Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 35


__ADS_3

Lanjut


.


.


.


.


.


"Maaf bu..."


Nata memeluk Bu Nia dengan tangis maupun Bu Nia juga,


"Mending Nata ke uks dulu aja.." kata Vano selaku ketos Nata menolak pada akhirnya Bu Nia yang mengajak agar keruang guru bersamanya agar tenang.


Saat akan keluar ternyata banyak siswa siswi yang mendengar bahwa ada siswi yang akan bunuh diri berkumpul,


Linda dan Deana maupun beberapa osis laki laki menahan.


"BUBAR.."


Kini suara Vano sang ketos datar nan dingin bersuara membuat mereka langsung bubar, Nata di bawa keruang guru dan ternyata keluarga nya telah datang.

__ADS_1


Ruang guru.


"Dasar menyusahkan kenapa gak sungguhan mati sekalian." celetuk ibunda Nata membuat di ruang guru hampir terkejut maupun Bu Nia juga kaget, Nata ketakutan melihat sorot mata sang ayah ia memeluk Bu Nia di belakang dengan erat dan sempat terdengar suara isak tangis.


"Maaf bu tolong omongan nya." kata Bu Nia dan...


"Kamu sangat menyusahkan sekali, Pergi saja kenapa gk mati aja kamu hah." kata Ayah dan langsung menjleb di hati Nata.


"Hiks Bu Nia..." Nata menangis pilu bahkan orangtuanya terus melontarkan kata kata yang membuat Nata sendiri sakit hati.


BRAK...


"mohon keluar sekarang juga jika hanya untuk membuat down murid saya." kata Bu Nia kehilangan kesabaran nya apalagi Nata makin terisak, Ibu dan Ayah Nata menatap sinis dan melontarkan yang membuat Nata tergoncang.


"Jangan pernah injak dirumah ku kau bukan anakku lagi." ucap Ayah pergi bersama sang istri seketika Nata pingsan karena terlalu banyak pikiran.


"Nata akan tinggal bersama ku." kata Bu Nia tersenyum untuk kali ini ia akan merasakan rasa kehadiran seorang anak walau sudah SMA ia tak masalah ia menyukai Nata.


UKS.


Renata yah walaupun beda kelas Ia juga ingin tahu keadaan Nata,


"Nata lo gpp?" tanya Renata Nata hanya diam pandangan nya kosong benar benar dia penuh tekanan batin membuat yang melihatnya sedih.


Rendra yang cuek dengan perempuan kepo juga jadi ia hanya melihat namun...

__ADS_1


Tuk...


"RENDRA..."


Suara Renata meninggi bagaimana tidak dengan seenaknya jidat Nata di sentil Rendra, membuat Nata sendiri meringis dan cemberut.


"Lo itu emang gila." celetuk Rendra mendapat bulatan sempurna dari mata Nata yang awalnya sedih karena kejadian tadi seketika dia melupakannya,


"HAH APA LO BILANG GILA..." Nata meninggikan suaranya dan di anggukan Rendra tampang tanpa dosa.


Nata bangkit dari ranjang Uks dan ia langsung memukuli Rendra tanpa henti Bu Nia yang hendak melerai di hentikan Renata.


"Biarkan bu, yang penting Nata gkterlalu stress karena tadi biar kembaran saya pelampiasannya." kata Renata menahan tawa Bu Nia ia hanya geleng kepala.


"Oy stop gadis gila pendek cerewet." keluarlah kata yang seharusnya tak keluar dan bertambah murka lah Nata, ia tambah memukul Rendra tanpa henti.


Rendra lari karena kini Nata membawa sapu bagaimana tidak bisa remuk terkena sapu ajaib itu.


"SINI LO COWOK RESEK." Nata mengejar Rendra ke lapangan dan itu menjadi bahan tontonan semuanya, dan...


jeng. jeng jeng...


"BERHENTI." Guru BK datang membawa penggaris legendaris beliau, keduanya berhenti


"Kembali ke kelas laksanakan ujian kalian atau..." -Guru Bk

__ADS_1


Seketika Nata meletakkan sapu dan lari duluan di susul Rendra, yang lainnya sudah di dalam kelas masing masing.


Bersambung.


__ADS_2