Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
DEPRESI*2


__ADS_3

Sedangkan para cowok diem melihat kejadian tadi lalu,Kesambet apa gk tahu Atha cowok paling kutub di antara 3 cowok ini mengakat tubuh Rheva.


"Kmn mbl klian?." tanya Atha dingin tentu Tiffany langsung menunjukkan sedangkan Aline membereskan suntikan tadi dan merapikan saat akan keluar lengan nya dicekal Papa Andara.


"Knp dia? " tanya Papa dalam hatinya sangat khawatir melihat Rheva tadi,


"Depresi." jawab Aline dengan datar.


"Apalagi tuan puas melihat anak kandung anda kyk tadi... " kata Aline langsung melepas cekalan itu dan menuju parkiran menyusul teman temannya.


Di Parkiran


Atha meletakkan Rheva kedalem mobilnya,


"Lu tuntun ke mansion lu aja. " kata Atha Tiffany setuju dan tak lama Aline datang dan naik mobil milik Rheva tadi dia nebeng Tiffany.


Teman teman Atha Ehsan dan Alvano menyusul mengikuti mobil Atha.

__ADS_1


Sampai Mansion.


Para penjaga agak bingung 4 mobil langsung masuk ke area parkiran rumah besar itu, "BIBI VEDA.... " Tiffany langsung berteriak heboh membuat semua kaget.


"Nona ada apa? " Bibi Veda langsung datang dan Aline menyuruh Atha masuk dan membawa Rheva ke kamar Rheva,


"Non Rheva kenapa? " tanya Bibi Veda khawatir Aline menjelaskan masalah tadi siang di kampus.


"Jangan sampai ada benda tajam di kamar Nona kalian paham kan, bibi buatin bubur sama susu dulu.. " kata Bibi Veda tentu kedua orang ini gercep dan Bibi Veda pergi ke dapur membuat bubur dan Susu dicampur dengan Vitamin.


Kamar Rheva.


"Emh... " Rheva mulai sadar dan membuka matanya perlahan, bersamaan Bibi Veda masuk menaruh cemilan beserta bubur susu itu.


Sedangkan Atha dia diam namun matanya tertuju pada sebuah foto yang sedikit wajah yang ia kenali di foto itu.


"Hiks... hiks.....Itu bukan salah Renata.. " Rheva mulai menangis tentu Aline langsung menenangkan.

__ADS_1


"Iya bukan salah Renata, sekarang makan dulu yah. " kata Aline setelah cukup tenang Rheva mulai di suapin buburnya,


"Nona Tiffany Ada Tuan Carlise kesini! " kata Bibi Veda tentu ekspresi ketiga gadis kaget malahan Rheva makin takut tentang kejadian dulu mulai terngiang ngiang di telinga maupun kepalanya.


"Gak gak.. hiks... hiks... " kata Rheva menangis entah apa sih cowok dingin langsung memeluk Rheva, "Hiks.. hiks... " Rheva masih menangis dan... "Udah kalau kau terus menangis kasihan teman temanmu... " kata Atha mengelus lembut kepala Rheva.


Sedangakan Aline dan Tiffany langsung turun ke ruang tamu tapi ada satu pertanyaan di kepalanya bagaimana mereka tahu Mansion mereka apa mereka mengikuti mereka.


"Ada apa anda datang di sini.... " kata Aline duduk berhadapan dengan tuan carlise wajah datarnya menjadi ekspresi kali ini,


"Aku hanya ingin melihat nya." kata Tuan Carlise Aline berdiri dan menunjukkan kamar Rheva.


Yang dikamar tentu Rheva makin mengeratkan pelukan nya kepada Atha melihat seorang yang dia takuti masuk kamarnya, "Renata.. " kata ini seketika muncul dan dia mendekat Atha mulai melepaskan pelukan Rheva perlahan dan di ganti kan Tuan Carlise.


Papa mulai memegang tangan Rheva di matanya terserat entah itu rasa bersalah atau Rasa kasihan Rheva agak gemetar melihat nya.


"Bu... bukan aku... " kata lirih Rheva agak menjauh tapi Papa terus mendekat dan... grep....dia langsung memeluk Rheva erat Rheva menangis takut tapi pada akhirnya dia membalas pelukan itu kehangatan seorang ayah dia rasakan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2