Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
SERANGAN DADAKAN


__ADS_3

Pukul 20.30


Di kamar Rheva.


Rheva lagi siap siap akan berangkat bersama sahabatnya setelah siap dia turun menemui yang lain,


"Dah siap?" kata Rheva.


Tiffany dan Aline mengangguk lalu mereka pamit kepada bibi setelah itu mereka naik mobil dan pergi ke perusahaan persenjataan milik Rheva.


Sampai sana.


Perusahaan CR Armament.


Rheva masuk dengan Anggun dan wibawa


"Apa mereka sudah datang?" tanya Rheva dingin, "Sudah Nona mereka menunggu di ruang Rapat. " kata Salah satu penjaga sigap.


Rheva, Tiffany dan Aline langsung menuju kesana terlihat juga beberapa orang disana termasuk Shakeil disana duduk dengan wibawa sambil agak garang.


Rheva duduk menatap penuh dingin dihadapan mereka setelah semua duduk mereka pun mulai rapatnya.


Rapat.

__ADS_1


"Kenapa anda ingin Rapat dengan saya? " tanya Shakeil heran


"Kenapa orang orang anda mengambil 5 senjata canggih milik saya? " tanya Rheva balik serius, Shakeil berfikir mereka sudah minta ijin tapi mengapa siapa yang mengambil.


"Panggil orang orang yang menjaga jalan wilayah *** ." perintah Shakeil 2 orang pergi


"Mengambil mohon maaf saya juga tidak pernah memerintahkan mereka mengambil barang yang melewati wilayah saya saat udah ijin. " Jelas Shakeil tentu Rheva Heran dengan semua ini.


"Hmmm anda serius? " tanya Rheva memastikan Shakeil mengangguk, tak berapa lama 5 orang datang sambil menunduk.


"Kenapa siapa yang mengambil senjata mereka? " tanya Shakeil serius wajahnya saja seakan mau menerkam mangsanya.


"Ma... maaf Tu... tuan ka... kami... " Seorang penjaga jalan itu ingin berbicara tapi langsung seperti disengat listrik, Rheva mendekati dan melihat alat setrum di leher mereka masing masing.


"Katakan... " Rheva datar tapi terkesan lembut seketika mereka langsung berlutut meminta maaf, "Ka.. kami disuruh mengambil senjata kalian kami ingin menolak dan memberontak tapi ternyata mereka memasang alat tadi. " kata salah satu dari mereka gemetar.


"Ada lambang Devil hitam di baju mereka. " kata salah satu mereka lagi tentu Rheva kaget bahkan dia hampir jatuh terduduk mendengar hal itu,


"Gak.. gak mungkin.. " ucap nya lirih bahkan meraup wajahnya.


"Kenapa Carl? " tanya Tiffany agak khawatir melihat seperti ini,


"Mereka... " Rheva bahkan hampir menangis mendengar nama itu.

__ADS_1


"Kenapa Carl? " sekali lagi Tiffany tanya bahkan dia memeluk Rheva melihat temannya kaget, "Papa.. papa.... Al bawa orang orang ke rumah Carlis cepat.. " perintah Rheva.


Aline melaksanakan perintah dari Rheva, Rheva berdiri lalu, "Ele kau cari keberadaan Kelompok itu. " perintah Rheva Tiffany melaksanakan hal itu.


"Masalah ini selesai, " ucap Rheva membuat senyuman tipis lalu, "Mohon maafkan kelakuan Para penjaga daerah saya nona. " kata Shakeil membalas senyuman tipis itu.


Shakeil dan anak buah nya pergi Rheva segera berlari ke mobil setelah mendapatkan informasi bahwa kelompok itu sedang mengacak acak rumah Carlise,


hal yang di khawatirkan adalah Papanya dia takut terjadi apa apa.


Rumah Carlise.


Rheva masuk langsung kepekarangan bertepatan ternyata para penjaga depan rumah pingsan pagar keadaan terbuka,


Rheva keluar pintu rumahnya terbuka Rheva langsung masuk terdapat 4 orang memukuli Papanya lalu.....


Dor....


Dor....


Rheva menembak 2 orang dari mereka lalu sisanya menyadari akan kehadiran Rheva seketika mereka menyerang brutal, Sedangkan Papa melihat Rheva dalam keadaan masih cukup sadar dia melihat putrinya bertarung dengab lihai.


*Renata maaf Papa dulu..... Batin Papa.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2