
Pulang sekolah,
Rendra membawa Renata pulang menggunakan mobil Vano lantaran pasti Renata tak kuat jika terkena angin motor, dan Vano lah yang membawa motor Renata.
Mansion.
"Renata kenapa nak? kok pucat." kata Mami khawatir melihat wajah anaknya pucat, Rendra mengatakan Renata demam akibat panas matahari.
Renata masuk kamar berganti baju dan langsung tidur untuk istirahat sebentar di dalam kamarnya dengan di temani sang kembaran Rendra sambil bermain game.
Sore hari pun tiba.
Rendra karena lelah tadi juga ikut tidur bersebalahan dengan Renata namun...
Pyar...
Dor
Dor.
Bugh.....
__ADS_1
Terdengar suara kegaduhan membuat sikembar terbangun dan saling menatap,
"Ada apa yah kak?" tanya Renata Rendra tidak tahu mereka pun hendak turun.
"Renata di sini aja."kata Rendra karena Renata masih sakit tapi Renata tidak mau dia ingin ikut dan melihat ada apa, Akhirnya Rendra mengalah dan mereka pun keluar terpapang lah Mansion tengah diserang.
"Hahahaha Kau akan kehilangan putri mu TIFFANY." Ujar orang itu yang tak lain adalah yang meminta bantuan pada Renata, dengan cepat Rendra turun dan menembak menggunakan senjata nya melindungi Deana..
Evan bangkit dan berjalan menuju cucunya lalu memeluk, "Ka... kakek..." Deana mengalami benturan sehingga kepalanya mengeluarkan darah.
Daffa pingsan maupun Tiffany jadi yang tersisa yang lainnya, Renata turun dengan santai dengan wajah datarnya.
"Hahahha kau tahu Nona Rere kan? Mempunyai sebuah kelompok bisa di katakan kelompok yang pernah di kelola Mami tapi di bubarkan namun mereka minta di teruskan dan akulah penerusnya." kata Renata membuat semua kaget kecuali Rheva karena ia tahu.
"A.... apa kau anak Rheva, Cih Anak sial yang hampir di lecehkan kan?" kata Orang itu yang ternyata adalah Anggun yang masih penuh ambisi untuk dendam kepada Tiffany karena ortunya tiada di tangan Tiffany.
Rheva yang tak terima bangkit dan kini dia menggores tubuh Anggun tak terima anaknya di hina,
"Hahahah... marah kau Rheva tidak sia sia aku dan alia berhasil membuat anak mu depresi danAtha menjauhi nya hahahha...." ujar Anggun sudah mulai gila karena dendam nya pada Rheva dkk.
Mengetahui hal itu kini giliran Atha yang mulai membuat goresan pada Anggun, dia penyebab anaknya Depresi habis habisan.
__ADS_1
"Oh ya gimana kabar anak Aline, hahahha anak yatim yah gak punya ibu bagus lah.." kata Anggun kini Ehsan menahan amarah mengingat bagaimana sakit hati dan sedihnya elvano terpaksa tidak bisa merasakan kasih sayang ibunya.
"Kau tahu orang bermarga Anindhya..." kata Vano dia berharap musuh orang ini dapat memberi tahu siapa Alia, karena ia ingin mencari dalang penyebab kematian Bundnya.
"Hahahah rindu yah..."Anggun seakan sudah gila penjaga datang dan menahan Anggun sebelum itu Vano bertanya dan tentu di jawab siapa musuh Bundanya yaitu Alia.
Setelah puas mereka mengobati diri mereka.
"Vano ke kamar dulu." ujar Vano beranjak dan langsung menuju kamarnya.
Kamar Vano.
Vano mematikan penerangan kamar hanya membiarkan Lampu lampu bintang nya menyala dan dia sekarang duduk di depan kursi dan mulai mengotak atik Laptopnya.
30 menit kemudian.
Seluruh data tentang Alia berhasil direntas oleh Vano, Vano mulai membaca seluruhnya lalu Vano mengotak atik lagi untuk melihat rekaman CCTV mansion tentang orang yang mendorong bundanya di tangga saat mengandung dirinya.
"Bunda, Vano akan balas dendam atas kematian Bunda." Gumam Vano mengepalkan tangan dia akan mencari Alia walau itu panjang tapi dia akan menuntaskan dendam dan sakit hati ia dan ayahnya.
Bersambung
__ADS_1