapan di meja makan hari ini semua akan kuliah dan ada yang bekerja,
"Mama anyan unya apan?" tanya Lisa di sela makannya karena Mamanya akan pergi kuliah kembali.
"Siang sayang, Lisa sama nenek dulu yah gak boleh nakal ok?" kata linda menyuapkan makanan Lisa, "Oye.." balas Lisa melanjutkan makannya.
Setelah semua selesai, Vano dkk pun pergi kuliah sedangkan Raden dan Reyhaan mereka pergi ke kantor.
Lisa bersama nenek nya dirumah bermain bersama mereka.
Kampus.
"Hai Vano..." seorang cewek berpakaian dengan rok jens di atas lutut, kaos yang lengannya sangat pendek membiarkan rambutnya teruari dan ada makeup juga di wajahnya.
Ia adalah mahasiswa yang sangat menyukai Vano bahkan tak segan ia menyelakai seseorang yang berani dekat dengan Vano,
"Ini coklat untuk mu..." kata ia dengan nada centil nya memberikan coklat dan dengan sengaja ia sedikit menyentuh tangan Vano.
"Hm Thanks." Vano langsung berlalu pergi.
"Wow berusaha mbak?" sindir Renata melihat penampilan orang ini membuat ia sendiri bergidik ngeri dan rada gimana gitu,
"Awas lo kalau lu berani deketin Vano." ancam ia menunjuk Wajah Renata.
Renata hanya cuek dan berlalu pergi menyusul yang lainnya.
Kembali ke Vano dkk..
__ADS_1
Bruk...
"Aduh.."
"Dimana sih mata lu kalau jalan." ucap Rendra kesal kepada cewek yang selalu suka mereka bertabrakan, dengan cuek ia menjawab "Disini lu juga salah halangi jalan." sindir ia berlalu pergi.
Dan...
Rendra mengejar cewek tadi yang tak lainadalah Nata seperti biasa mereka selalu ribut sejak SMA dulu.
Koridor kampus.
Trap...
Nata baru saja selesai meletakkan barangnya pada loker dan..
Brak..
"Lu itu dari SMA tetep aja kgk berubah, lu dari dulu suka ngajak gw ribut.." celetuk Rendra menyentil dahi Nata, Nata mengusap dahinya dan berkata.
"Heh mana mau gw ngajak lu ribut lu aja yang dari dulu, bukannya lu dulu yang pertama haha..." kata Nata berkacak pinggang.
Hingga..
Cup...
Seseorang dengan sengaja Mendorong Rendra dan tanpa sengaja mengenai bibir Nata, Nata membelalak kaget dengan ini dia langsung mendorong Rendra sekuat tenaga.
"Bwahahah mampus lu berdua makanya jan berantem mulu.." siapa lagi kalau bukan Renata sikemabaran jahil ini ia langsung pulang.
__ADS_1
Wajah Nata sudah merah ia hanya bisa menunduk malu, Rendra yang tadinya jengkel jadi Cangung mengingat tanpa sengaja bibir mereka bersentuhan.
"g.. gw ke kelas dulu.." Nata berlari membawa tas dan memeluk buku bukunya meninggalkan Rendra, yang terus menatapnya hingga hilang dari pandangan nya.
Tanpa disadari Rendra menyungingkan sebuah senyuman sambil memegang bibirnya.
"Gk yangka bibir si cewek nata de coco bisa semanis buah kelapanya." gumam Rendra lalu berjalan sambil mengingat ketidaksengajaan ciuman itu.
Kelas.
"Napa lu senyum sendiri?" ucap Renata sibuk menulis tugas dari dosen tadi,
"Gpp.." ucap Rendra kembali menulis.
Kring... (jam istirahat.)
Kelas sudah waktunya istirahat,
"Renata lu duluan aja gw mau ketemu seseorang." ucap Rendra keluar kelas dan berjalan kesuatu tempat.
Koridor.
"Eh eh..." Nata terkejut karena tiba tiba Rendra menariknya menuju suatu tempat entah apa yang akan Rendra lakukan kembali.
Rooftop.
Rendra membawa Nata ke Rooftop, Nata bingung ia hendak bertanya.
"Ngapain lu ngajak gw kesini?" tanya Nata bingung..
__ADS_1
Bersambung.