
"Tapi... jika sampe Papa gw kenapa napa Bersiap apa yang akan terjadi. " kata Rheva turun ke kantin kembali sedangkan Rina mematung mendengar ucapan yang sempat berbisik padanya.
Di Kantin.
Mereka bercanda canda disana hingga seorang Rheva kenal datang, "Gw mau bicara sama lo. " kata orang itu baru saja duduk dia langsung menatap orang itu,
"Langsung disini..... " kata Rheva datar
"Gw mau lu kasih gw uang 3M kalau lu gk mau Papa lu taruhan nya dan...... Lu gk boleh pukuli Rina dan... jika sampai terjadi bersiaplah akan melihat dia seperti yang lain. "Kata Rissa tanpa malu.
"Urat malu mu sudah putus nyonya Carlise, Kau tak sepantasnya seperti itu. " kata Nyonya Alin tapi Rissa tak mengubrisnya,
"Papa gw kurang apa kasih lu uang?" tanya Rheva mengakat satu alisnya sambil mengeluarkan smirknya.
"Ku.... " belum selesai bicara seorang yang di bicarakan datang entah marah atau apa dia sudah tepat di belakang Rissa bersamaan Rina juga datang, "Nyonya permainan kita sebentar lagi mulai. " kata Rheva tersenyum lembut tapi dalam artinya senyuman itu sangat mengerikan.
"Nih... gw kasih... " kata Rheva tepat saat Rissa berbalik Andara tepat dibelakangnya tentu dia kaget dan langsung menyembunyikan Goldcard berisi 3M ditambah 2M jadi 5M.
"Kembalikan itu! " Papa menunjukkan raut wajah datar tapi Rissa menolak Papa langsung menyeret Rissa pulang.
"Licik... " kata Rheva kembali duduk bell tanda terakhir istirahat berbunyi,
__ADS_1
"Yok ke kelas. " ajak Tiffany
"Lu duluan aja gw mau kesuatu tempat. " kata Rheva pergi ke arah gerbang keluar teman temannya tahu dan membiarkan Rheva.
Kantor.
Kantor ini kantor pusat ke 2 setelah pusat pertama di Amerika, Rheva Masuk dengan topeng dan baju kantoran yang rapi para karyawan tentu menyambut nya dan dia menjawab dengan deheman.
Ruang kerja.
Seorang seketaris masuk sambil memberikan beberapa berkas yang harus dicek,
"Kau boleh keluar. " kata Rheva fokus menghadapi berkasnya yang begitu banyak,
Pukul 11.50
Seketaris masuk kembali dan mengatakan ada rapat dengan perusahaan A'R Company,
Rheva merapikan pakaiannya dan keluar berjalan menuju ruangan Rapat sambil di ikuti belakang Seketarisnya.
Di ruang rapat.
__ADS_1
Sudah ada beberapa orang Rheva duduk dan
"Mari dimulai. " kata Rheva Rapat dimulai sangat lancar hingga,
"Permisi apa saya boleh bertanya. " kata Seketaris dari A'R.
"Silahkan. " kata Rheva dingin
"Dalam kerja sama kita tentang proyek pembangunan Hotel maupun Apartemen ini terjadi sedikit kendala Nona... " kata Seketaris A'R Rheva berfikir lalu entah apa terlintas di pikirannya untuk....
"Panggilkan seluruh bagian keuangan. " kata Rheva Seketarisnya segera memanggil berjejerlah para bagian keuangan perusahaan, "Dari kalian semua siapa yang mengatasi keuangan proyek ini. " tanya Rheva.
Sekitar ada 5 orang angkat tangan Rheva meneliti pengeluaran mereka begitu banyak untuk proyek ini seharusnya cuma mengeluarkan 3M bukan 10M sisa 7M kemana? itu dibenak Rheva.
"Bagian pengeluaran uang? " Tanya Rheva lagi 2 orang Angkat tangan Rheva meneliti kedua orang ini lalu, "Kemana 7M itu.. " tanya Rheva dingin kedua orang ini gemetar salah satu dari mereka pun menjawab.
"Maaf Nona saya bagian pengeluaran tapi saya melihat pengeluaran memang 3M tapi saya tidak tahu kalau sampai 10M. kata orang itu Rheva menatap dia, lalu beralih pada temannya dia yang paling gemetar dibandingkan teman yang tadi dia tanya.
"Ma... maaf Nona... "Orang ini menunduk dan gemetar menghadap Rheva, "Masukkan ke ruangan biasanya. " perintah Rheva 2 penjaga masuk menyeret orang itu.
Bersambung
__ADS_1