Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 53


__ADS_3

Acara berjalan lancar dan tak terasa kini acara terakhir yaitu lempar bunga.


Renata naik ke atas dan bersiap melempar bunga ke atas.


1


2


3


Bunga pun di lempar para tamu yang turut ingin mendapatkan berebutan dan ada 2 orang yang berhasil menangkap secara bersamaan.


Keduanya saling pandang dan langsung melepaskan bunga itu bersamaan dan pergi ke arah berbeda yang satu kesuaminya dan satu lagi ke istrinya.


"Nyeyye Mama ica yang dapat." ucap Lisa memecah keheningan karena bunga tadi jatuh dan langsung ia serobot ambil karena para tamu diam, Semua orang terkekeh melihat Lisa berlari kecil ke arah Mama Linda.


Bruk..


"Aw.. hiks.."


Karena berlari Kaki Lisa tersandung Kaki sendiri hingga ia terjatuh dan menangis,


"Hati hati sayang." ucap Reyhaan menggendong Lisa yang menangis akibat terjatuh tadi.


Tapi ada 2 tatapan ke arah Lisa yang benar benar sulit di artikan.


"Ada apa? kenapa kau menatap Nona muda Lisa?" tanya sang suami pada istrinya yang tadi menangkap bunga, Istrinya menatap sang suami dan mengatakan.


"Ka.. kalung di lehernya persis seperti putri ku setahun lalu yang ku buang." ucapnya lirih takut sang suami marah, karena ia terkena perjodohan paksa hingga terpaksa merelakan cinta pertamanya dan termasuk terpaksa membuang anaknya.


Suaminya menatap ia lalu beralih pada Lisa yang masih di tenangkan oleh Reyhaan,

__ADS_1


Suaminya pun mendekati Reyhaan membuat sang istri sontak terkejut dan rada takut.


Di sisi Reyhaan.


"Dah gak sakit kan, makanya hati hati yah." ucap Reyhaan mengusap kepala Lisa lembut, Lisa mengangguk.


"Permisi Tuan Reyhaan." ucap suami orang tadi, Reyhaan menoleh.


"ada apa?"-Reyhaan


"Boleh saya lihat kalung putri kecil anda?" -orang tadi.


"Silahkan." -Reyhaan.


Suami nya pun melihat dan membuka liontin Lisa yang memang bisa di buka dan itu pun tidak di buka oleh Reyhaan danLinda biar Lisa sendiri yang mencari kedua orangtua nya.


Dan terpapang lah Foto istri dia dan cinta pertama istrinya yang tak lain adalah orang yang bersamaan menangkap bunga dengan sang istri.


"Kenapa anda tanyakan hal itu?" -Reyhaan mulai agak tersinggung.


"Maaf saya hanya bertanya."


"Tidak, Lisa putri angkat saya saat pertunangan. " -Balas Reyhaan.


Suami tadi pamit kembali ke posisinya yang di tunggu sang istri yang tampak khawatir.


"Ma... maaf." saat melihat suaminya kembali ia meminta maaf takut menyinggung suaminya ini tapi matanya tak henti menatap Lisa yang sibuk dengan bunga pernikahan.


Suami nya langsung menarik istri dia ke arah Lisa dan Linda membuat istrinya kaget dan pasrah,


"Ada apa Tuan?" tanya Linda ia tengah memangku Rendi, Lisa ia membuat rangkaian bunga walau sulit lalu ia pasangkan pada kepalanya walau kebesaran tapi imut.

__ADS_1


"Tatat..." Rendi ingin bunga nya, Lisa memberikan bunga yang masih sisa.


"Putri mu kan?" ucapnya membuat Linda mulai bingung dan hanya bisawdiam dan menunggu, Reyhaan mendekati dan suami tadi menarik pria tadi ke arah mereka menyusul ke arah mereka.


"Lisa putri kalian berdua." ucapnya membuat semua yang disana menoleh dan spontan kaget, Lisa yangmasih kecil dan bingung hanya diam dan menyimak.


"Maksudnya apa ini?" Linda mulai angkat bicara, Rendi di pangku Lisa dengan erat agar tak jatuh.


Ia pun menjelaskan semuanya terhadap Linda dan Reyhaan dan itu membuat kedua orang ini kaget dan pusing sendiri keduanya saling menatap.


"Nona boleh saya menggendong Lisa." ucapnya, tangannya begitu ingin menggendong Lisa dan memberi seribu kecupan lembut untuk Lisa.


Linda memperbolehkan bagaimana pun mereka orangtua kandung Lisa tapi yah itu...


Ia menggendong Lisa dan mengecup Lisa sambil sedikit terisak, Lisa hanya diam menurut.


"Aunty ciapa?"


"Deg..


Hati nya begitu tercubit mengingat bagaimana putrinya memanggil ia sebutan Aunty dan bukan Mama, yah walaupun itu sangat mustahil ia minta.


"A... Aunty..." Lidah nya cukup keluh namun ia bisa apa takdir berkata lain.


Ia langsung memberikan Lisa kepada Reyhaan jika tidak maka ia tak kuat,


"Nona Tuan tolong jika Lisa sudah besar jangan beritahukan siapa orangtuanya, karena..." Wanita ini memohon ia menatap cincin pernikahannya dan suaminya.


"Saya mengerti, jika kalian ingin melihat Lisa kami perbolehkan." ucap Reyhaan, Linda juga mengangguk.


Keduanya pun setuju, tapi suatu saat nanti pasti Lisa akan tahu sendiri siapa jati dirinya maupun cerita hidup orangtuanya yang berbeda jodoh.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2