
Masih di tempat yang sama.
"Permisi Tuan, ini makanan untuk pasien beserta obatnya." ucap salah satu perawat membawa nampan berisi makanan minuman dan obat untuk Renata.
Rendra menerima itu dan perawat pun pergi,
"Makan dulu Renata." kata Rendra membantu Renata duduk.
Rendra menyuapi Renata dengan telaten setelah makan Renata meminum obat.
"Rendra lu gak kasih tahu keluarga?" tanya Renata, Rendra memukul keningnya sangking senengnya ia lupa menghubungi keluarganya.
"Yaudah lo istirahat, gw telfon mami dulu." kata Rendra, Renata berbaring dan Rendra tengah menelfon pihak rumah.
30 kemudian.
Mami papi termasuk Reyhaan sampai bersama keluarga yang lain, Mami langsung memeluk putrinya ini maupun Papi.
"Maaf yah.." Papi meminta maaf Renata harus terluka melindungi dirinya, Renata menganggukkan kepalanya.
"Rendra pulang dulu ganti baju dan makan." perintah Rheva namun Rendra menolak ia ingin bersama terus dengan Renata, Mami berusaha memberi pengertian dan di sambut Renata juga menyetujuinya.
__ADS_1
Rendra pun pada akhirnya menurut dan pulang.
Kita cepat kan yah.
Satu minggu kemudian.
Renata sudah keluar dari rumah sakit dan sekarang ia baru tiba dari rumah sakit dan ia diperlakukan tuan putri oleh kedua kakaknya,
"Hahaha kalian ini berlebihan tahu gak." kata Renata tersenyum keduanya juga tertawa, namun terbesit sesuatu yang membuat Renata heran.
"Oh ya kakek itu siapa yah? kok kyak deket ama bang Rey?" tanya Renata penasaran, Reyhaan mengulas senyumannya dan...
"Kakek abang dari belanda." jelas Reyhaan ada rasa senang dari hati Renata namun ia takutkan Reyhaan akan pergi jauh dari mereka, "Kakek itu mau bawa abang pergi dari kita yah." kata Renata sedih Reyhaan terdiam mendengar ucapan Renata.
"Tidak Renata, kakek tidak akan membawa pergi Abang kamu." kata mama kakek Rehan tiba tiba ada sambil tersenyum, terbuatlah senyuman indah dari Renata ia langsung memeluk Reyhaan.
"Abang janji jangan pergi dari kita." kata Renata, Reyhaan mengangguk dan membalas pelukan adik kecilnya ini namun satu orang cemberut....
"Abang mazak Renata aja Rendra gak nih." kata Rendra cemberut, Reyhaan yang hendak memeluk Rendra juga di cegah Renata.
Seperti biasa sikembar akan berebutan pelukan Reyhaan seperti dulu dari umur 3 tahun hingga sekarang mereka suka berebutan.
__ADS_1
"Yak aku juga ingin." kata Rendra tak terima lalu melirik kakek Rehan, ia langsung memeluk kakek Rehan dan berkata...
"Yaudah, Gw peluk Kakek aja." kata Rendra menjulurkan lidahnya.
Kakek Rehan dan Reyhaan hanya geleng kepala melihat tingkah si kembar.
Kita sementara pindah kesisi Elvano.
Vano sekarang tengah sibuk dengan beberapa tugas osis, setelah selesai ia langsung mencari keberadaan Alia.
Hingga...
"Vano..." Ayah Ehsan yang berdiri tepat di belakang Vano memasang wajah datar mengetahui anaknya berusaha mencari Alia.
Vano di buat kaget ia segera menutup laptopnya dan berbalik terlihat wajah sang Ayah tidak menyukai hal itu,
"Maaf Ayah." Vano menunduk minta maaf.
Ehsan menghela nafas dan memeluk anaknya ini, ia juga menyimpan dendam pada Alia namun bukan saatnya ia bertindak karena ia ingat bahwa ada Vano.
Ia takut terjadi sesuatu pada Vano seperti yang lainnya, mereka perlahan mulai diteror.
__ADS_1
"Ayah bilang jangan mencari dia." kata Ehsan, Vano hanya mengangguk lesu dia juga menyimpan dendam pada Alia.
Bersambung.