Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 48


__ADS_3

Mohon maaf di skip mulu.


Kita jadikan 3 hari sebelum hari pernikahan.


Hari ini seluruh keluarga berkumpul membahas persiapan apa saja yang belum di siapkan.


"Jadi acara resepsinya gaunnya biru laut dan sederhana, bagus sih suapaya Deana sama Nata tak terlalu ribet pas lempar bunga." ucap Mommy setuju dengan usul Bu Nia tentang gaun Resepsi,


"Yaudah biar ku hubungi desainer yah." ucap Mami menghubungi Desainer keluarga agar mengukur kedua calon pengantin,


"Tapi masalah keluarga kandung Nata bagaimana?" ucap Papi ini yang di risaukan Bu Nia selama mendekati pernikahan putrinya ini.


"Undang saja atau gk, tapi takutnya mereka membuat keributan." ucap Mommy ia menatap Bu Nia terlihat wajahnya begitu risau sekali.


"Undang saja, mereka tetap keluarga Nata tapi jangan tunjukkan marga Rendra." Usul Bu Nia ia yakin jika mengetahui marga Rendra maka semena mena lah Keluarga Nata.


"Seengaknya Nata ada walinya." ucap Bu Nia tersenyum, semua pun mengangguk.


Di sisi lain Nata.

__ADS_1


Nata mendengar semuanya di depan pintu belakang dapur , ada benarnya namun hatinya masih sakit mengingat ucapan sang ayah saat dia masih SMA apalagi masih sempat menghina bu Nia.


Puk...


Seseorang menepuk pundak Nata, Nata menoleh ternyata Renata yang menggendong Lisa.


"Apa kau baik saja saja?" tanya Renata ia tahu bahwa Nata mengingat hinaan dari Ayah kandungnya sendiri, Nata mengangguk dan tersenyum.


"Ucing Tante.." ucap Lisa memecahkan rasa sedih, Nata tersenyum Nata memasang bando kucingnya.


"Meow.." Nata menirukan bahasa kucing dan menelusup ke leher Lisa sehingga Lisa tertawa geli.


"Eli..." ucap Lisa. tertawa.


Nata pun mengejar kedua orang ini yang tertawa bebas, di sisi lain.


Ada dua orang yang sedang bermesraan.


"Bang Raden gimana dapetin hati Daddy, tahukan Daddy kyk esbatu berjalan hampir kyk papi lah." ucap Deana, Raden membisikkan itu hingga membuat Deana merah malu malu.

__ADS_1


"Masak gitu seh, ish... malu Dea." ucap Deana berdiri ngambek dan pergi kearah 2 orang yang di kejar kucing garong yang adalah Nata.


"Tante ea ada ucing along..." ucap Lisa seketika mendapat cakaran kelitik dari Nata, ia tertawa bebas hingga membuat airmata Lisa keluar..


"Udah Ica alah.." ucap Lisa terengah engah ,Nata pun memangku Lisa dan mengelap keringat Lisa.


"Bando beluang Ica mana?" tanya Nata, Lisa menunjukkan bando yang ada di keranjang mainan nya.


Nata mengambil dan mendandani Lisa seperti peri.


"Wahperi ica manis deh." ucap Nata, Lisa tersenyum sumringah senang lalu ia berlari ke arah Mamanya yang membawa susu botolnya.


"Mama Ica jadi peli.." ucap Lisa ia menerima suus botol nya dan minum dengan tenang dan duduk di pangkuan Nata tak lama ia tertidur lelah.


"Eh mana Kak Raden, biasanya mesraan berdua." goda Renata membuat Drama malu malu, "dia nya nyebelin." ucap Deana cemberut melirik Raden yang santai menatapnya sambil terkekeh.


"Tinggal Vano sama Renata nih sudah terlihat mereka berjodoh." ucap Nata dramatis semua terkekeh dan Renata hanya tersenyum bahwa memang kemarin baru ia di lamar menjadi kekasih Vano sendiri.


"Kak Linda gimana sih rasanya saat nikah? deg deg degan gk?" tanya Deana, dia belum mulai pernikahan saja benar benar gugup apalagi Vano terus mengiangkan kata Malam pertama membuat ia bergidik ngeri.

__ADS_1


"Hahaha nanti kamu tahu sendiri Dea." ucap Linda, ia tahu bahwa ini kerjaan Vano yang suka menakut nakuti Deana.


Bersambung.


__ADS_2