
Seminggu kemudian.
Mereka libur dari kuliah mereka, dan Hari ini adalah Hari pernikahan Louis dan Bella.
Ruangan Penganti perempuan.
"Huft... Hah.. huft.. " Bella menarik dan membuang nafas begitu gugup dia di hari pernikahannya sendiri, tak lama Seseorang tiba tiba memeluk Bella dari belakang.
"Huh... Gak nyangka gw lu bakal nikah, sekarang gw ama siapa ?" kata Rheva dulu hanya sepupunya yang bersamanya disaat kan Rosa pergi atau sedang ada kegiatan lain.
"Makanya cepet nikah sepupuku... " kata Bella membalas pelukan Rheva mereka seperti tidak menyangka masa kecil mereka yang selalu bersama sama, akan berpisah karena pasti mereka akan menjalankan kehidupan setelah menikah.
"Bahagia selalu yah Bella, kalau louis apa apain lu pulang aja ke mansion biar gw timpuk dia. " kata Rheva, Bella mengangguk.
Tak lama Tiffany dan Aline datang memeluk Bella,
"Baiklah karena sebentar lagi mau dimulai kita pasang hiasan bunga ini. " Kata Rheva membenahi Hiasan kepala Bunga itu di Rambut Bella, hiasan itu adalah peninggalan ibunda Bella saat menikah.
"Dah yuk." kata Aline mereka pun membawa Pengantin wanita ini menuju pelaminan nya,
"Putri ku kau siap? " tanya Ayah Bella.
Bella mengangguk dan mengandeng ayahnya mereka pun berjalan di atas primadani merah itu dengan Anggun.
Sampai disana Ayah mengecup kening Bella dan menyerahkan Bella kepada Louis.
Acara pernikahan dimulai.
__ADS_1
Selesai acara Pernikahan, Rheva berjalan membawa cincin untuk pengantin ini dan mereka memasangkan cincin itu pada jari manis pasangan mereka.
"Baiklah, mari untuk pengantin Perempuan untuk melempar bunganya. " kata Aline berlaku menjadi MC bersama Ehsan,
Bella berjalan ke atas dan bersiap akan melemparkan bunga nya....
1
2
3
Bunga pun dilempar semua bersiap dan....
Hap...
'Mau kah kau menikah dengan ku... '
Tentu wanita yang di lamar kaget dan tersenyum terharu bercampur aduk,
"Yes aku menerima mu.. " Perempuan itu menerima bunga dan mereka berpelukan bersama.
"Yah curang masak MC nya yang dapat. " kata Rheva mengembangkan pipinya karena pasangan MC ini yang melamarnya,
"Aaa... alin kita jadi besan.. " kata Elis ibunda dari Ehsan.
Alin dan Elis berpelukan girang mendengar ini semua tapi Ada yang menjanggal di hati Aline, dia dan kedua sahabatnya selama ini adalah Anggota Diamond Rose kelompok gadis psychopat.
__ADS_1
Melihat Ekspresi Aline yang khawatir Rheva mengerti lalu dia menghampiri Aline,
"Mungkin waktunya kita mengumbar semua Line. " kata Rheva tersenyum.
Aline memandang Rheva walau Rissa tertangkap tapi masalah mereka belum tentu selesai dengan cepat,
"Benar Line, sudah waktunya mereka tahu semuanya. " kata Tiffany ikut nimbrung Mereka semua tersenyum dan berpelukan sudah berapa tahun mereka satu mansion dan bersama.
Sekarang mereka akan berpisah ikut kerumah Suami mereka suatu hari nanti.
Acara berlanjut dengan kesenangan masing masing, hingga di sebuah balkon Seorang gadis menatap bintang bintang beserta Mama mereka si bulan yang bersinar begitu indah di malam itu.
"Mama, kak Rosa kakek apa kabar, sebentar lagi kami akan berpisah sungguh berat kami yang selalu bersama. " kata Rheva menatap langit itu begitu indah hingga seseorang tanpa sadar ada di sampingnya.
"Memang seorang yang sudah jauh tapi selalu di dekat kita tanpa sadar kita terus meratapi di saat mereka sangat jauh. " seseorang itu berbicara membuat Rheva menoleh dan... ternyata dia adalah Atha.
Atha tersenyum lalu mengacak Rambut Rheva, "Jangan di acak. " kata Rheva membenarkan Rambutnya karena acakan Atha.
"Kau tahu aku merindukan gadis kecil yang menolong ku. " kata Atha entah siapa gadis itu tapi...
"Sayang aku belum mengembalikan Sapu tangannya yang terjatuh. " kata Atha mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna biru laut dengan ada gambar bunga bunga berwarna biru.
Rheva memandang sapu tangan itu lalu....
"Dari mana kau dapat? " Tanya Rheva penasaran, "Sewaktu aku kecil sekitar umur 12 tahun. " kata Atha menyimpan Sapu tangan itu.
"Sapu tangan itu... " Rheva mencoba mengingat sesuatu karena dia pernah melihat Sapu tangan itu.
__ADS_1
Bersambung.