Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \ EPS. 11


__ADS_3

"Lah ini di sebelah Ayah." kata Ayah Ehsan membelai lembut kepala Renata, Renata melebarkan matanya kaget.


"Gak mungkin, kak Vano dulu itu baik lembut sayang banget ama Renata masih si kutub itu Kak Vano." kata Renata tidak percaya tengah berhadapan dengan kakak tersayangnya.


"Lah Renata kecil gw gak mungkin pecicilan kayak lu dia itu kalem baik." kata Vano juga keduanya saling menatap tajam satu sama yang lain membuat keluarga geleng kepala.


"Renata benar dia kakak Vano," kata Mami Rheva berusaha menjelaskan, dan...


"Benarkah Mami?" Renata melirihkan ucapan nya dia tidak mau ada kebohongan apalagi menyangkut tentang Vano kecil nya.


"Iya dek, Vano gw lihat kalung lu dulu dong." kata Reyhaan, Vano mengeluarkan kalung berbentuk hati warna hitam.


"Renata punya mu juga." perintah Reyhaan Renata juga mengeluarkan kaling bentuk hati silvernya dan keduanya kaget kala saat mereka saling dekat karena perintah kalung itu tertarik seperti magnet.


"Benarkan, yang tahu kalung itu Vano doang.


oh ya boneka yang di kasih Renata lu mash simpen Vano?" tanya Lagi Reyhaan, Vano merogoh sakunya dan mengeluarkan Boneka jahitan Renata kecilnya.


Tanpa sadar cairan bening dari kedua mata Renata turun begitu saja, benar kak Vano nya kembali lagi dan....

__ADS_1


"RENATA BENCI KAK VANO."Tiba tiba Renata mengeluarkan kata kata itu dan berlari menuju kamarya di lantai 3, kata kata itu juga berhasil membuat semua terkejut termasuk Vano.


"Bagaimana Renata bisa berkata itu? padahal dulu nangis gulung gulung minta Vano balik." kata Daffa mengingat bagiamana Renata tak nafsu makan tidak adanya Vano dan Ehsan dirumah.


Elvano menghela nafas dia juga sangat merindukan adik kecilnya itu dan...


"Vano susul Rena yah... " kata Vano, semua menggangguk Rendra pun menunjukkan kamar Renata yang berada di lantai tiga.


Depan kamar.


"Ini kak Vano." kata Rendra lalu pamit turun kembali, Vano menghela nafas dan mulai mengetuk pintu....


Renata mengucapkan kata masuk dan Vano membuka pintu terlihat seorang gadis mungil tengah menelungkupkan wajahnya di bantal dan terdengar isak tangisnya.


"Renata..." Vano berkata lembut dan berhasil membuat Renata menoleh,


"Kenapa balik lagi? gak sekalian gakusah kak kakaka emang gak sayang kan ama Re... Renata." Suara Renata mulai bergetar lantaran Renata menahan airmatanya sendiri.


Vano menunduk sedih

__ADS_1


"Maaf Renata, kak Vano juga kangen Rena." ujar Vano dan memeluk Renata ia tahu salah, Renata menangis di pelukan Vano sambil meluapkan isi hatinya dan tanpa sadar Renata mengungkap kejadian dulu waktu SMP dan berhasil membuat Vano terkejut.


"Kakak pasti kyk Papi, jauhin Renata." kata Renata sadar dimana dia mengucap kankata kata, Vano melongarkan pelukannya dan mengecup kening Renata sambil berkata....


"Gak, siapa dia berani melakukan hal itu pada mu?" tanya Vano datar dia sangat membenci orang yang membuat orang terdekat nya menderita.


"Dia udah mati jatuh dari atas gedung. " Renata mulai menceritakan hal di gedung waktu itu dan sempat ia depresi.


"Lain kali harus hati hati, dan gak boleh gegabah." kata Vano lembut, Renata menganggukkan kepalanya.


Dan perlahan juga Vano mulai menceritakan kehidupannya juga saat di paris.


Hingga dari balik pintu terdapat beberapa orang menguping dan...


Gubrak...


Pintu terbuka karena Vano membuka tiba tiba dan membuat orang orang itu jatuh bertumpukkan.


"Adoh woy berdiri" Rendra yang paling bawah harus merasakan bagaimana di tertumpuk 2 orang ciwi di atasnya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2