
Keesokan harinya.
Sinar matahari menebus tirai seorang gadis yang masih terlelap tidur,
Ceklek...
Pintu gadis itu terbuka dan masuklah Wanita paruh baya yaitu Maminya Rheva,
"Renata sayang bangun nak, kamu sekolah kan." ujar Mami Rheva membuka tirai kamar dan mengecup pagi untuk Renata.
Renata duduk mengumpulkan kesadaran nya, "Kalau udah siap kamu turun sarapan." ujar Mami Rheva lembut mengusap rambut Renata.
Renata mengangguk dengan wajah datarnya dia mengambil handuk, seragam dan masuk kamar mandi.
30 menit kemudian.
Renata keluar dengan seragam maupun handuk yang melilit kepalanya, dia mengambil alat pengering rambut dan mengeringkan rambutnya setelah itu ia sisir dan ikat.
Renata mengambil kaos kaki memakainya lalu memakai sepatu, dia mengambil tas dan kunci mobil setelah itu ia turun untuk sarapan.
Ruang makan.
"Pagi." ujar Renata datar duduk di meja makan, mengambil Roti sandwichnya.
"Pagi juga. "jawab seluruh Anggota.
Sarapan berjalan lancar, setelah makan Renata pamit berangkat mengecup satu persatu anggota.
lalu dia berangkat bersama Rendra, kali ini Rendra yang menyetir.
Di perjalanan Renata hanya diam dan menatap luar dari jendela.
__ADS_1
SMA Garuda Putih.
Renata turun dan mengatakan akan pergi duluan ke kelas, Renata berjalan dengan wajah datarnya tanpa memperdulikan sekitar nya.
"Pagi Renata." sapa Linda tersenyum,
"Pagi." sahut Renata dengan dinginnya, semua tahu perubahan Renata seperti ini.
"Aku ke kls dulu." ujar Renata dingin lagi dan berjalan ke tangga karena kelasnya di lantai 2, Renata berjalan dengan santay hingga...
Bruk...
Renata berdecak karena dia hampir terjatuh dari tangga tapi untungnya ia di tangkap tapi saat memandang orang yang menangkapnya....
Deg... deg... deg...
Jantung keduanta berdetak cepat dan saling memandang namun...
Renata segera bangkit dan mendorong tubuh orang itu tanpa peduli dia siapa, Renata kembali berjalan menuju kelasnya.
Renata duduk sambil memainkan hpnya menunggu guru datang.
Kring....
Guru pun datang dan pelajaran pertama pun dimulai dengan lancar.
2 jam kemudian.
Kring.... Bell istirahat berbunyi.
Semua murid berhamburan keluar kelas,
__ADS_1
"Renata kamu gak ke kantin?" tanya Rendra Renata mengelengkan kepalanya.
"Aku tak lapar Rendra." ujar Renata datar, Rendra mengangguk dan dia pergi menuju kantin dengan yang lain.
Dikelas hanya Renata.
"Gw..."Renata menutup matanya, dan airmatanya keluar.
"Ma.. maaf Papi.." Renata menghapus airmatanya dan memilih mendengarkan musik untuk menenangkan pikirannya.
Hingga...
Seseorang meletakkan sebungkus Roti Sandwich keju dengan salad dan daging, serta sebotol jus jeruk.
Renata membuka matanya dan melihat seseorang yang tidak sengaja menabraknya saat di tangga.
"Lu mau ap?" ujar Renata dingin
"Gw mau beri itu sebagai permintaan maaf gw atas hal tadi." ujar orang itu yang tak lain adalah Vano siketos es batu.
"Gk perlu." jawab Renata datar, Siketor hanya memutar bola matanya lalu pergi meninggalkan Renata yang hendak mengomel pada dirinya.
"Woy gw gak mau." ujar Renata kesal namun...
Kruyuk... Kruyuk...
Perut Renata keroncongan dan membuat wajah Renata malu untung saja di kelas tidak ada siapa siapa,
"Pake bunyi segala, yaudah deh gw juga laper." ujar Renata membuka bungkus Sandwich itu dan memakannya.
Tanpa di sadari Renata seseorang ada yang memantau nya sambil tersenyum,
__ADS_1
"Katak gak laper, buktinya kelaperan." ujar siketos ingin tertawa mengingat sikap Renata agak kekanak kanakkan.
Bersambung.