Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT

Dulu POLOS Sekarang PSYCHOPAT
S2 \EPS. 34


__ADS_3

"AR Grup?" semuanya mengerutkan keningnya dan...


"Andara dan Rheva." jawab Raden dengan senyuman nya, Andara dan Rheva menatap Raden dengan ekspresi terkejut kenapa nama mereka?


"Awalmula perusahaan Carlise kan milik Kakek." kata Raden, Andara tak menyangka sifat Raden luar alias bertolak belakang dari ibunya apa ini didikan dari bayi sang ibu pengasuh di panti asuhan.


Kakek merentangkan tangan, Raden duduk di lantai dan memeluk sang kakek dengan bahagia.


Semua tersenyum bahagia.


Sedangkan di sekolah.


Ujian masih berlangsung dengan tegang kecuali si kembar maupun Vano dkk mereka santai mengerjakannya.


KRING...


"TIDAK..." -Teriakan frustasi sekelas (kecuali Vano dkk dan si kembar.)


"Cepat kumpulkan." kali ini kelas pengawas adalah kepala sekolah, Tentu Vano dkk dan Sikembar maju, mengumpulkan dan langsung keluar meninggalkan banyak anak kelas frustasi.


Rooftop.

__ADS_1


Mereka memilih ke Rooftop sekolah, sikembar dan Vano duluan sedangkan Deana dan Linda pergi memesan makanan di kantin untuk di bawa ke Rooftop.


Saat masuk mereka melihat seorang siswi berdiri di pinggiran Rooftop sambil menangis, "Hiks... jika gw di bully di jauhin keluarga gw capek mending ikut nenek." kata siswi itu menutup mata mendorong diri hendak jatuh namun.....


Sreet...


Cewek itu malah bergelantung karena seseorang menahannya,


"LO GILA APA HAH!" yaps Rendra menahan tangan gadis itu dia juga bergelantungan menggunakan tali buatan Maminya.


Cewek tadi hanya menatap Rendra tentu masih airmata mengalir, Renata tak bisa membantu kalian tahukan ia takut ketinggian.


Vano membantu mereka ke atas,


Cewek tadi hendak melompat kembali tapi dengan cepat Rendra memeluk, ia pun menangis keras kuat sambil terus meracau mengenai tentang kehidupan kelamnya di pelukan Rendra.


Rendra hanya diam tak lama kemudian seorang guru perempuan datang menghampiri terlihat rautnya khawatir karena muridnya yang ini ia sayangi karena ia tahu bagaimana rasanya ada keluarga tapi berasa tanpa keluarga.


"Nata nak ya ampun..." Bu guru ini yang bernama Bu Nia, ia memeluk murid terkasihnya ini ia tak membedakan murid muridnya yang lain tapi Nata murid yang tak punya teman dan perlu perhatian.


Tak heran juga bu Nia menjadi orangtua sekaligus teman untuk Nata.

__ADS_1


"Hiks... hiks m.. mereka gak sayang Nata hiks Nata mau ikut nenek hiks..." Mata terus meracau dalam tangisan nya membuat yang mendengar pilu.


Rendra menghela nafas andai ia telat mungkin benar saja Nata pergi ke Akhirat.


"Nama lu Nata?" tanya Rendra menatap wajah Nata yang sudah berisi air mata, Nata mengangguk dan juga menatap Rendra mata coklat hazelt membuat Rendra cukup terpesona.


Pipi Nata yang cubby, mata hazelt cantik, dan rambut pendek terlihat Nata sosok yang imut ramah dan manis.


"Kenapa lu coba bunuh diri." kata Rendra merapikan rambut Nata yang berantakan, Nata hanya diam lalu ia mulai bicara bahwa ia tak sanggup jika terus terusan begini.


"Lu gila, jika andai lu tiada apa tidak membuat orang yang menyanyangi lu menangi hah?" kata Rendra sedikit kesal dengan pemikiran pendek Nata.


"Si.. siapa yang sayang Nata?" kata Nata masih sesegukan, Rendra menghela nafas lalu...


"Bu Nia tak pernah menikah karena kekurangan tak bisa memberikan keturunan tapi ia tahu kau butuh sosok keluarga dan teman, bak ia sudah menjadi seorang ibu untukmu apa kau tak menyadarinya?


jika kau pergi apa Bu Nia tak kesepian?"


Jelas Rendra.


Nata menatap Bu Nia yang juga sempat menangis karena mengetahui bahwa ia hampir bunuh diri.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2