Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 59 (TAMAT)


__ADS_3

Seminggu setelah nya.


"Nala Nala..." Rendi memanggil sambil membawa sebuah boneka milik Nara yang sempat hilang dan sekarang ketemu, Nara menoleh dan tersenyum senang melihat Bonekanya di tangan kakak nya.


"Kemalin Tata nemu di bawa tempat tidul Nala." ucap Rendi memberikan Nara menerimanya senang karena ini hadiah pertamanya dari ayahnya, Nara mengecup kedua pipi Rendi sebagai tanda terima kasih.


"Maacih Tata." ucap Nara memainkan boneka nya, Rendi duduk dan mewarnai buku gambar diikuti 2 orang yang tadi hilang entah kemana datang dan bergabung.


Hingga lewatlah Renata dan duduk di sofa lelah sehabis Senam di taman, di susul Vano ia memberi segelas air putih kepada Renata.


"Capek, mau tidur aja?" tanya Vano tapi Renata menggelengkan kepala nya.


Sungguh hari ini entah apa Mood nya kurang bagus,


"Hari ini ke dokter kan?" tanya Renata Vano mengangguk mereka pun bersiap siap.


Setengah jam kemudian.


Mereka telah siap untuk ke rumah sakit menjumpai Dokter di sana,


"Tante Nala ikut yah." ucap Nara Renata mengiyakan tapi Vano mulai jahil lagi.


"OM..." Mata Nara mulai berkaca tanda akan menangis akibat kejahilan omnya dan,


"Hiks hiks Buna hiks..." Nara pergi mencari bundanya.


Renata mencubit lengan Vano dan Vano tertawa kemenangan.


Nata datang menggendong Nara yang menangis terisak isak ingin ikut lihat Dede Bayi.


"Kak Vano Nara nangis kau apakan?" tegur Nata wajahnya seakan akan mengeluarkan singa betinanya,

__ADS_1


"Gw cuma canda eh malah nangis." ucap Vano tapi tatapan Nara julid banget.


"Udah minta maaf sana, kasihan." ucap Renata, Vano meminta maaf dan menggendong ponakan nya ini suka mengadu cerewet kadang jadi es batu jalan.


Mereka pun hendak keluar Nara berlari duluan tapi...


"Kok kayak ada yang keluar sih..." ucap Renata merasa sesuatu basah dan ternyata celana Renata Basah ini membuat Renata kurang nyaman ia ingin menganti celananya.


"Ssh..." Kini malah perut Renata yang sakit entah kenapa tapi rasanya berbeda bukan bayi nya menendang dan luruj Renata ke bawah untung saja Nata menahan.


Vano segera berlari, Renata ia mati matian menahan sakit menggigit bibir bawahnya sambil memegang perutnya sangat sakit.


"Kayak nya mau melahirkan, kan Vano bawa Renata ke rumah sakit." ucap Nata ia menggendong Nara ia dan yang lainnya bakal menyusul kerumah sakit setelah ini.


Rumah sakit.


"Sa... sakit.." Renata telah di pindahkan diruang persalinan, dokter tengah menuju kesana suster mempersiapkan semua yang di butuhkan saat melahirkan.


"Kuat yah bentar lagi dia lahir." ucap Vano mengecup kening Renata, Renata mengangguk mengelus perutnya dan juga Vano sama mengelus Perut Renata.


Di luar ruangan.


"Dokter apa sudah di mulai?" tanya Mami, Dokter mengatakan belum dan mereka terkejut saat mendengar suara teriakan kesakitan dari dalam bahwasannya itu suara Renata yang menahan semuanya.


"Saya permisi dulu Nyonya." ucapnya segera masuk ke dalam karena persalinan akan di mulai.


"Nenek Tante ndak Papakan.?" tanya Darel memeluk neneknya, Mami mengangguk ia memangku Darel sangat penyayang dan lembut seperti ayahnya dan agak barbar seperti Deana wajar ikut Tiffany.


2 jam berlalu akhirnya terdengarlah suara tangisan bayi dari ruangan mememcah keheningan, semua orang bernafas lega mereka menunggu kabar dahulu.


Ceklek...

__ADS_1


Keluarlah Vano ia menggendong seorang bayi mungil di dekapannya,


"Wah cucu gw, kasih nama apa Vano?" tanya Ayah Ehsan.


Vano menatap bayinya manis seperti ibunya,


"Aku tunggu Renata dulu yah." ucap Vano.


"Eh bayi perempuan?" tanya Mami Vano mengangguk bahwa bayi mereka adalah perempuan.


Ruang Rawat.


Kini Renata menggendong bayinya, baby udah di kasi Asi.


"Kasih nama apa baby nya?" tanya Vano mengelus anaknya yang selalu mendekap pada ibunya.


"Aku ingin namanya Raina artinya hujan." ucap Renata menatap bayinya tersenyum,


"Raina Faeyza." ucap Vano ia mengecup kening putri mungilnya ini.


Dan semua berbahagia di hari itu dan seterusnya melewati masalah bersama sama tanpa adanya perselihan.


Dan dengan ini Cerita Novel.


"RENATA STORY S2" Telah selesai.


Terima kasih kepada para pembaca yang telah membaca, memberi vote, like dan menjadikannya Favorit.


Terima kasih semua.


See you....

__ADS_1


__ADS_2